
Ini kesempatan Tia untuk menjelek-jelekkan Refa apalagi dia masih kesal pada Refa baginya belum cukup membalas dendam pada Refa. ia ingin semua orang jadi benci padanya.
" Ternyata kamu kenal dengan dokter Refa " tanya Tia penasaran
" Ia aku baru kenal, tapi sikapnya cuek padaku " ucap Kevin
" Akh sok jual mahal aslinya dia wanita murahan, kamu tahu tunangan ku di goda-goda terus sama dia " ucap Tia pura-pura sedih
" Masa ia Dokter Refa begitu " ucap Kevin
heran
" Kamu sudah tertipu rupanya, Dia banyak bersandiwara didepan banyak orang, kamu jangan tertipu dengan dia " ucap Tia
" Kenapa aku merasa jika dokter Refa itu bukan wanita seperti dia katakan, dokter Refa cuek dan susah di dekati, masa ia dia wanita murahan " batin Kevin
" Aku yakin sekarang sudah terhasut oleh ucapan ku, lihat saja Refa aku tidak akan biarkan semua orang menyukai mu, aku akan buat semua orang membenci mu satu persatu " batin Tia
" Tapi ko aku tidak percaya padamu " ucap Kevin
" Astaga kamu ini benar-benar bodoh, kamu tahu jika sekarang pacar dokter Refa ada dua " ucap Tia
" Hah yang benar " ucap Kevin kaget
" Kamu ga percaya padaku,.. ya sudahlah kamu sudah terhasut rayuannya mana mungkin percaya padaku " ucap Tia terus menghasut Kevin
" Kalau begitu aku harus bertemu dengan dokter Refa sekarang juga " ucap Kevin dengan nada marah
" Tuan Kevin sudah terhasut omonganku, aku harus segera membawa Refa kesini, aku ingin merekamnya dan mempermalukan dia di depan umum di hadapan banyak orang lain " ucapnya Tia dalam hatinya
__ADS_1
" Ok, kalau memang benar Dokter Refa punya pacar dua aku rela jika jadi pacar ke tiga, toh aku juga punya pacar banyak " batin Kevin
Tia langsung pergi dari ruangan Kevin menuju ruangan Refa, ia senang karena sudah menghasut Kevin dan sebentar lagi ia harus mempermalukan Refa bagaimana pun caranya.
Ia menuju ruangan Refa namun diruangan itu kosong karena Refa masih belum selesai mengoperasi pasien. Tia langsung menuju ruang operasi, ia ingin bertemu dengan Refa.
Ia melihat jika waktu selesai Refa sekitar tiga puluh menit lagi, dengan terpaksa ia menunggu Refa di depan ruangan operasi, ia tidak mau jika Refa pulang terlebih dahulu sebelum rencananya berhasil.
Setelah menunggu tiga puluh menit akhirnya Refa dan dokter lainnya keluar dari ruang operasi, disana juga ada Rey yang kaget karena ia mengira jika Tia sudah menunggunya di depan ruang operasi.
" Bagus jika dia menemui ku karena aku juga harus bicara penting sama dia " batin Rey
" Pasti Tia mau pamer kemesraan didepan aku, tapi aku tidak peduli " ucap Refa dalam hatinya
Yang di hampiri Tia bukannya Rey malah Refa membuat Rey bingung dan penasaran dengan apa yang di lakukan Tia.
" Ada apa, kalau mau bicara di sini saja " ucap Refa mulai berhati-hati pada Tia, karena Tia selalu punya cara jahat untuk menyakitinya
" Kenapa Tia malah menghampiri Refa, apa yang sebenarnya di rencanakan Tia " batin Rey
" Sial, Refa sok jual mahal lagi.. mana ada Rey, bagaimana ini " batin Tia
" Tia, ada hal yang ingin aku bicarakan penting dengan mu " ucap Rey menghampiri Tia
" Jangan sekarang ya sayang, aku ada urusan dengan Dokter Refa " ucap Tia
" Tidak bisa, kita harus bicara sekarang " ucap Rey kekeh
Refa hendak meninggalkan Tia dan Refa biar bagaimanapun dia tidak mau jadi orang ketiga saat ini, apalagi dengan ucapan ibu Rey kemarin sungguh masih menyakiti Refa.
__ADS_1
" Dokter Refa Tunggu " ucap Tia
" Sudah lah jangan gangu Refa untum kali ini, kita memang harus bicara " ucap Rey dengan nada marah
" Kenapa Rey malah marah padaku, tapi aku tidak boleh terpancing omongannya, aku harus membawa Refa kehadapan Kevin " ucap Tia dalam hatinya
" Aku bilang nanti kita ketemu, ada hal yang penting yang harus aku urus " ucap Tia dengan nada marah meninggalkan Rey
Tia malah memegang tangan Refa lalu membawanya ke ruangan Kevin. Rey kaget dengan tindakan Tia apalagi membawakan Refa sembarangan ia tahu jika Tia sedang merencanakan sesuatu.
Rey langsung mengikuti mereka dari belakang, Refa terus meronta agar Tia melepaskan tangannya namun ucapan Refa tidak di dengar Tia sama sekali.
" Lepaskan aku, kamu mau apa lagi.. belum cukup kemarin kamu membuat aku sakit hati " ucapnya Tia dengan nada marah
" Selama Rey masih mencintai mu aku tidak akan berhenti untuk menyakiti mu, Rey milikku selamanya " bisik Tia karena ia tahu jika Rey mengikuti mereka dari belakang
" Kamu gila, harusnya kamu menjaga Rey baik-baik dari pada terus memusuhiku " ucap Refa kesal
" Ya, aku memang tergila-gila pada Rey,, Kita lihat saja sampai mana Rey akan terus mencintai mu " ucap Tia sambil tersenyum sinis
" Lepaskan aku " ucap Refa mencoba melepaskan tangan Tia
" Sebentar lagi kita akan sampai.. " ucap Tia
" Sebenarnya dia mau membawaku kemana sih, aku takut dia menyakiti ku, tapi di belakang kami kan ada Rey mana mungkin dia melakukan itu, tapi sebenarnya di mau apa " batin Refa bingung
" Awas saja jika kamu menyakiti Refa apalagi di depanku, aku tidak akan segan-segan padamu Tia " batin Rey
" Sebentar lagi pertunjukan akan segera di mulai.. " ucap Tia
__ADS_1