Mengejar Cinta Dokter Cantik

Mengejar Cinta Dokter Cantik
Episode 24


__ADS_3

" Tuan.. tunggu mau kemana " ucap Beno memanggil-manggil nama majikannya itu namun tidak di hiraukan


Samuel sudah selesai dengan pekerjaannya, ia langsung pergi dari kantornya dengan terburu-buru, ia ingin segera pergi ke apartemen Refa ia ingin tahu bagaimana keadaan Refa sekarang.


Ia melakukan mobilnya dengan kecepatan tinggi agar cepat sampai ke apartemen Refa. ia sudah tidak peduli dengan hal lain yang ada di dalam pikirannya adalah Refa untuk saat ini.


Tak butuh waktu lama dia pun sudah sampai di gedung apartemen Refa, ia segera masuk kedalam dan naik ke atas dimana Refa tinggal.


Tok... Tok... Tok...


Ceklek,,


" Samuel, silahkan masuk " ucapnya


Refa kaget karena sosok laki-laki yang kemarin merawatnya datang kembali. ia tersenyum dan mempersilahkan Samuel untuk masuk ke dalam apartemennya.


Samuel melihat wajah Refa yang tampak pucat, ia segera masuk setelah pintu apartemen Refa di buka Lebar.


" Ada apa kamu kesini " tanya Refa.


" Bagaimana keadaan mu sekarang " tanya Samuel duduk di sofa ruang tamu


" Aku tidak apa-apa, sudah lebih baik " ucap Refa


" Biar aku periksa " ucap Samuel memegang kening Refa


Wajah Samuel tidak khawatir lagi karena memang benar kening Refa tidak panas lagi. ia tersenyum sambil melihat wajah Refa.


" Bagaimana aku sudah sembuh kan " ucap Refa


" Ya, kamu sudah sembuh, tapi kamu harus banyak istrirahat " ucap Samuel


" Kamu tenang saja dari tadi seharian aku hanya berbaring di tempat tidur " ucap Refa


" Bagus kalau begitu " ucapnya Sambil tersenyum

__ADS_1


" Oh ia karena kamu sudah sembuh bagaimana kalau kita makan di restoran yang dekat dengan apartemen mu " ucap Samuel


" Baiklah " ucap Refa senang


" Aku tahu, pasti dia tidak akan menolak karena sudah seharian di rumah pasti dia merasa bosan " ucap Samuel dalam hatinya


" Samuel kenapa tahu aku bosan seharian di apartemen " ucap Refa dalam hatinya


" Kalau begitu kamu cepat ganti bajunya, biar aku tunggu kamu disini " ucap Samuel


" Baiklah kalau begitu, kamu tunggu ya " ucap Refa langsung menutup pintu kamarnya, ia langsung mengganti bajunya dengan baju santai. Tak lama kemudian ia langsung menghampiri Samuel yang masih duduk di sofa.


" Ayo, aku sudah siap " ucap Refa sambil tersenyum


Samuel senang karena Refa sudah tidak bersikap cuek padanya, meskipun wajahnya pucat tak menghapuskan rasa cantik Refa membuat Samuel ingin terus melihat wajahnya.


" Baiklah ayo " ucap Samuel


Mereka segera meninggalkan Apartemen itu menuju ke bawah, Samuel berencana ingin lebih dekat dengan Refa, ia ingin menciptakan suasana yang nyaman bagi Refa.


Samuel segera mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang sambil ia melihat tempat bagus untuk ia makan bersama dengan Refa.


" Apa saja, aku bukan orang yang pemilih " ucap Refa


" Baiklah " ucap Samuel


" Oh ia, kita makannya jangan jauh-jauh dari daerah ini " ucap Refa


" Loh, memangnya kenapa " tanya Samuel heran


" Kalau meninggalkan daerah ini berarti Samuel akan membawaku ke restoran mewah, aku tidak mau " batin Refa


" Tubuhku masih sakit jadi kita sebaiknya jangan jauh-jauh dari daerah ini " ucap Refa


" Baiklah " ucap Samuel menuruti keinginan Refa

__ADS_1


Tak lama kemudian mereka sampai di restoran yang tidak jauh dari daerah dimana apartemen Refa berada sesuai dengan keinginan Refa. Mereka masuk kedalam dan segera duduk di kursi yang kosong.


Padahal aku ingin mengajak Refa makan di restoran mahal dan menyewa ruangan khusus agar aku bisa lebih tenang mengobrol dengan Refa, disini rame juga " batin Samuel


" Ternyata rame juga restoran ini " batin Refa


Mereka memesan makanan yang terkenal di restoran itu. Tak lupa dengan jus alpukat kesukaan Refa sedangkan Samuel memesan kopi kesukaannya.


" Kamu Sering makan disini " tanya Samuel membuka pembicaraan diantara mereka


" Tidak juga, aku kesini biasanya dengan Amel " ucapnya Refa jujur


" Kalian sangat dekat ya " tanya Samuel


" Dia salah satu sahabat ku, ketika aku mulai bekerja di rumah sakit itu " ucap Refa


" Memangnya kamu bekerja di rumah sakit sudah berapa lama " tanya Samuel basa basi karena dia sebenarnya sudah tahu tentang Refa melalui informasi yang ia selidiki


" Satu tahun lebih " ucap Refa


" Aku Di negara ini sudah tiga tahun, pantas saja kita baru bertemu, biasanya aku tahu semua karyawan yang ada di rumah sakit karena rumah sakit itu milik ayahku " ucap Samuel membuat Refa kaget


" Apa, jadi rumah sakit itu milik ayahmu " ucapnya benar-benar kaget


" ia, tapi jangan bilang siapa-siapa ya " ucap Samuel sambil tersenyum


" Baiklah " ucap Refa membalas senyumannya


" Ternyata Rumah sakit itu milik ayah Samuel, aku baru tahu karena Samuel belum pernah membicarakan ini pada siapapun.. " ucapnya Refa dalam hatinya


" Aku tahu jika Refa bisa di percaya, ia tidak akan membicarakan hal itu pada siapapun " batin Samuel


.


.

__ADS_1


.


Bersambung..


__ADS_2