
Suara ketukan pintu mengagetkan mereka, ternyata yang datang adalah pengacara Kevin. Ia langsung menghampiri Kevin dan memberikan amplop berisi hasil lab sampel makanan yang tadi Kevin makan untuk memastikan dari mana penyebab Kevin sakit perut.
Sakit perut yang di alami Kevin tidak terllau parah tapi ini satu-satunya cara agar Refa mau merawatnya, ia benar-benar penasaran akan perasaannya pada Refa. Apalagi dengan sikap cueknya Refa membuat dia semakin penasaran.
" Tuan saya bawakan hasil lab pada sampel bubur yang anda makan tadi " ucapnya memberikan amplop pada Kevin
" Bagus jika hasilnya sudah keluar " ucap Kevin tersenyum senang
Refa tampak tenang menghadapi Kevin ia tidak takut sama sekali dengan ancamannya sedangkan Tia terlihat berwajah tegangan kali ini ia benar-benar takut.
Kevin langsung membuka amplop tersebut ia melihat dengan teliti hasil pemeriksaan tersebut. lalu tersenyum senang melihat wajah Refa
" Kena sekarang kamu Dokter Refa, kali ini kamu tidak bisa lari lagi dariku " ucap Kevin dalam hatinya
" Dokter Refa bisa membaca hasil laporan ini, saya kurang paham dengan laporan ini " ucap Kevin sambil tersenyum
" Baiklah " ucap Refa langsung membuka laporan itu, ia melihat jika sampel bubur yang tadi pagi memang mengandung obat pencuci perut. tapi yang jadi pertanyaan Refa siapa yang melakukan itu.
" Masa Tukang bubur mau mencelakai ku.. atau memang ada orang lain yang sengaja mau mencelakai ku " batin Refa
" Kenapa dia Dokter Refa " tanya Kevin
" Di laporan ini di katakan jika sampel bubur ini memang ada campur obat pencuci perut " ucap Refa sambil melihat kearah Tia
" Jadi dokter Refa harus bertanggung jawab padaku sebelum aku bawa masalah ini ke jalur hukum " ucap Kevin tampak mengancam Refa
" Pasti Dokter Refa sekarang sedang ketakutan.. maafkan aku dokter Refa ini satu-satunya cara agar kita lebih dekat " batin Kevin
" Apa benar Tia yang melakukannya " ucap Refa dalam hatinya
" Aku curiga Tia yang melakukannya tapi aku tidak punya bukti, aku tidak bisa membiarkan Refa menanggung kejahatan yang bukan ia perbuat apalagi sampai di penjara.. " batin Rey
" Sial, jangan sampai aku ketahuan oleh mereka, aku harus buru-buru kabur dari sini " ucap Tia dalam hatinya
__ADS_1
" Itu bubur pemberian ku tadi " ucap Rey berbohong
" Rey apa-apaan sih kamu.. jangan bicara sembarangan seperti itu " ucap Tia dengan nada marah
" Lalu kamu tahu siapa yang melakukan hal itu " tanya Rey
" Mana aku tahu!! " ucap Tia dengan nada gugup
" Kenapa dokter ini malah membela Dokter Refa, akh.. membuat ku kesal saja " ucapnya Kevin dalam hatinya
" Kalau begitu aku yang akan bertanggung jawab untuk masalah ini " ucap Rey kekeh dengan sikapnya
" Kamu gila Rey " ucap Tia semakin marah
" Kenapa malah bertengkar sih, aku harus mengatasi masalah ini sendiri jangan sampai kedua orang ini mengacau " ucap Refa dalam hatinya
" Kalian bisa diam tidak, ini masalah ini tidak ada hubungannya dengan kalian, lebih baik kalian keluar dari ruangan ini, saya harus bicara penting dengan Tuan Kevin " ucap Refa kesal karena sikap mereka berdua
" Apa yang di katakan dokter Refa benar, saya butuh istirahat... saya mau kalian pergi dari sini " usir Kevin
" Kenapa Refa malah bersikap seperti itu, dia masih polos dan naif seperti dulu, apa yang harus aku lakukan untuk melindunginya dari masalah ini " ucap Rey dalam hatinya
" Ayo keluar " usir Kevin kembali
" Yasudah sayang, ayo kita pulang.. Dokter Refa memang harus bertanggung jawab dengan apa yang di lakukan " ucap Tia tersenyum senang
" Lepaskan tanganku " ucap Rey menatap wajah Tia dengan tidak suka
" Refa, jangan seperti ini aku bisa melindungi mu.. biar aku yang bertanggung jawab " ucap Rey berbisik pada Refa
" Dokter Rey kamu tidak mendengar ucapan Tuan Kevin, pintunya di sebelah sana.. silahkan pergi " ucap Refa membuat Rey kesal dan Kevin senang
" Sepertinya Dokter Refa tidak menyukai Mantan kekasihnya itu, ini kesempatan bagus untuk mendapatkan hati Dokter Refa " batin Kevin
__ADS_1
" Bagus deh Refa sepertinya masih marah gara-gara ucapan Ibunya Rey kemarin.. ini kesempatan aku terus merayu Rey agar dia bisa melupakan Refa " batinnya
" Ayo sayang kita pergi " ucap Tia membawa Rey pergi dari ruangan itu.
Diruangan itu hanya ada tiga orang yaitu Kevin, Refa dan pengacara Kevin. tampak rencana yang Kevin buat berhasil tanpa banyak tanya Refa langsung mau bertanggung jawab untuk masalah ini.
" Dokter Refa lalu mau bagaimana anda bertanggung jawab pada saya " ucap Kevin sambil tersenyum
" Tuan Kevin klien saya rugi ratusan juta karena tindakan anda hari ini " ucap pengacara Kevin
" Apa ratusan juta?? " ucap Refa bingung dengan ucapan sang pengacara itu, apalagi biaya rumah sakit juga tidak sampai ratusan juta.
" Kalian mau memeras saya " ucapnya Refa dengan nada marah
" Tidak, kenapa harus memeras kamu, lagian aku tidak butuh uang " ucap Kevin cuek
" Lalu maksud pengacara anda apa " tanya Refa bingung
" Gara-gara perbuatan anda klien saya mengalami sakit perut ketika ia Meting dengan terpaksa ia harus membatalkan Meting penting tersebut, padahal proyek Meting itu jika berhasil bisa mendapatkan keuntungan bahkan milyaran " ucapnya
" Dia benar-benar Gila, aku harus temukan cara agar bebas dari kasus ini " ucap Refa dalam hatinya
" Berikan saya waktu satu hari, lalu saya akan kembali lagi kesini untuk bertanggung jawab " ucap Refa
" Kalau kamu bohong bagaimana " ucap Kevin
" Benar Dokter, jika anda kabur bagaimana " ucap pengacara itu
" Kalian tidak percaya padaku, aku disini dokter masa ia kalian tidak percaya padaku " ucapnya Refa
" Kalau begitu berikan handphone mu " ucap Kevin
" Nich " ucap Refa memberikan handphonenya itu
__ADS_1
" Aku sudah mencatat nomber handphone mu, kamu tidak bisa lari lagi " ucap Kevin
" Terserah kalian saja " ucap Refa terpaksa memberikan nomber handphone ia tidak mau jika masalahnya semakin rumit karena ia harus mencari bukti terlebih dahulu