Mengejar Cinta Dokter Cantik

Mengejar Cinta Dokter Cantik
Episode 26


__ADS_3

Ditempat lain tepatnya di mobil Samuel, Refa terlihat murung dan sedih bisa kita lihat dari wajahnya Samuel yang tidak tega pada Refa pun memberikannya sebuah tisu.


" Untukmu " ucap Samuel


" Tisu " ucap Refa heran


" Ia Tisu, jika kamu ingin menangis ya menangis lah jangan di tahan, karena dengan membuat Menangis kamu akan merasa lebih lega " ucapnya Samuel sambil tersenyum


" Terima kasih " ucap Refa mengusap air matanya yang tak bisa di bendung lagi.


Melihat hal seperti itu Samuel langsung menepikan mobilnya, ia juga ingin menghibur Refa apalagi hatinya sakit melihat orang yang ia sukai menangisi laki-laki lain.


" Menangis lah " ucapnya Samuel menggenggam tangan Refa


" Kenapa mereka tega padaku " ucap Refa


" Sudah lah, ada aku disini " ucap Samuel


" Apa aku kurang cantik dan seksi seperti Tia " ucap Refa


" Kecantikan wanita itu relatif, yang penting hatinya yang lebih cantik " ucap Samuel merasa tak tega pada Refa


" Bagaimana kalau kita main ke taman hiburan " ucapnya Samuel mengajak Refa menghilangkan kesedihannya


" Tapi apa tidak merepotkan mu " tanya Refa melihat wajah Samuel


" Tidak apa-apa, lagian aku juga butuh hiburan di kantor banyak kerjaan hitung-hitung refreshing " ucap Samuel


" Baiklah aku mau " ucap Refa sambil tersenyum


" Aku tak suka kamu menangis seperti tadi Refa, aku akan membuatmu tersenyum mulai dari sekarang " ucap Samuel dalam hatinya


Samuel langsung membawa Refa ke taman hiburan yang tempatnya tak jauh dari sana. ia melihat jika wajah Refa berubah dari murung menjadi senang.


Lain halnya dengan Rey, kini ia langsung masuk kedalam rumahnya bersama dengan Tia seperti apa yang di perintahkan sang ibu.


" Bu, Rey pulang " ucapnya membukakan pintu rumahnya


Sang ibu langsung menghampiri mereka di ruang tamu. Dengan tatapan marah sang ibu langsung duduk si Sofa.

__ADS_1


" Kalian duduk " ucapnya masih dengan wajah marahnya


Rey dan Tia pun langsung duduk di sofa dengan saling berhadapan dengan ibu Rey yang bernama Rani.


" Tia, kemari " ucapnya menyuruh calon menantunya untuk duduk di sampingnya, Tia tak menghilangkan kesempatan itu, ia langsung duduk di samping Bu Rani sambil memeluknya.


" Ibu " ucap Tia


" Jangan menangis nak, coba kamu jelaskan apa yang sebenarnya terjadi pada ibu " ucap Bu Rani dengan berkata lembut


" Tadi kita ketemu dengan Refa di kafe " ucap Tia masih dengan keadaan menangis


" Kami tidak sengaja bertemu Bu " ucap Rey


" Apa?? Refa.. astaga kenapa harus bertemu dengan wanita itu lagi Rey " ucap Bu Rani membuat Rey kesal


" Bu, Refa orangnya baik, coba ibu mencoba untuk lebih mengenal dia " ucap Rey


" Rey malah duduk di samping wanita itu " ucap Tia


" Apa " ucap sang ibu kaget


" Rey, Apa kamu sadar jika Tia itu calon istrimu, dia tunangan mu " ucap sang ibu semakin marah


" Bu, aku belum mencintai nya " ucap Rey jujur


" Rey.. kamu kenapa tega sama aku, satu tahun lebih bertunangan sama aku, apa tidak ada sedikit rasa untuk ku Rey " ucap Tia dengan nada marah


" Tidak, bagi ibu hanya Tia lah yang akan menjadi calon menantu ibu satu-satunya " ucapnya dengan tegas


" Tapi Bu " ucap Rey


" Ibu ga suka di bantah " ucapnya


" Meskipun kamu belum mencintai ku Rey, tapi aku akan membuatmu mencintai ku dan melupakan Refa " ucapnya Tia dalam hati


" Jelas-jelas Ria lebih dalam segalanya di banding Refa, kenapa Rey bodoh malah mencintai wanita yang keluarganya saja dia ga tahu.. kaya atau miskinnya juga ga tahu " batin Ibu Rani


" Sampai kapanpun tidak ada yang bisa gantikan Refa di hatiku " batin Rey dengan wajah kesalnya

__ADS_1


" Kalau begitu, terserah ibu saja " ucap ucap Rey langsung melangkahkan kakinya menuju kamarnya


" Ibu belum selesai ngomong Rey " ucapnya


" Aku capek mau istirahat " ucapnya langsung masuk ke kamarnya.


" Lihatlah Bu, Rey jadi Tak perhatian dan Peduli lagi padaku sejak tahu Refa ada di negara ini, dia juga tidak mencintai ku karena ada Refa " ucap Tia


" Kamu tenang saja, ibu akan membuat Rey perhatian lagi padamu bahkan bisa mencintai mu " ucap Bu Rani


" Ibu serius " tanya Tia senang


" Ia sayang, kamu jangan sedih lagi ya " ucap Bu Rani


" Baiklah Bu terima kasih " ucapnya Tia senang


" Lihat ini Refa, Bu Rani saja sangat menyayangi ku, kamu tidak akan bisa merebut Rey dariku " ucap Tia dalam hatinya


Tia masih bersama Bu Rani, sementara Rey mengunci diri di kamarnya, ia membuka foto ketika Rey bersama dengan Refa di laci lemarinya.


Ia memeluk erat Poto itu dengan wajah sedihnya. ia senang hati ini bisa bertemu dengan Refa wanita yang sudah satu tahun ini ia cari, tapi ia sedih karena sang ibu tidak menyukai sosok Refa.


" Maafkan aku Refa, apa yang harus ku lakukan,, aku menyayangimu tapi aku tidak bisa menentang ibuku, karena surgaku ada di telapak kaki ibu " ucap Rey


" Aku mencintaimu Refa, sangat mencintai mu.. " lirihnya mengambil handphonenya dan mendengarkan lagu yang selalu mereka nyanyikan dulu


Kenangan bersama Refa tidak bisa ia lupakan begitu saja, baginya Refa sudah sangat sempurna sebagai kekasih yang selalu mendampinginya namun restu sang ibu tak kunjung mereka dapatkan.


Rey malah di jodohkan oleh sang ibu kepada anak temannya sang ibu yang bernama Tia, padahal Tia dulu temannya Refa. Mereka juga terlihat akrab tapi Tia ternyata malah menyimpan rasa pada Rey.


Ia membaringkan tubuhnya di ranjang sambil memeluk Foto itu. Hingga tubuh Rey benar-benar terlelap dalam mimpinya.


.


.


.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2