
Refa di buat kecewa lagi dengan ucapan Bu Rani, tapi sebisa mungkin ia menahan emosinya, ia tidak mau ada pertengkaran diantara dirinya dengan Bu Rani.
Refa harus memperbaiki hubungannya dengan Bu Rani, meskipun ia dan Rey sudah berpisah tapi sebisa mungkin ia harus menjalin hubungan baik dengan Bu Rani, karena Refa menghargai kenangan mereka dulu meskipun ada rasa sakit di hatinya.
" Apa ibu sudah tahu permasalahan aku dengan Tia " tanya Refa
" Dari cerita Tia, dia yang salah karena sudah menjebak memberikan obat pencuci perut pada bubur yang kamu beli " ucap Bu Rani
" Lalu menurut ibu bagaimana jika ibu di hadapkan pada posisi aku waktu itu " tanya Refa
" Ibu pasti akan memaafkan Tia, Refa ini hal sepele tidak harus melaporkan ke polisi " ucap Bu Rani tampak berbicara dengan lemah lembut
" Kalau orang yang memakan bubur itu aku, mungkin seperti yang ibu katakan aku pasti masalah ini tidak akan sampai ke kantor polisi, tapi yang terkena obat pencuci perut itu bukan aku, melainkan temanku, dia seorang CEO dan menganggap apa yang di perbuat Tia sangat merugikan dirinya " ucap Refa
" Refa, tolong ibu.. kamu cabut tuntutan hukum yang menjerat Tia.. ibu mohon " ucap Bu Rani
" Kalau masalah itu aku sudah mendiskusikan masalah ini dengan orang yang dirugikan oleh Tia tapi dia tetap tidak mau melepaskan kasusnya " ucap Refa
" Refa mohon.. maafkan Tia... ibu mohon.. bantu Tia " ucap Bu Rani berlutut di lantai dengan meneteskan air matanya
" Kenapa Bu, ibu sampai seperti ini.. apa memang Tia adalah orang yang cocok dengan mu, tapi tidak dengan ku " ucap Refa dalam hatinya
" Aku tidak mau Tia di penjara.. aku mau Tia bebas.. mudah-mudahan dengan cara ini Refa tidak tega dan membebaskan Tia " batin Bu Rani
" Bu bangun, tidak harus seperti ini " ucap Refa langsung menghampiri tubuh Bu Rani dan memapahnya untuk kembali duduk di kursi lagi
" Refa ibu mohon tolong ibu " ucapnya masih menangis
__ADS_1
" Sudah Bu jangan menangis.. aku usahakan membantu ibu tapi tidak janji " ucap Refa yang tidak tega melihat Bu Rani menangis
" Refa... ibu tahu ibu banyak salah padamu.. tapi kali ini tolong bantu ibu.. ibu mohon apapun yang kamu mau pasti ibu akan lakukan, ibu akan membuatkan sarapan dan makanan untuk mu setiap hari kalau perlu, asalkan Tia bisa bebas dari penjara " ucap Bu Rani
" Ibu... Aku tidak meminta apapun dari ibu, aku harus membicarakan masalah ini dengan teman ku " ucap Refa
" Refa tolong usahakan Tia supaya bebas ya, ibu mohon " ucap Bu Rani
" Ibu tenang saja, nanti apapun hasilnya aku akan segera menghubungi ibu ya, ibu berdoa saja supaya orang itu bisa memaafkan Tia " Ucapnya Refa
" Ibu selaku berdoa yang terbaik untuk Tia " jawabnya
Tiba-tiba pintu ruangan Refa di ketuk dan orang yang mengetuk pintu itu adalah salah satu asisten Refa yang ada di ruang operasi.
Tok... Tok.. Tok...
" Maf dokter Refa sebentar lagi operasi pertama hari ini akan segera di mulai, dokter dimohon segera menuju ruangan operasi " ucapnya
" Baiklah, aku akan segera kesana " ucap Refa membuat petugas itu langsung pergi dari ruangan Refa
Ada rasa tak enak hati dalam tubuh Bu Rani, ia tahu jika pekerjaan Refa Sama seperti Rey, mereka sangat sibuk tapi Refa masih menyempatkan waktunya untuk mengobrol dengan dia. Tak ingin menggangu waktu Refa lebih lama ia berencana akan segera pergi dari ruangan Refa.
" Refa sepertinya kamu sangat sibuk hari ini " tanya Bu Rani
" Tidak apa-apa Bu, aku sudah terbiasa " ucap Refa
" Oh ia ibu harus tenang sekarang, ibu bisa pulang dan tunggu kabar dari Refa " ucapnya
__ADS_1
" Baiklah " ucap Bu Rani merasa lega
" Dari dulu hari Refa memang baik.. ibu berharap kamu bisa mendapatkan jodoh yang baik dan kaya agar kehidupan mu berubah " ucap Bu Rani dalam hatinya
Bu Rani segera pamit pada Refa, ia berniat untuk menemui Tia di dalam penjara. Ia benar-benar tidak tega melihat calon menantunya itu terkurung dalam penjara.
" Kalau begitu ibu pamit " ucapnya
" Ibu hati-hati dijalan " ucap Refa
" Ia, jangan lupa nasi gorengnya di habiskan " ucap Bu Rani
" Tentu saja Bu, ibu tenang saja " ucap Refa
" Aku harus segera mendiskusikan masalah kasus Tia pada Kevin secepatnya, tapi waktunya tidak akan keburu jika saat ini, akh nanti saja waktu makan siang aku pergi Kesana " batin Refa
" Aku harus pergi ke kantor polisi, aku harus segera menemui Tia disana, tapi sebelumnya aku harus membawakan sarapan untuk Tia, aku tahu kalau di dalam penjara makannya tidak enak-enak, Tia tidak bisa memakan makanan seperti itu " batin Bu Rani
Sedangkan Refa segera menuju ruang operasi, ia bisa mendiskusikan masalah kasus Tia pada Kevin nanti pada jam makan siang agar dirinya bisa leluasa membahas masalah itu.
.
.
.
Bersambung...
__ADS_1