Mengejar Cinta Dokter Cantik

Mengejar Cinta Dokter Cantik
Episode 34


__ADS_3

Sejak hari itu mereka semakin dekat hubungan mereka lebih dari sekedar teman bisa dilihat ketika Samuel hampir setiap hari membawakan Refa makan siang.


Refa mulai terbiasa dengan kebiasaan Samuel ia tidak menolak makanan yang di bawakan Samuel justru ia malah senang akan hal itu.


Tak hanya itu mereka juga sering mengirim pesan berisi perhatian kecil yang mereka saling berikan satu sama lainnya.


Hari ini Samuel kerja lembur tidak seperti biasanya. Ia tidak bisa menjemput Refa ke rumah sakit. ia menyesal karena tadi pagi mengajak Refa untuk pergi ke rumah sakit naik mobilnya tapi kini ia malah tidak bisa menjemputnya.


" Kenapa bisa sih Lembur, padahal hubungan ku dengan Refa lagi hangat-hangatnya " ucap Samuel dengan nada kesal bicara pada asistennya itu


" Maafkan saya Tuan, ada masalah yang harus anda tangani " ucap Beno


" Ini juga bukan keinginan ku menggangu hubungan tuan dan nona Refa tapi bagaimana pun tuan CEO disini, pasti tuan besar akan marah jika Masalah ini tidak ditangani Tuan " ucap Beno sambil menundukkan kepalanya kebawah.


" Diam kamu " bentak Samuel kesal


Samuel mengambil handphonenya lalu segera menelepon wanita yang sudah membuatnya gelisah dan marah-marah pada Beno karena tidak bisa makan malam bersama seperti biasanya.


" Halo Sam " ucap Refa sambil tersenyum


" Refa maafkan aku, hari ini aku tidak bisa menjemput mu karena di perusahaan ada sedikit masalah dan aku harus segera menyelesaikannya " ucap Samuel dengan nada sedihnya


" Oh begitu, aku kira ada apa.. aku bisa pulang sendiri ko " ucap Refa menenangkan Samuel


" Tapi aku merasa tak enak hati karena tadi aku menyuruh mu jangan pakai mobil tapi ternyata aku tidak bisa menjemput mu " ucap Samuel


" Sudah lah, aku juga bukan anak kecil.. kalau begitu aku pulang dulu ya.. kamu yang semangat bekerjanya " ucap Refa sambil tersenyum


" Baiklah terima kasih sudah mengerti " ucap Samuel kembali tersenyum


" Tidak masalah " ucap Refa menutup teleponnya


Samuel kembali bekerja dengan dokumen yang menumpuk di mejanya sedangkan Refa sedang menunggu taksi yang ia pesan. Tiba-tiba sebuah mobil berhenti tepat di hadapannya.

__ADS_1


Mobil itu adalah mobil milik Tia, ia langsung di hampiri Tia lalu membuka pintu mobilnya. Cukup kaget dengan wanita yang ada di dalam mobil itu yang tak lain adalah Bu Rani, ibunya Rey.


" Masuk " ucapnya dengan nada sinis


" Ayo masuk " ucap Tia dengan nada kesal


" Maaf, aku tidak bisa " ucap Tia membuat Tia marah


" Ibu mau bicara padamu " ucap Tia


" Kamu cepat masuk, ada yang saya mau bicarakan " ucap Bu Rani membuat Refa mau tidak mau masuk kedalam mobil Tia.


" Sebenarnya mereka mau membawaku kemana sih " batin Refa


" Siap-siap saja Refa kamu akan sakit hati dan sadar diri kalau yang pantas jadi pendamping Rey adalah aku " ucap Tia dalam hatinya


" Sebenarnya aku tidak tega jika harus berkata kasar pada Refa, biar bagaimanapun dia dulu sangat baik padaku " batin Bu Rani


Ia duduk di kursi belakang sementara Tia dan Bu Rani duduk di kursi depan. suasana menjadi canggung seketika mereka tampak diam dan tidak ada kata yang keluar disana. Hingga mereka sudah sampai di sebuah Restoran mahal yang ada disana.


Mereka bertiga turun dari mobil itu dan segera masuk kedalam restoran itu, Refa tahu jika restoran ini adalah salah satu restoran yang mewah dan mahal di negara ini.


Ternyata Tia sudah memesan tempat disana, tempat dimana ia akan merasa bahagia karena di bela calon mertuanya itu. Ia juga sudah memesan beberapa makanan yang akan di hidangkan disana.


Seorang pelayan menunjukan jalan menuju tempat yang sudah di pesan oleh Tia sebelumnya. Tempat privasi yang tidak akan banyak orang disana.


" Bagaimana Bu, apa ibu suka tempatnya " ucap Tia sambil tersenyum


" Suka " ucap Bu Rani sambil tersenyum


" Kenapa aku baru sadar jika penampilan Bu Rani berbeda dari dulu, barang-barang yang ia pakai juga barang-barang mewah " batin Refa


" Silahkan duduk bu " ucap Tia menarik kursi untuk mempersilahkan sang calon mertua duduk disana

__ADS_1


" Terima kasih "


" Sama-sama bu "


" Kamu duduk sendiri " ucap Tia sinis pada Refa


Tak mau ambil pusing Refa pun duduk di kursi saking berhadapan dengan Bu Rani, sebenarnya Refa juga penasaran tentang alasan mengapa Bu Rani malah menjodohkan Rey dengan Tia.


Para pelayan membawakan makanan dan minuman yang sudah di pesan Tia sebelumnya, tampak yang mereka pesan itu adalah hidangan cukup marah bisa terlihat dari tampilannya. Refa tampak mengamati Tia dan Bu Rani tidak banyak bicara.


" Pasti Refa tidak mampu kan memakan makanan ini, makanya aku bawa dia kesini agar dia bisa menikmati makanan mahal " batin Tia


" Wah, ini makanan mahal semua, apa Tia yakin memesan makanan yang mahal-mahal seperti ini, padahal sayang uang jika hanya untuk makan seperti ini, tapi tidak apa-apa toh ini gratis " batin Bu Rani


" Tidak salah Tia memesan banyak makanan mahal.. tapi biarlah toh dia yang akan bayar " batin Refa


" Silahkan dimakan " ucap Tia


Bu Rani dan Tia langsung menyantap makanan yang ada di atas meja, Refa yang merasa tidak enak jika ia tidak memakan makanan itu pun langsung memakan makanannya.


Mereka tampak menikmati makanan mewah tersebut, tanya juga enak di lidah tidak salah jika harganya mahal.


" Bagaimana apa ibu suka makanannya " tanya Tia sambil tersenyum


" Suka sekali, ini makanannya enak " ucap Bu Rani yang tidak berhenti memakan makanan di atas meja


" Bagaimana Refa, apa makanannya enak " tanya Tia dengan senyum liciknya


" Enak.. " ucap Refa membuat Tia bingung dengan ekspresinya yang tampak biasa saja


.


.

__ADS_1


.


Bersambung...


__ADS_2