
Refa Sudah sampai di apartemennya, Samuel langsung menurunkan badan Refa agar Refa bisa membuka kunci pintu apartemennya.
Refa langsung membuka pintu apartemennya, Samuel hendak masuk kedalam namun malah di cegah oleh Refa.
" Mau kemana kamu Sam " tanya Refa bingung
" Mau masuk, aku akan menyiapkan teh hangat untukmu " ucap Samuel tampak bingung karena biasanya Refa tidak protes jika dirinya masuk ke apartemennya.
" Tidak usah, aku bisa sendiri " ucap Refa dengan wajah canggungnya.
" Ada apa dengan Refa, apa gara-gara kehujanan sikapnya aneh.. aku jadi semakin khawatir padanya " batin Samuel
" Kenapa aku sikapku jadi canggung begini pada Samuel, semoga dia tidak tahu kalau aku sedang gugup padanya " batin Refa
" Refa kamu ini kenapa sih, biasanya juga aku tidak apa-apa masuk ke apartemen mu " tanya Samuel sambil masuk kedalam apartemen Refa.
" Cepat kamu mandi dan ganti baju sana, nanti kamu sakit lagi " ucap Samuel langsung menuju dapur
" Oh ia, Samuel juga kehujanan tadi, dia juga harus mengganti bajunya, apa aku masih punya baru baru untuk di pakai Samuel " batin Refa langsung melangkahkan kakinya menuju kamarnya.
Sedangkan Samuel heran karena Refa berlari menuju kamarnya, setelah kejadian di taman sikap Refa sedikit berubah tapi Samuel tak mau ambil pusing ia membuatkan teh jahe untuk dirinya dan Refa agar bisa menghangatkan tubuh mereka.
Refa kembali menuju dapur menghampiri Samuel yang sedang selesai membuatkan dirinya teh jahe.
" Loh kenapa kamu malah kemari.. kamu harus segera mandi nanti kamu sakit " ucap Samuel
" Kamu juga cepat ganti baju, hanya baju ini yang masih aku belum pakai " ucap Refa memberikan baju itu
" Baiklah " ucap Samuel tanpa melihat baju seperti apa yang di berikan Refa, karena ia sudah bahagia melihat Refa perhatian padanya.
Refa langsung masuk kedalam kamarnya lalu pergi ke kamar mandi yang ada disana, ia mengguyur tubuhnya dengan air hangat entah mengapa hatinya malah berbalik seratus delapan puluh derajat yang tadinya ia sedih sekarang kenapa malah bahagia.
" Kenapa aku malah bahagia seperti ini, apa ia aku menyukai Samuel, tapi dia kan teman baik ku.. aku tidak boleh menyukai Samuel " ucap Refa yang masih mengguyur tubuhnya.
Ia teringat kejadian waktu di taman bagaimana Samuel memeluknya erat dan menyenangkan, ia memang merasa nyaman jika di dekat Samuel.
__ADS_1
Setelah mandi ia langsung memakai baju santainya. Ia mengeringkan rambutnya terlebih dahulu sebelum menemui Samuel di dapur.
Sedangkan Samuel yang sudah mengganti bajunya merasa bingung bagaimana tidak baju tidur yang di berikan Refa berwarna pink dan bergambar boneka rasanya ia benar-benar malu.
" Dasar bodoh Sam, kenapa kamu tidak lihat dulu pakaian yang di berikan Refa, bisa mati kutu jika aku pulang pakai baju seperti ini " ucap Samuel dengan raut wajah kesal.
Ia duduk menikmati teh yang ia buat dengan hati kesal mau marah pun ia tak berani apalagi ini pemberian Refa.
Tak lama kemudian Refa datang dan menghampirinya, awalnya ia heran pakaian yang di kenakan Samuel. tapi lama kelamaan ia sudah tidak tahan menahan tawa.
Untuk pertama kalinya Refa tertawa terbahak-bahak, ia benar-benar merasa lucu dengan apa yang di pakai Samuel. Sedangkan Samuel sendiri awalnya kaget karena Refa bisa tertawa seperti itu. Namun pada akhirnya ia menyadari jika yang Refa tertawa kan adalah dirinya.
" Apa yang kamu tertawa kan Refa " ucap Samuel dengan wajah kesalnya
" Tidak " ucap Refa menahan tawanya meskipun tak bisa di tahan
" Pasti kamu menertawakan aku " ucapnya Samuel masih berwajah kesal
" Tidak " ucap Refa sambil tertawa terbahak-bahak kembali
" Tapi kamu terlihat cantik.. UPS maksudku kamu terlihat tampan " ucap Refa tertawa lagi
" Sini kami Refa " ucap Samuel berniat menghampiri Refa
" Tidak mau " ucap Refa menghindari Samuel dan menjulurkan lidahnya
" Refa " ucap Samuel benar-benar kesal pada Refa
Terjadilah kejar-kejaran diantara mereka mengelilingi meja makan dan sofa yang ada di ruang tamu. Samuel terus mengejar dan Refa terus menghindar.
Hingga tanpa di duga kau Refa tersandung, Samuel yang melihat hal itu langsung menangkap Refa namun karena tubuhnya juga tidak seimbang kini mereka jatuh kebawah bersamaan.
Posisi Samuel di atas sedangkan Refa di bawah. Mereka merasakan detak jantung mereka semakin cepat. Samuel melihat wajah Refa lebih dekat, ia melihat Refa memang cantik mata yang bulat, hidung mancung dan bibir merah tipis yang menggoda.
Namun beberapa detik ia sadar sebelum ia tergoda pada bibir merah Refa ia segera bangun dan duduk di Sofa menetralkan perasaannya yang semakin tak karuan.
__ADS_1
Sama halnya dengan Refa ia bisa melihat wajah Samuel lebih dekat dihadapannya. Tatapan Samuel membuat dirinya semakin gugup.
" Sampai kapan kamu mau tiduran disitu terus " ucap Samuel membuat Refa langsung bangun dan berdiri melangkah pergi menuju Dapur untuk mengambil minuman agar dia tidak terlalu gugup.
Ia melihat ada minuman teh jahe yang tadi di buatkan oleh Samuel. tanpa pikir panjang ia langsung meneguk minuman teh jahe itu. Ternyata teh Jahe itu masih panas. Refa langsung berteriak kepanasan.
" Aw.. " teriakan Refa membuat Samuel kaget dan langsung berlari menuju suara teriakan itu berada
" Kamu kenapa " tanya Samuel dengan wajah paniknya
Refa terus menjulurkan lidahnya, Samuel yang bingung pun melihat pada gelas jahe yang masih ada di meja namun isinya lebih sedikit, Samuel menduga jika Refa meminum teh jahe yang masih panas karena Samuel tidak memberikan campuran air dingin.
" Astaga Refa, minuman itu masih panas " ucap Samuel
Samuel malah meniup bibir Refa, hal itu membuat pipi Refa malah merah. Refa menjauhi bibirnya dari Samuel, ia takut jika terjadi hal yang tidak di diinginkan.
Samuel yang merasa jika sikap Refa aneh langsung menarik tangan Refa hingga tubuh Refa menabrak tubuhnya, Samuel langsung memegang pinggang Refa membuat mereka saling berhadapan tanpa jarak diantara mereka.
" Aku mau lihat bibirmu " ucap Samuel
" Tidak usah " ucapnya Refa menggeleng-gelengkan kepalanya dengan perasaan gugup
" Mana lihat lidahmu " ucap Samuel tapi tidak di turuti oleh Refa
" Sini lihat " ucap Samuel
Mau tidak mau Refa pun menjulurkan lidahnya agar Samuel tidak banyak bicara. Samuel melihat jika Lidahnya Refa hanya merah saja.
" Apa itu sakit " tanya Samuel
" Sekarang Tidak " ucap Refa
" Aduh, kenapa hari ini Samuel aneh, membuatku terus degdegan bisa-bisa jantungan kalau terus begini " ucap Refa dalam hatinya
" Syukurlah Refa tidak kenapa-kenapa, aku lega.. semoga Refa tidak mendengar detak jantung sekarang.. lama-lama aku tidak bisa mengontrol perasaan ku jika seperti ini " ucap Samuel dalam hatinya
__ADS_1