
Informasi yang di berikan Asistennya itu mampu membuatnya panas dingin, ia takut jika Refa akan kembali lagi dengan mantan kekasihnya itu. apalagi terlihat jika Rey dan Refa masih sama-sama saling mencintai.
" Bagaimana ini " ucap Samuel gelisah
Karena ucapan tersebut Samuel sampai membatalkan beberapa Meting dengan klien hari ini, pikirannya tidak Fokus bagaimana bisa ia gunakan untuk bekerja.
" Tuan kenapa Meting hari ini di batalkan semua " protes Beno karena ia harus menjadwal ulang Meting dengan klien dan ia juga harus menjelaskan alasan bohong pada klien tersebut karena majikannya memberikan informasi pembatalan sangat mendadak.
" Aku sedang tidak mood bekerja hari ini " ucapnya jujur dan masih memikirkan Refa
" Ada apa dengan Tuan, aku tak habis pikir kenapa semuanya di batalkan.. bikin pusing saja " batin Beno
" Ayo Sam, kamu harus berpikir,, bagaimana caranya untuk menjauhkan Refa dari dokter Rey " batin Samuel
" Tapi Tuan " ucapnya
" Kamu berisik, aku lagi pusing memikirkan cara agar Refa menjauhi Rey " ucap Samuel
" Ini karena Nona Refa, astaga Tuan hanya karena hal ini Tuan membatalkan beberapa Meting dengan klien " ucap Beno sambil menggelengkan kepalanya
" Refa itu wanita yang paling penting di hidupku " ucap Samuel
" Kalau Tuan tahu jika Dokter Rey dan nona Refa satu depertemen bisa-bisa bangkrut ini perusahaan.. aku harus membuat Mood Tuan senang agar tidak mempengaruhi pekerjaannya " batin Beno
" Bagaimana kalau Tuan mengajak Nona Refa makan siang hari ini, yang saya tahu jika Nona Refa orangnya sibuk, pasti dia akan senang karena anda mengingatkan Nona makan siang " ucapnya Beno mencoba jurus jitu agar Tuannya senang
" Ide kamu bagus juga " ucap Samuel sambil tersenyum
" Tapi aku bawakan makanan atau langsung mengajaknya makan siang " tanya Samuel terlihat bingung kembali
" Bagaimana kalau Tuan memberikan Nona Makanan, biasanya wanita akan tersentuh dengan perhatian kecil seperti itu " ucap Beno
__ADS_1
" Apa kamu yakin " tanya Samuel ragu
" Saya sangat yakin Tuan, karena dulu saya begitu ketika saya punya pacar " ucapnya Beno
" Lalu kenapa kamu tidak membawakan makanan lagi pada pacarmu, apa kamu sudah tidak perhatian lagi pada pacarmu " tanya Samuel
" Bukan begitu Tuan, bagaimana saya perhatikan pada pacar saya, orang saya tidak punya pacar " ucap Beno
" Astaga kamu jomblo " ucap Samuel sambil tersenyum senang menertawakan asistennya itu.
" Kenapa Tuan malah senang membuatku sedih, pacar dimana pacar.. sepertinya sedang di jaga orang lain " batin Beno
" Ia Tuan " ucapnya dengan nada berat
" Baiklah kalau begitu aku bawakan makanan dan minuman kesukaan Refa, kamu tunggu disini.. kerjakan pekerjaan ku " ucap Samuel langsung berdiri dan pergi dari ruangannya menuju Rumah sakit.
Sedangkan asistennya itu semakin sedih, bagaimana tidak majikannya asik-asikan makan siang dengan gebetannya, dia malah mengerjakan pekerjaan yang lumayan banyak.
" Tega sekali Tuan Samuel " ucap Beno dengan nada sedih. ia langsung pergi keruangannya dan Mau tidak mau dia harus mengerjakan pekerjaan yang di perintahkan majikannya.
" Refa tunggu aku.. aku akan segera menemui mu " ucap Samuel dalam hatinya senang
Setelah selesai membungkus makanan yang ia beli, ia langsung menuju rumah sakit tempat di mana Refa bekerja, ia segera tidak memberitahu Refa jika dirinya akan pergi kerumah sakit memberikan makanan ini, ia ingin memberikan kejutan pada Refa.
Ia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi agar ia cepat sampai ke rumah sakit, ia ingin cepat-cepat bertemu dengan wanita yang membuatnya bahagia ketika mereka dekat.
Tak butuh waktu lama, ia pun sudah sampai di rumah sakit, ia segera masuk kedalam gedung rumah sakit. karena ia sudah tahu ruangan Refa ia langsung pergi ke sana tanpa menanyakan ke resepsionis yang ada disana.
Ia berharap jika Dokter Refa belum makan siang karena akan sia-sia ia membawakan makanan jika Refa sudah makan siang. Ia segera mengetuk pintu ruangan Refa.
Tok... Tok... Tok...
__ADS_1
" Masuk " ucap Refa yang baru saja duduk di kursinya karena ia baru selesai mengoperasi pasien
" Selamat siang dokter Refa " sapa Samuel dengan senyuman yang mengembang di wajahnya
" Sam, ngapain kamu kesini " tanya Refa heran
" Aku membawakan makanan kesukaan mu.. " ucap Samuel
" Terima kasih " ucapnya Refa menerima makanan itu
" Semoga kamu suka " ucap Samuel
" Wah kalau ini aku suka sekali " ucap Refa tampak senang dengan makanan yang ada di depannya itu
" Cobain kalau begitu " ucap Samuel memberikan sendok pada Refa
" Baiklah, Akan aku coba " ucap Refa menyendok satu suapan makanan itu kedalam mulutnya, tampak enak terlihat dari raut wajah Refa membuat Samuel senang
" Bagaimana enak kan " tanya Samuel
" Sangat enak, terima kasih banyak " ucap Refa
" Sama-sama, oh ia Bagaimana keadaan mu " tanya Samuel memegang kening Refa untuk memastikan masih demam atau tidak meskipun ia sudah tahu kondisi Refa dari asistennya tadi.
" Aku sudah sembuh " ucap Refa
" Ya, kau sembuh lebih cepat " ucap Samuel
" Aku kuat.. oh ia kamu kenapa tidak makan " tanya Refa heran karena Samuel hanya membawa satu bungkus makanan dan minuman
" Nanti saja.. kamu makannya habiskan " ucap Samuel
__ADS_1
" Kamu yakin " tanya Refa ragu
" Sudah cepat makannya di habiskan " ucap Samuel sambil tersenyum