Mengejar Cinta Dokter Cantik

Mengejar Cinta Dokter Cantik
Episode 40


__ADS_3

Makan siang pun tiba, seperti biasanya Samuel pergi ke rumah sakit sambil membawakan makanan kesukaan wanita yang ia sukai lalu ia akan ia berikan pada Dokter Refa secara langsung.


Namun ketika ia masuk kedalam Lift ia malah bertemu dengan laki-laki yang ia benci karena beberapa hari ini sudah membuat wanita yang ia cintai menangis dan bersedih.


Mereka tampak saling memperhatikan penampilan dari atas kepala hingga ujung sepatunya.


" Masih ganteng aku di bandingkan Rey, apa hebatnya dia, hanya bikin Refa sedih dan nangis saja " batin Samuel


" Masih pantas aku yang jadi pacar Refa, aku tahu kalian belum pacaran, aku akan membuat Refa kembali menjadi pacarku.. dan kamu hanya akan kecewa " batin Rey


Suasana menjadi tenang dan canggung apalagi Samuel menatap Rey dengan tatapan tajam seakan tak suka akan kehadirannya Rey.


" Aku harus bicara penting dengan Rey, aku harus buat dia menjauhi Refa dan jangan membuat Refa menangis kembali " batin Samuel


" Aku harus memperingati dia supaya dia tidak dekat-dekat dengan Refa karena sebentar lagi Refa akan menjadi milikku sendiri " ucap Rey dalam hatinya


" Apa Refa sudah kembali ke ruangannya " tanya Samuel membuka pembicaraan karena ia tahu jika Refa dan Samuel satu departemen


" Sepertinya ia " ucapnya sinis


" Dia bahkan membawakan makanan untuk Refa, aku tidak kalau cepat " ucap Rey di dalam hatinya


" Sial, Rey membawakan makanan pasti itu untuk Refa, aku tidak boleh membiarkannya " batin Samuel


Mereka berhenti di lantai dimana ruangan Refa berada. Mereka keluar secara bersamaan satu sama lain memandang wajah satu sama lain dengan tatapan tak suka.


Mereka berjalan dengan cepat menuju ruangan Refa, mereka ingin sama-sama memberikannya pada Refa berusaha menjadi orang yang paling cepat menuju ruangan Refa agar makanannya bisa di terima oleh Refa lebih cepat dari lawannya.


Hingga mereka sampai di depan ruangan Refa, mereka tampak berebut ingin membuka pintu ruangan Refa namun satu sama lain juga saling menghalangi.


" Minggir " ucap Samuel pada Rey


" Kamu yang minggir " ucap Rey yang tidak mau kalah


Tingkah Seperti Anak kecil yang saling berebutan permen itu lah yang mereka lakukan saat ini didepan ruangan Refa.


" Aku duluan yang sampai " ucap Samuel


" Aku dulu, minggir " ucap Rey

__ADS_1


Dokter Amel yang kebetulan mau keruangan Dokter Refa pun dibuat kaget dan menggelengkan kepalanya, ia tak habis pikir mereka bertengkar seperti anak kecil.


" Kalian minggir dulu, aku mau bertemu dengan dokter Refa " ucap Dokter Amel


Merasa malu mereka pun menghentikan pertikaian mereka. lalu membuntuti Dokter Amel yang masuk kedalam ruangan Dokter Refa.


" Siang Dok " ucap Dokter Amel duduk di depan kursi dokter Refa


" Sepertinya barusan saya mendengar orang yang ribut " tanya Refa bingung


" Mereka yang ribut Dok " ucap Dokter Amel menunjuk Rey dan Samuel


" Kalian kenapa ada disini " ucap Refa bingung karena tidak biasanya mereka ribut.


" Siang Refa, seperti biasa aku mau memberikan ini padamu " ucap Samuel menatap Rey penuh arti


" Sam, kenapa harus repot-repot.. " ucapnya Refa merasa tidak enak hati karena memang setiap hari ia selau di berikan makan siang oleh Samuel


" Kenapa harus repot, ayo di makan " ucapnya sambil tersenyum memberikan kotak makanan pada Refa


" Terima kasih Sam " ucap Refa sambil tersenyum


" Sama-sama " ucap Samuel membalas senyuman Refa


" Sial, laki-laki ini benar-benar sainganku.. aku tidak boleh kalah darinya aku harus lebih perhatian lagi pada Refa, aku yakin Refa juga masih sangat mencintai ku " batin Samuel


" Refa, aku bawakan makanan untuk mu " ucap Rey mendekati Refa dan meletakan makananya di atas meja Refa


" Terima kasih Rey " ucap Refa menatap wajah Rey


" Kenapa dia harus kesini, mendengar ucapan Bu Rani kemarin membuatku ragu akan cinta Rey.. " batin Refa


" Gila, ini Refa pada direbutin dua laki-laki tampan, tapi tunggu dia kan dokter ganteng tunangannya Dokter Tia, kenapa dia bisa perhatian begitu pada Refa, namanya Rey apa dia Rey mantan kekasih Refa yang selama ini di cinta Refa.. OMG.. kenapa aku bisa ga tahu " batin Dokter Amel kaget


" Sama-sama " ucap Rey tersenyum melihat wajah Refa


Melihat hal itu Samuel tidak terima ia langsung menghampiri Rey dan langsung membawanya keluar ruangan Refa.


" Ada yang harus aku bicarakan denganmu " ucap Samuel langsung menarik tangan Rey membuat Amel dan Refa yang ada disana heran

__ADS_1


" Tuan Samuel anda mau apa " tanya Dokter Amel merasa takut jika Samuel marah pada Rey


" Hanya berbicara saja " ucap Samuel yang sudah meninggalkan ruangan Refa


Dokter Amel langsung melihat wajah Refa yang tampak santai tidak mengkhawatirkan kedua laki-laki itu.


" Kenapa " ucap Refa duduk di kursinya sambil membuka kotak makanan dari Samuel


" Kamu tidak merasa khawatir, bagaimana kalau mereka bertengkar atau berkelahi " tanya Dokter Amel


" Sudah biarkan saja, aku malas kalau harus bertemu dengan Rey Sebenarnya " ucapnya Refa jujur


" Apa Rey itu mantan pacarmu yang sering kamu ceritakan itu padaku " tanya Amel


" Benar " ucapnya singkat sambil memakan makanannya


" Lalu bagaimana sekarang " tanya Amel penasaran


" Ya ga gimana-gimana, nih makan " ucap Refa memberikan kotak makanan yang di berikan Rey


" Refa katakan sejujurnya kalian kenapa, bahkan kamu lebih memakan makanan yang di berikan Tuan Samuel di banding Dari Rey " tanya Amel semakin penasaran


" Semuanya sudah berakhir, aku sudah tahu semua alasan dia meninggalkan aku dulu.. aku sudah melepaskannya " ucap Refa


" Apa?? segampang itu " ucap Amel semakin bingung


" Ibunya kemarin berbicara denganku dan mengatakan apa alasan dia tidak merestui kami, ia hanya ingin menantu yang kaya dan sederajat dengan dia, aku memang salah tidak pernah mengenalkan keluarga ku pada mereka tapi aku bersyukur Mungin ini sudah takdir Tuhan " ucap Refa tidak ingin sedih dan menangis lagi karena hal ini


" Bisa-bisanya mereka berkata seperti itu, Refa meskipun kaya tapi dia tidak pamer, aku yakin dia anak orang kaya.. meskipun penampilannya sederhana tapi masa ia bisa membeli apartemen dan mobil mewah jika hanya mengandalkan gaji jadi dokter aku rasa harus nabung beberapa tahun " batin Amel


" Baiklah karena itu sudah menjadi keputusan mu.. aku akan dukung, kamu sahabat baikku aku akan membelamu, tenang saja " ucap Amel sambil tersenyum


.


.


.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2