
Keesokan harinya,,
Rey sudah siap-siap untuk pergi ke kota B untuk menemui pengacara Richard agar Tia segera bebas.
Rey sengaja pergi pagi-pagi agar ia tidak terkena macet selama perjalanan, sedangkan sang ibu sedang bersiap-siap menuju rumah sakit dimana Refa bekerja.
Kedatangan Bu Rani ke rumah sakit untuk meminta Refa mencabut tuntutannya, ia tidak mau jika Tia harus mendekam lama-lama di dalam penjara.
Sebelum ia pergi ke rumah sakit, ia sengaja membuatkan nasi goreng buatannya untuk ia berikan pada Refa sebagai salah satu cara membujuk Refa karena dari dulu Refa sangat suka nasi goreng buatannya.
" Bu, Rey pamit " ucapnya
" Kamu ga sarapan dulu nak " tanya sang ibu
" Maf hu Rey buru-buru " Ucapnya langsung mencium tangan sang ibu lalu segera pergi naik kedalam mobilnya.
" Kebetulan nasi gorengnya aku buat banyak, aku bawakan untuk Refa siapa tahu dengan begini Refa akan segera mencabut tuntutannya " ucap Bu Rani sambil tersenyum
Ia memasukan nasi goreng itu kedalam kotak makan lalu di hias dengan telur, tomat dan mentimun supaya tampilannya semakin menarik.
Setelah siap, ia segera membawa kotak sarapan itu menuju rumah sakit dengan menaiki taksi online yang sudah ia pesan sebelumnya, hari ini ia akan bersikap baik pada Refa agar bisa mendapatkan simpati Refa kembali.
Sesampainya disana ia segera keluar dari taksi onlinenya setelah ia membayarnya lalu segera masuk kedalam gedung rumah sakit. ia segera menuju Ruangan Refa sesuai dengan informasi yang di berikan salah satu pegawai yang ia tanyai di sana.
" Tenang Tia, kamu akan segera bebas karena ibu tidak akan membiarkan mu lama-lama di penjara.. segala cara ibu lakukan agar Kamu bisa secepatnya bebas termasuk membujuk Refa " batin Bu Rani
Bu Rani sudah sampai di depan ruangan Refa, ia segera mengetuk pintu dengan wajah tegangnya, ia takut hari ini gagal mendekati Refa karena memang akhir-akhir ini hubungannya dengan Refa sedang tidak baik.
Tok... Tok.. Tok...
__ADS_1
" Masuk " ucap Refa
Bu Rani membuka pintu ruangan Refa, ia melihat jika Refa sedang membaca dokumen yang tidak melihat jika yang datang itu adalah dirinya.
" Bagaimana ini, semoga saja Refa bisa di bujuk " ucap Bu Rani dalam hatinya
" Refa.. " panggil Bu Rani
" Suara itu " batin Refa langsung melihat ke arah suara berada
" Ibu... " ucap Refa dengan wajah kagetnya
" Bisakah ibu berbicara dengan mu.. " tanya Bu Rani
" Bisa Bu, silahkan Duduk " Ucapnya Refa mempersilahkan Bu Rani duduk didepannya
" Apa ibu menggangu pekerjaan mu " tanya Bu Rani melihat beberapa dokumen di depan meja Refa
" Syukurlah kalau begitu " ucap Bu Rani merasa lega
" Ibu, ada perlu apa datang menemui ku " tanya Refa
" Ibu membawa ini untuk mu " ucapnya langsung mengeluarkan kotak bekal sarapan yang sudah ia siapkan
" ini.. "
" Itu nasi goreng buatan ibu, dulu ibu ingat kamu paling suka nasi goreng yang ibu buat hingga Rey tiap hari membawakan bekal nasi goreng untuk mu " ucapnya Bu Rani sambil tersenyum
" Ibu masih ingat hal itu.. tapi untuk apa ibu bersikap seperti ini, apa ini ada hubungannya dengan Tia " batin Refa
__ADS_1
" Sepertinya Refa masih seperti dulu, sikapnya sopan dan baik padaku.. andai kamu anak orang kaya pasti ibu tidak akan menentang hubungan mu dengan Rey " batin Bu Rani
" Ayo di makan " ucap Bu Rani
Ada rasa sedih di hati Refa bagaimana kenangan bersama dengan Rey dan keluarganya sangat membekas. Ia sangat dekat dengan Rey dan ibunya dulu tapi sekarang ia tidak tahu lagi bagaimana harus menghadapi Rey dan ibunya karena tak dapat ia pungkiri hati kecilnya masih merasa sakit hati dengan ucapan Bu Rani tempo hari.
" Ah ia bu " ucap Refa memakan sedikit nasi goreng itu
Rasanya masih enak seperti dulu, nasi goreng yang selaku ia rindukan bahkan perhatian seperti ini juga yang selalu ia rindukan dulu ketika ia berpisah dengan Rey.
" Kenapa Bu cinta Rey hanya bisa di ukur dengan uang dan kekayaan.. apa kalian memang tidak pernah tulus dari dulu.. apa semua ini juga cuma sandiwara ibu dan Rey.. apa yang kalian rencana kan apa belum cukup kalian menyakiti hatiku " ucap Refa dalam hatinya
" Bagaimana enak "
" Enak bu " ucap Refa dengan senyum di paksakan
" Kalau begitu habisakan " ucap Bu Rani
" Ibu bicara saja, nanti akan aku habiskan nasi gorengnya " ucap Refa
" Baiklah, ibu juga tidak akan lama-lama di sini karena ibu juga tahu kamu sibuk "
" Kedatangan ibu kesini ingin membicarakan permasalahan kamu dengan Tia " ucap Bu Rani
" Sudah ku duga ternyata ibu bersikap seperti ini memang karena Tia.. aku yang tidak pernah mengerti kalau aku memang tidak di takdirkan dengan Rey sampai kapanpun " ucap Refa dalam hatinya
" Aku tidak boleh marah-marah saat ini.. apapun yang Refa katakan aku lebih baik mendengarkan " ucap Bu Rani dalam hatinya
" Oh, jadi ibu kesini gara-gara Tia.. " tanya Dengan nada sinisnya
__ADS_1
" Ya ia lah, masa ia aku kesini karena kamu.. aku harus tahan emosi, ini demi Tia " batin Bu Rani
" Ia nak.. kedatangan ibu kesini untuk membicarakan permasalahan kamu dengan Tia " jawabnya