Mengejar Cinta Dokter Cantik

Mengejar Cinta Dokter Cantik
Episode 58


__ADS_3

Rey dan sang ibu sudah berada di rumahnya dengan tubuh yang lelah, tapi bagi Bu Rani ia tidak boleh begitu saja menyerah ia menyuruh Rey untuk pergi ke alamat yang tadi Tia berikan untuk menemui pengacara yang biasa menangani kasus keluarga Tia.


" Bu, aku tidak mau pergi ke kota B untuk menemui pengacara Richard " ucap Rey


" Rey, kamu jangan begitu.. kamu ingat Tia lebih penting " ucap Sang ibu


" Tapi Bu, tadi aku sudah ijin masa besok harus ijin lagi " ucap Rey keberatan dengan perintah sang ibu


" Kamu tinggal ijin saja demi Tia.. ingat Tia sekarang ini sudah menjadi tunangan mu, dia yang lebih penting sekarang " ucap Bu Rani


" Bisa tidak sekali saja ibu tidak berbuat semau ibu, tapi tidak ada gunanya berdebat dengan ibu toh aku tidak akan menang " batin Rey


" Demi Tia aku akan menyuruh Rey datang Kesana, tapi aku tidak akan ikut dengan Rey, ada hal yang harus aku selesaikan " ucap Bu Rani dalam hatinya


" Baiklah, untuk kali ini saja aku akan ijin.. hanya hari ini " ucap Rey dengan wajah kesalnya lalu masuk kedalam kamarnya


Bu Rani sudah biasa dengan tindakan Rey yang seperti itu yang penting baginya adalah semua keinginannya bisa di lakukan oleh Rey.


Sedangkan di tempat lain tepatnya di ruangan Refa ia sedang bersiap-siap untuk segera pulang, sementara Samuel sedang menunggu dirinya di sofa hingga tertidur.


Refa segera menghampiri Sofa di mana Samuel berbaring di sana, ia melihat wajah Samuel dari dekat. Ternyata dia baru menyadari jika wajah Samuel tampan selama ini. Wajah Samuel saat ini sangat lucu ketika sedang tertidur membuat Refa tersenyum.


" Astaga Samuel lucu juga kalau sedang tidur.. terlihat sangat tenang, ish tapi apa-apaan sih kamu Refa malah berpikiran begitu, ingat Samuel itu teman mu " ucapnya Refa dalam hatinya


Pemilik tubuh yang sedari tadi di perhatikan akhirnya Bagun dengan wajah terkejut karena wajah dia dengan Refa sangat dekat, tapi kesadaran belum sepenuhnya saat itu.


" Kamu cantik " ucap Samuel sambil tersenyum memandang wajah Refa lalu duduk di sofa


Refa yang mendengar ucapan seperti itu langsung tersipu malu, pipinya merah merona menahan malu di depan laki-laki yang akhir-akhir ini dekat dan membuatnya nyaman.


" Ayo kita pulang " ucapnya Refa langsung berdiri dan membalikkan badannya

__ADS_1


" Tunggu " ucap Samuel langsung menarik tangan Refa hingga membuat Refa duduk di pangkuannya


Benar-benar kaget dengan situasi seperti itu, Refa langsung berdiri dengan wajahnya yang semakin kaget da malu, ia segera mengambil tasnya dan meninggalkan Ruangannya.


Samuel bahagia karena hari ia bisa sedekat itu dengan Refa apalagi barusan ia mencium parfum yang sangat wangi berasal dari tubuh Refa.


" Aku harus cari tahu wangi parfum yang Refa gunaka " batin Samuel


Samuel segera mengejar Refa sambil tersenyum.


" Refa tunggu " ucap Samuel masih mengejar Refa yang tidak menghentikan langkahnya


Mereka sudah menaiki lift bersama, Samuel ingin mengajak Refa makan malam seperti biasanya. tapi niatnya gagal karena ia mendapat telepon dari pesaing cintanya.


Kring... Kring...


" Ish, ngapain dia telepon aku.. lebih baik jangan di jawab saja.. aku ingin menghabiskan waktu berdua bersama dengan Refa malam ini " ucap Bu Samuel dalam hatinya


" Siapa yang telepon Samuel.. " ucap Refa dalam hatinya


" Angkat saja teleponnya, siapa tahu penting " ucap Refa


" Biarkan saja "


" Tapi dari tadi handphone mu berbunyi terus " ucap Refa


" Sudah biarkan saja, tidak penting juga " ucap Samuel mematikan kembali teleponnya


" Kalau kamu tidak mau mengangkat teleponnya biar aku saja yang angkat teleponnya " ucap Refa membuat Samuel dengan terpaksa mengangkat teleponnya


" Enak saja Refa mau bicara dengan Kevin... tak akan aku biarkan " ucapnya Samuel dalam hatinya

__ADS_1


" Halo.. " ucap Samuel dengan nada ketus


" Sialan, dari tadi aku telepon malah tidak di angkat, aku tahu pasti Sam sedang bersama dengan dokter Refa, ah ini kesempatan bagus untuk membuat Dokter Refa masuk kedalam ruangan ku dan menemaniku disini " batin Kevin


" Halo Sam kamu dimana " ucap Kevin dengan nada mengkhawatirkan


" Nada suara Kevin kenapa?? apa terjadi sesuatu padanya " ucap Samuel dalam hatinya


" Sial, dia malah tidak bicara apapun sekarang, baik kita buktikan sampai kapan kamu akan diam begini " ucapnya Kevin dalam hatinya


" Halo.. Sam.. Sam.. tolong.. tolong.. " ucapnya mengkhawatirkan


" Astaga, Kevin kamu kenapa " ucap Samuel dengan wajah khawatir


Kini mereka sudah sampai di lantai dasar, Refa langsung memencet tombol menuju lantai dimana Kevin di rawat. Ia tahu jika saat ini Samuel begitu mengkhawatirkan apalagi dengan suara Samuel yang menyebut nama Kevin barusan.


" Kevin ayo bicara kamu kenapa " ucap Samuel dengan nada keras


" Sudah kamu tenang dulu " ucap Refa memandang wajah Samuel


Merasa kesal karena ternyata benar Refa sedang berada di samping Samuel. Kevin Langsung menutup teleponnya. Hatinya terbakar cemburu karena Kevin juga menyukai dokter Refa.


" Kenapa telponnya dimatikan " ucap Samuel dengan nada marah


" Sudah jangan marah-marah, kita sudah sampai di lantai di mana Kevin di rawat, ayo kita segera kesana " ucap Refa


" Baiklah " ucap Samuel langsung berjalan cepat untuk segera menghampiri ruangan kevin


.


.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2