Mengejar Cinta Dokter Cantik

Mengejar Cinta Dokter Cantik
Episode 54


__ADS_3

Kini Tia sudah berada di kantor polisi, terlihat air matanya terus mengalir apalagi ketika polisi membawanya ke dalam sel penjara.


" Pa polisi tolong lepaskan saya.. saya ga salah apapun " ucap Tia


" Mohon tunggu dulu Nona Tia, kami akan memproses kasusnya terlebih dahulu, lalu setelah itu anda bisa menghubungi kerabat anda untuk segera datang kemari " ucapnya


" Pa, tolong hubungi calon mertua ku sekarang juga.. tolong lah pa " ucap Tia dengan wajah memohon pada polisi itu


Merasa tidak tega petugas polisi itu langsung menelepon Bu Rani sesuai dengan permintaan Tia yang terus saja menangis sebelum mereka menuruti keinginannya.


" Halo apa benar ini dengan Bu Rani? " tanya petugas polisi


" Benar pa saya Rani, memangnya ada apa ya pa, maaf ini saya berbicara dengan siapa? " tanyanya dengan wajah kaget


" Saya dari kantor polisi wilayah b, mohon anda untuk segera datang ke kantor kami karena seseorang yang bernama dokter Tia sudah melakukan tindak kejahatan dan sedang di tahan di kantor polisi, anda juga bisa membawa pengacara untuk mendampinginya " ucap petugas polisi


" Apa?? kator polisi??, bapak jangan bercanda, kenapa Tia calon menantu saya bisa berada di kantor polisi " ucap Bu Rani panik


" Jika anda ingin lebih tahu secara detail, anda bisa segera datang ke kantor kami, karena kami tidak bisa menjelaskannya lewat telepon " ucapnya


" Baik-baik pa, saya akan segera datang ke kantor polisi sekarang juga " ucap Bu Rani masih dengan keadaan panik


Setelah teleponnya di tutup oleh Bu Rani, ia segera siap-siap menuju Kantor polisi, namun sebelum ia pergi ke sana ia menghubungi Rey putranya itu. namun tidak ada jawaban.


Bu Rani tahu jika jam-jam seperti ini Rey sangat sibuk dengan pekerjaannya, ia langsung memesan taksi untuk segera datang ke kantor polisi yang penting sekarang adalah menemui Tia terlebih dahulu.


" Kenapa ga di angkat teleponnya sih Rey, sudahlah aku langsung berangkat saja ke kantor polisi setelah itu baru ke rumah sakit Menemui Rey " ucap Bu Rani yang sudah dalam perjalanan menuju kantor polisi


Kini Bu Rani sudah berada di kantor polisi dengan alamat yang sudah di berikan petugas polisi yang tadi meneleponnya. ia segera masuk kedalam dengan terburu-buru.


" Selamat siang pa, Saya Bu Rani saya calon mertua dari Dokter Tia " ucapnya


" Oh ibu yang barusan berbicara dengan saya di telepon " tanyanya

__ADS_1


" Benar pa " ucapnya


" Baik, ibu ikut kami ke ruang tunggu, kamu akan memanggil dokter Tia terlebih dahulu " ucapnya


" Baik Pa " jawabnya


Bu Rani menunggu di tempat yang sudah di sediakan khusus, ia menunggu kedatangan Tia dengan wajah panik dan khawatir.


" Tia,, kenapa bisa kamu sampai ke kantor polisi, apa yang sebenarnya kamu lakukan nak, apa yang harus aku katakan pada ibu mu " batin Bu Rani


Tak lama kemudian Tia datang dengan tangan di borgol, tampak matanya bengkak dan keadaannya tampak mengkhawatirkan Bu Rani.


" Ibu.. " ucap Tia kembali menangis memeluk Calon mertuanya itu


" Waktu kalian hanya lima belas menit " ucap petugas polisi yang membawa Tia barusan


" Baik bu " ucap Bu Rani.


" Sudah nak jangan menangis terus, lihat keadaan mu sekarang.. ibu sedih melihatnya " ucap Bu Rani


" Bu, tolong keluarkan Tia dari sini, Tia tidak betah disini.. Tia ingin pulang.. Tia tidak mau di penjara " ucap Tia dengan wajah memohon pada calon mertuanya itu


" Ibu pasti akan keluarkan kamu dari sini, kamu tenang saja " ucapnya


" Ini semua gara-gara Refa " ucap Tia dengan nada bicara marah


" Apa maksudnya nak, cepat katakan yang sebenarnya terjadi pada ibu agar ibu bisa segera mengeluarkan kamu dari sini " tanya Bu Rani


" Bu, aku ga salah bu " ucap Tia sambil Menangis kembali


" Ibu pasti akan berada di pihak mu asalkan kamu jujur pada ibu, apa yang sebenarnya terjadi " ucap Bu Rani


" Bagaimana ini, apa aku jujur saja tapi kalau aku jujur bagaimana kalau ibu malah marah padaku " batin Tia mulai bingung harus menjelaskan dari mana

__ADS_1


" Ayo nak katakan " ucap Bu Rani


" Ibu, aku menaruh obat pencuci perut kedalam bubur milik refa " ucapnya Tia tampak ragu-ragu


" Hanya itu?? kenapa Refa sampai memasukan kamu kedalam penjara " ucap Bu Rani dengan nada marah


" Justru itu Bu, Refa ingin memisahkan aku dengan Rey, Bu tolong aku Bu.. aku ga mau kehilangan Rey " ucapnya sambil menangis


" Tidak ada yang bisa memisahkan kamu dengan Rey, kamu adalah jodoh Rey.. kamu tenang saja " ucap Bu Rani menenangkan hati Tia


" Bagus deh Bu Rani malah berpihak padaku.. aku jadi tenang sekarang, aku harus membuat Refa di marahi oleh Bu Rani habis-habisan.. biar dia tahu rasa " ucapnya Tia dalam hatinya


" Kenapa selalu berhubungan dengan Refa padahal dulu aku sudah memperingatkan dia supaya tidak dekat-dekat dengan Rey, dia lakukan hal ini pada Tia hanya ingin membalas perbuatan ku melalui Tia " ucap Bu Rani dalam hatinya


" Semenjak Rey bertemu dengan Refa, hubungan kami semakin menjauh karena Rey dan Refa semakin dekat Bu, aku tidak terima dan aku cemburu " ucap Tia sengaja memprovokasi Bu Rani agar marah pada Refa


" Kamu tenang saja ibu tidak akan biarkan itu " ucap Bu rani


" Ibu lihatkan kemarin Rey jadi anak pembangkang karena hal itu Bu.. aku tidak tahan dengan sikap Rey yang berubah " ucap Tia


" Ibu akan temui Rey Habis dari sini " ucap Bu Rano


" Tapi ibu jangan bilang jika ibu tau sikap Rey berubah dari aku, aku takut Rey semakin marah padaku... " ucap Tia


" Kamu tenang saja,.. kamu sabar dulu di sini, ibu akan keluarkan kamu secepatnya " ucap Bu Rani


" Terima kasih Bu, ibu memang mertua terbaik ku " ucap Tia sambil tersenyum


" Kalau begitu ibu pamit " ucapnya


" Baik bu hati-hati dijalan " ucap Tia


Bu Rani pergi dari kantor polisi sedangkan Tia di bawa kembali kedalam sel tahanan.

__ADS_1


__ADS_2