Mengejar Cinta Dokter Cantik

Mengejar Cinta Dokter Cantik
Episode 59


__ADS_3

Mereka tiba di ruangan Kevin, dengan langkah tergesa-gesa Samuel langsung menghampiri Kevin.


" Kevin, bagaimana keadaan mu.. apa yang sakit " ucap Samuel dengan nada bicara panik


" Bagus, akhirnya mereka berdua menemui ku " ucap Kevin dalam hatinya senang


" Biar aku periksa dulu " ucap Refa menghampiri Kevin


" Yes, akhirnya Refa peduli pada ku " batin Kevin


" Baiklah " ucap Samuel mundur ke belakang tubuh Refa agar tidak menghalangi pemeriksaan pada Kevin


Refa segera membuka tasnya, ia mengeluarkan alat-alat untuk ia gunakan memeriksa keadaan Kevin.


" Apa yang anda rasakan sekarang Tuan kevin " ucap Refa


" Panggil aku Kevin dong " jawabnya


" Baiklah, saya ulangi lagi pertanyaan saya.. apa yang Kevin rasakan sekarang.. " tanya Refa


" Ini " ucap Kevin memegang dadanya


Dengan cepat Refa segera memeriksa dada Kevin, namun yang membuat bingung karena tidak ada yang salah dengan dada Kevin.


" Kevin, Apa yang anda rasakan di dada anda " tanya Refa


" Bukan dada dok, tapi hatiku.. " ucapnya Kevin protes


" Ok, hatimu merasakan apa... apa ada rasa nyeri " tanya Refa kembali


" Hatiku sakit... saat telepon dan pesan yang saya kirimkan tidak di jawab oleh dokter Refa " ucap Kevin sambil tersenyum menggoda


" Apa-apaan Kevin, kenapa malah menggoda Refa.. sial apa ini salah satu triknya " batin Samuel


" Kevin, mohon maaf jangan bercanda, apalagi mengenai penyakit anda, saya disini berusaha untuk menyembuhkan anda " ucapnya Refa dengan nada kesal


" Saya serius Dok, apalagi Dokter berdekatan terus dengan Samuel, hati saya sangat sakit " ucap Kevin melirik wajah Samuel dengan tatapan tak suka


" Sial, Kevin memang benar-benar sudah membohongi ku.. lihat saja kau Kevin " batin Samuel kesal dengan ucapan Kevin

__ADS_1


" Saya rasa anda sudah sehat, besok pagi saya akan membuat surat kepulangan anda dari rumah sakit ini " ucap Refa


" Tunggu dong Dokter Refa, jangan marah-marah nanti cantiknya hilang,.. aku hanya berkata jujur ko.. kalau aku suka sama.. " ucap Kevin terpotong karena Samuel langsung mengajak Refa pergi makan malam


" Jangan biarkan Kevin mengungkapkan cintanya.. aku harus membuat dokter Refa jauh-jauh dari Kevin " batin Samuel


" Oh ia Refa, lebih baik kita makan dulu.. perutku sudah lapar " ucap Samuel


" Sial, ucapan ku malah di potong sama Samuel.. awas saja kamu " ucap Kevin dalam hatinya kesal


" Aduh, seperti perutku juga sakit.. aku belum makan dari tadi.. " ucap Kevin melihat ke arah meja di sampingnya terdapat makanan dari rumah sakit yang belum ia sentuh


" Itu di samping mu Makanan, kamu makan saja yang itu " ucap Samuel


" Tapi aku tidak suka makan makanan rumah sakit, rasanya tidak enak " ucap Kevin


" Mana ada masakan rumah sakit yang enak " sindir Samuel


" Dokter.. tolong... " ucap Kevin memegang tangan Refa dengan wajah memelas


" Lepaskan tangan mu itu " ucap Samuel dengan nada marah


" Ayo dokter Refa, biarkan saja dia makan sendiri, kita cepat makan keburu malam " ucap Samuel menarik tangan kiri Refa


" Dokter tolong aku " ucapnya Kevin menarik tangan Refa yang kanan


Adegan saling tarik antara Kevin dan Samuel pun dimulai membuat Refa kesal dan merasa kesakitan karena tangannya di tarik-tarik seperti itu.


" Ini kenapa malah aku jadi korban dari mereka.. mana tangan ku sakit lagi " batin Refa


" Takan biarkan Kevin merebut Refa dari sisiku " batin Samuel


" Lihat saja Samuel.. Dokter Refa hanya milikku seorang " batin Kevin


" Stop... " teriakan Refa membuat keduanya kaget


" Lepaskan tangan ku " ucap Refa dengan nada marah


" Kalian tarik-tarik tangan ku, sakit tahu " ucap Refa dengan tatapan marah

__ADS_1


" Refa aku.. mau minta maf " ucap Kevin


" Aku juga maafkan aku " ucap Samuel


" Sudahlah kalian tunggu disini, aku akan membelikan makanan untuk kalian.. awas kalau sampai bertengkar lagi " ucapnya Refa


" Dokter Refa biarkan Samuel yang membelikan makanan untuk kita.. lebih baik Dokter Refa temani aku saja disini " ucap Kevin


" Takan biarkan Refa berduaan dengan Kevin disini " batin Samuel


" Refa tunggu, biar aku temani kamu beli makanan " ucapnya Samuel


" Tidak usah, kamu temani saja Kevin disini " ucap Refa


" Tapi.. " ucap Samuel namun Refa tidak mendengarkan ucapannya


Refa langsung keluar dari ruangan Kevin, ia langsung menuju kantin sendirian, ia masih kesal dengan sikap antara Kevin dan Samuel yang terlalu kekanak-kanakan tadi, sampai tangannya sakit karena ulah mereka.


Refa memesan dua makanan untuk di bungkus sedangkan Dirinya memesan makanan untuk di makan di kantin. ia berencana akan meninggalkan Kevin dan Samuel setelah ia menghabiskan makanannya itu.


Tanpa di duga dia bertemu dengan dokter Amel, mereka pun makan bersama disana. Dokter Amel berjaga di malam hari sesuai tugasnya setiap bulan sekali.


" Gara-gara Dokter Tia di penjara aku jadi harus piket malam " ucap Dokter Amel


" Bukannya kamu senang karena kamu tidak bertemu lagi dokter Tia?? " ucap Refa sambil tersenyum


" Ia sih, Dokter Tia memang jahat dan terlalu sombong, mungkin itu balasan untuk dia " ucap Dokter Amel


" Sudah jangan membicarakan orang lain, tidak baik " ucap Refa


" Biarkan saja, toh ini fakta bukan gosip.. oh ia Bagaimana kasusnya, apa kamu ingin mencabut kasusnya atau malah ingin memenjarakan Dokter Tia " tanya Dokter Amel


" Kalau boleh jujur sih, aku ingin mengeluarkan dokter Tia, aku merasa kasian padanya " ucap Refa


" Ish, jangan di keluarkan dari penjara.. kalau ada dia hidupku akan susuh " ucap Dokter Amel


" Sudahlah, aku hanya ingin membuat dia jera bukan untuk memenjarakan dia " ucap Refa


" Kamu memang baik " ucap Dokter Amel

__ADS_1


Kini mereka sudah selesai makan malam bersama, Refa pamit pada Dokter Amel namun sebelum ia pamit, dia menitipkan dua bungkus makanan untuk di antarkan ke ruangan Kevin.


__ADS_2