
pagi menjelang, pukul 07 00 pagi semua pasukan telah siap dengan alat dan tugas masing masing.
sebelum bergerak, adiba dan tim garuda kembali brief untuk tugas masing masing prajurit.strategi final dan langkah awal pembebasan sudah mereka dapatkan kemudian merekapun berangkat.
adiba yang sudah memakai seragam lengkap dengan peralatan canggih yang menempel ditubuhnya( penyadap suara). mulai bergerak lebih dulu diiringi oleh capten aryan dan prajurit yang mengintai dari belakang,(memakai alat pelacak lokasi)
"sudah mendekati lokasi" adiba berbica pada saluran diseberang sana.
sekarang adiba telah tiba di lokasi penyanderaan dan akan masuk ke dalam. sedikit gugup yang ia rasakan tetapi ditepisnya " demi anak anak itu" gumamnya dalam hati.
ada 2 orang pengawal pemberontak itu datang, dan menodongkan senjata kepada adiba.
" siapa kamu,, kenapa kamu datang kesini, mau cari mati ya...!??" (nada mengancam)
adibapun menjawab
" aku letnan adiba, yang bertugas di kota ini. kalian telah menculik anak anak yang tak berdosa, aku kesini mau bertemu dengan ketuamu"
kedua laki laki itu terkejut, tidak menyangka bahwa yang datang itu adalah seorang wanita, karena wajah adiba sedikit di coret coret menyamarkan jati dirinya dan kecantikanya. kalu tidak mendengar suaranya orang itu tidak tahu kalau yang datanga dalah seprang wanita.
" kau seorang wanita??" salah satu lelaki itu berbicara
" kenapa kalau aku wanita, tugas ku disini untuk menyelamatkan para sandera. aku ingin bertemu dengan ketuamu, aku mau berunding denganya." ucap adiba
kedua lelaki itu tertawa meremehkan adiba dan tertawa terbahak bahak. adiba yang sedikit terbawa emosi langsung menghajar salah satu pengawal itu dengan mengeluarkan sedikit keahlianya, senjata itupun mengarah kepengawal itu dan dengan nada mengancam ia pun berkata.
" aku bisa saja langsung membunuh kalian detik ini juga, tetapi aku tidak mau, aku kesini hanya ingin berdamai dan meminta kalian melepaskan para sandera."
kedua orang itu ketakutan dan gemetar, adiba melanjutkan kembali
" aku tidak membawa senjata, yang aku inginkan bertemu ketua kalian. !" (nada marah)
__ADS_1
keduanya pun menyuruh adiba menunggu dan masuk untuk melaporkan kepada kwtua mereka bahwa ada yang ingin bertemu.
adiba menunggu sambil mengamati tempat tersebut dan terlihat ada beberapa orang pengawal di sisi kiri dan kanan gerbang sekolah itu. ia berkata " lumayan penjagaanya terlihat agak ketat"
perkataan kecil itu adalah laporan ke tim untuk menyusun strategi pelumpuhan target. tak lama kedua orang tadi datang dan membawa adiba masuk kedalam markas mereka,sebelum membawa adiba mereka memeriksa apakah ada senjata yang dibawanya.
berhubung lelaki yang memeriksa ia tidak mungkin memegang tubuh adiba, itulah keuntungan yang adiba punya menyimpan senjata diarea yang tidak bisa dijangkau oleh para lelaki tersebut. sidikit senyum yang keluar dari bibirnya.
disisi lain aryan yang sudah mengetahui sedikit gambaran dari info yang diberikan adiba tadi, mengatur strategi dan meposisikan masing masing prajurit, tak terkecuali rey sahabatnya yang adalah pasukan garuda.
semua target dan posisi telah diisi oleh masing masing tinggal menunggu aba aba selanjutnya,
" semuanya bersiap di posisi masing masing"
seru aryan kepada anggotanya
" siap capten" seru semua yang sudah bersiap
" adiba semua sekarang tergantung denganmu, semua pasukan sudah di posisinya masing masing" seru aryan kepada adiba
" tenanglah... semua akan baik baik saja,,! " terdengar begitu menyejukkan hati seorang adiba yang dirundung kegugupan
" harus bisa,, tanpan ada yang terluka.." hibur adiba dalm hati
sesampainya di depan pintu ruang itu, seseorang memberi tahu bosnya dan membukakan pintu ruang tersebut.
" ooohh... selamat datang letnan adiba" kalimat pembuka yang dilontarkan oleh ketua GPK itu.
" senang bisa bertemu denganmu, ada yang bisa saya bantu..??" basa basinya
" saya datang kesini hanya untuk meminta mu melepaskan para tahanan, mereka hanya anak anak yang tidak bersalah" ucap adiba
__ADS_1
" ha ha ha..., saya tahu itu,, mereka hanya anak anak karena itu saya tahan, agar kalian para prajurit tidak bisa sembarang menembak" siketua kembali berkata sambil senyum licik
" apa yang kau inginkan,? agar saya bisa membawa para sadera itu tanpa cidera!!" tanya adiba lagi
" aku ingin kota ini terbebas dari negara A, aku,, ah... tidak.. kami ingin kota ini berdiri sendiri tanpa ada sangkut pautnya lagi dengan negara yang kalian abdi. kami sudah muak dengan kepala negara kalian yang sudah mengabaikan kota kami!!" jelas sang ketua (emosi)
" ada solusi atas masalah yang dihadapi tapi tidak dengan mengorbankan nyawa anak anak, lepaskan para sandera dan bernogolah dengan kami,!" seru adiba kepada ketua GPK itu
" huh... dengan begitu kalian lebih mudah untuk membunuh kami! dan membuat kami menjadi teroris??" emosi siketua
" sepertinya ini akan sangat sulit, kau tidak bisa diajak berdamai" ucap adiba sambil mendelik ke ketua GPK
"satu langkah saja kau mengangkat senjatamu,, anak anak itu akan mati dihadapanmu"nada acaman yang di layangkan ketua itu.
" baiklah.. kalau memang membunuh yang kau inginkan,, aku tak apa,, toh juga yang kau bunuh adalah rakyatmu sendiri, penduduk kota ini,, biar penduduk disini sedikit berkurang bagiku tak masalah,,, "
" jadi kukira kalaupun banyak yang mati tentu tidak akan merugikanku karena kota ini sudah menjadi pemberontak yang menentang negara A"
ancaman yang di layangkan adiba sedikit menggertakkan ketua GPK itu, tetapi ia sadar kalau itu hanya ancaman seorang adiba terhadapnya..
belum selesai perdebatan diantara mereka terjadi suara tembakan di dalam gedung sandera.
adiba yang mendengar suara tembakan tersebut emosi, dengan kasar ia menarik baju ketua GPKitu dan bertanya
" kenapa ada suara tembakan, siapa yang menembak dan siapa yang ditembak, jika ada yang terluka ataupun mati, kalian semua tanggung akibatnya" ancam adiba
siketua dan adiba berlari menuju tempat suara tembakan tadi dan adiba melihat sosok mayat anak kecil yang bermandikan darah.
ya... seorang anak kelas 5 sd meninggal karena ditembak oleh salah satu anggota GPK yang kesal karena anak tersebut selalu menangis dan tak kunjung diam.
" siapa yang melakukan ini,,?" jerit adiba dengan nada marah. matanya membulat sempurnah seperti singa yang akan memakan mangsanya.
__ADS_1
*****
bersamhung dulu ya... 😁😁