mengejar cinta sang Letnan

mengejar cinta sang Letnan
36. air matamu..


__ADS_3

diruang rawat vip rs.xx


randi yang sudah memeriksa keadaan shila tadi memutuskan untuk membiarkan shila untuk dirawat di rumah sakit dahulu, karena ia hawatir mengingat sakit kepala yang dialami oleh gadis itu, dan juga shila belum juga membuka matanya sudah sejak 7jam lalu ia pingsan.


randi merencanakan untuk memeriksa kembali bagian kepala shila, apakah kembali berdampak dengan pingsan yang dialami oleh shila.


dr.randi duduk dipinggir brangkar yang ditempati oleh shila sambil memegang tanganya, randi pun mengingat kejadian beberapa jam yang lalu ketika ia hendak menjemput shila kembali ke ruang kerjanya.


ia melihat shila yang benar benar menatap pria yang ia tahu beenama aryan itu dengan penuh kerinduan dan.. tatapan sendu yang bum pernah shila berikan kepada randi.


flash back on.


randi berjalan menyusuri koridor menuju kekantin, kebetulan ia berpapasan dengan perawat yang mengenal shila.


" siang dok..." sapa perawat itu yang bernama ria


dr.randi hanya menjawab dengan anggukan kepala, tetapi kemudian ia menyadari bahwa suster ria mengenal shila, dr.randi pun menghentikan suster ria kemudia bertanya.


" suster ria..." panggil dr.randi


" iya dok.. ada yang bisa saya bantu.


" mmmm... apa suster melihat shila??" tanya dr.randi


" ahh... iya.. tadi saya lihat ia berjalan kearah kantin dok, tetapi sepertinya sedang duduk dibangku taman." ucap suster ria


" ooh... terimakasih sus.." ucap dr.randi kemudian meninggalkan suser ria.


" sama sama dok.." jawab suster ria dengan senyum tipisnya seraya membungkukkan badan.


dr. randi terus berjalan menuju arah yang diberitahukan kepadanya tadi, tak berselang beberapa jauh ia melangkah,, dr.randi pun melihat sosok yang sedang ia cari, ternyata sedang berdiri menghadap ke samping, kalau dari sisi dr.randi ia hanya terlihat separuh badan shila.


dr.randi pun tersenyum dan terus berjalan mendekat kearah shila berdiri, masih tersisa beberapa meter lagi ia akan menemui shila, ia menghentikan laju kakinya dan melihat dengan kedua matanya kalau gadis yang ia sukai kini tengah menangis... randi keran.. apa yang dapat membuat shila menangis, sedangkan masalah apapun shila tak punya terlepas dari shila yang merupakan seorang gadis yang hilang ingatan.

__ADS_1


randi terus memperhatikan arah shila menatap, dan betapa terkejutnya randi, mendapati sosok seorang lelaki gagah dengan pakaian militernya berdiri agak jauh dari shila, tetapi juga dengan berurai air mata.


sesak jelas yang tengah randi rasakan karena ia belum pernah melihat sang pujaan hati menangis dengan mimik muka yang mendamba, bahkan terlihat sangat merindukan lelaki yang entah siapa itu gerangan.


sesakk.. semakin panas membara yang dirasakan oleh randi, " kenapa kau menagis intuknya shila... ?" ucap lirih randi yang taka da satupun orang yang bisa mendengarnya.


* flash back off*


randi terus memikirkan dengan apa yang telah ia lihat tadi, jelas pria itu bukanlah orang yang tak mengenal shila, bahkan lebih dari itu,tidak mungkin ada lelaki yang sanggup mengeluarkan airmata dihadapan orang lain kecuali memang sudah sangat mencintai dan menyayangi orang itu.


semua fikiran fikiran negatif dan takut akan kehilangan shilapun menghantuinya, ia sampai tak sanggup untuk membayangkan kalau ia akan kehilangan satu satunya gadis yang bisa membuatnya jatuh hati itu. masih dengan pemikiran yang pelik, randi pun bergumam dengan sendirinya" mungkinkah dia ada huhunganya dengan masa lalumu shila..?" randi terus memegang tangan shila hingga tak ingin ia lepas lagi, sangkin ia sangat menyayangi gadis ini.


randi terus memandang shila yang sejak tadi hanya tertidur, seolah tak ningin bangun.


randi melihat bulir bulir bening yang lolos keluar dari mata indah shila yang sedang terpejam.. ia melihat kalau shila menangis entah apa yang ia tangiskan sedangkan randi tidak dapat mendengar gumaman yang keluar dari mulut shila.


" apa yang kau rasakan shila... air mata ini...?? kenapa terus keluar dari mata indahmu yang terpejam." ucap randi pelan.


randi pun mengusap air mata yang keluar itu dan mengelus lembut pipi gadis yang katanya adalah yunanganya itu.


suara derit pintu berbunyi menandakan ada orang yang masuk keruangan itu, siapa lagi kalau bukan kedua orang tua randi yang juga sudah sangat menyayangi shila.


randipun memutar kepalanya menghadap pintu dan berkata.


" ma...?" sapa randi pada bu ira yang baru saja datang.


" sayang... bagaimana keadaan shila..?" tanya sang ibu


" sekarang shila sedang tidur ma,, sepertinya ia sedang bermimpi dengan kenangan kenangan dia yang dahulu, karena sudah sejak beberapa jam yang lalau, shila belu juga ingin membuka matanya ma." ucap randi lirih


bu ira memandang anaknya, ada sedikit kekhawatiran didiri snag ibu mendengar penjelasan dari sang anak, ttapi ai tetap berusaha untuk menghibur sang putra.


" kamu yang sabar ya sayang... semoga yang maha kuasa memberikan yang terbaik dengan shila, yang penting dia kembali sehat dulu.." nasehat sang ibu pada randi.

__ADS_1


" ya bu.. aku mengerti.." kemudian keduanya larut dalam pikiranya masing masing.


****


" capten aryan..." sapa seorang gadis dari arah belakang tuhuhnya, tangan gadis itu menepuk pelan pundak capten aryan.


aryan pun menoleh kebelakang dan mendapati dr.nana sudah berada dihadapanya.


" ahh.. dr.nana.." ucap capten aryan


" NANA .. kak buka dr.nana, bukanya kita baru saja berjanji jntuk menjadi teman, kenapa kembali memanggilku formal lagi.?" protes dr.nana pada capten aryan


aryan hanya tersenyum mendengar celoteh dr.imut yang selama ini telah membantu dirinya dari keterpurukan dan kesakitan yang diderita oleh tubuhnya.


" kok ada disini... bukankah kita janjian berteku dikantin..?" ucap capten aryan.


"aahh.. iya, tapi saya sudah menunggu kakak di kantin selama 2 jam, tapi kakak belum iuga datang dan saya telp iuga tidaka kakak angkat" jelas dr.nana pada aryan.


aryan pun merogoh saku belana tempat ia menyimpan benda pipin yang biasa digunakannya untuk menghubungi orang. benar saja ia telah melihat beberapa panggilan tak terjawab dari nana, bahkanasa pesan singkatnya juga.


" maaf kan saya na, tadi ada sesuatu yang mendesak, jadi ya.. begitulah.." ucap aryan yang bingung harus menjelaskan seperti apa, ia uuga tidak tahu.


"ya sudah.. ayo kita keruang pemeriksaan, kasian dokternya uda nunggin kakak dari tadi, untung saja saya bisa meyaoinkan untuk tidak membatalkan janji temu kita dengan dia." celoteh dr.nana


" begitukah... ??" ucap aryan sambil menatap dr.nana dengan eebelah alisnya teranhkat keatas.


nana yang ditatap seperti itu merasakan salah tingkah, ia sangat bahagia melihat sosok yang sudah mulai berubah hangat, meski terlihat jelas dari raut wajah sang capten kalau ia baru saja menangis.


" kalau begitu terimakasih na.." ucap aryan smabil mengelus kepala nana.


nana hanya tersenyum mendapati elusan lembut dari seorang aryan dan mereka pun melajukan jalannya kearah ruang dokter yang akan memeriksa capten aryan.


***********

__ADS_1


bersambung dulu y manteman.. semoga terhibur๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š


__ADS_2