mengejar cinta sang Letnan

mengejar cinta sang Letnan
5. seperti Dia


__ADS_3

"tiiidaaaaaak......!!!"


teriak adiba histeris, karena tidak sengaja melepaskan bayi yang sedari tadi ia lindungi. akibat hantaman yang ia terima dari belakang badany.adiba terhempas ke jalan, hanya teriakan itu yang bisa ia lakukan sambil berdoa semoga ada yang menyelamatkan bayi malang itu.


sejenak adiba menutup matanya karena tak tahan melihat bayi yang terlepas dari tanganya itu akan terjatuh ke jalanan yang beraspal itu.


tak tahan akan nasib sang bayi adiba kembali membuka matanya,tak percaya dengan keajaiban yang datang. terlihat seorang lelaki yang telah menggendong sang bayi. adiba yang melihatnya merasa lega, "ahirnya ada juga yang menolong bayi itu",senyum terukir indah terlihat di wajahnya.


*flash back on*


aryan yang berjanji bertemu dengan rey sahabatnya di luar mall pun bertemu, mereka sedikit berjalan karena aryan yang memarkirkan mobilnya di area luar mall. seketika jantungnya berdegub hebat, dia yang tadinya berjalab tiba tiba berhenti sejenak, bertanya dalam hati "ada apa ini, kenapa jantungku berdegub kencang? tak biasanya seperti ini. ada apa ini,,?"


rey yang melihat aryan berhenti berjalan pun heran, dan bertanya


"kenapa bro? kok berhenti!"


"tidak tahu rey, aku merasakan ada sesuatu yang terjadi, tidak tahu kenapa jantungku berdegub kencang. entah apa yang membuat perasaanku tak tenang" jawab aryan


" sudahlab bro, mungkin perasaanmu saja.


" sudah biarkan saja, itu akan hilang dengan sendirinya" hibur rey


mereka berdua pun berjalan kembali, dan tidak tahu kenapa aryan mengajak rey berjalan memutar melewati ruko ruko yang baru dan sepi. baru beberapa meter mereka berjalan terlihat seorang wanita yang sedang menggendong bayi terkepung banyak para preman, dan dihantam kayu oleh salah satu preman itu.


lebih tercengang lagi kedua pria itu melihat bayi yang digendong lepas dari wanita itu, membuat kedua pria itu berlari begitu kencang. aryan mempercepat larinya agar dapat menangkap bayi itu, dan ahirnya sang bayi mendarat sempurna di tangan aryan tanpa terjatuh dengan gaya sedikit memutar.


*flash back off*


" yeeeaaahhh.. dapat..!" aryan berkata sambil tersenyum senang karena dapat menyelamatkan bayi itu, sedik lega yang ia rasakan.


Tak terduga aryan dan adiba saling menatap terjadi aksi saling tatap antara kedua insan itu seperti wajah kerinduan yang telah lama tak bertemu.


adiba merasakan sesuatu yang tak biasa ketika melihat aryan, terbesit difikirannya kalau aryan adalah lelaki kecil yang selama ini ia rindukan. semakin ia menatapnya semakin kenangan akan masa kecilnya dulu terlintas ketika adiba dan aryan berlari mengejar layangan putus yang ternyata didapatkan oleh aryan." hore.. aku dapat...! " ujar si lelaki kecil itu(aryan kecil)

__ADS_1


" waaah... kamu hebat,, kamu mendapatkannya" kata (adiba kecil)


memori itu menghilang dan kembali ke alam nyanta, adiba menyadari bahwa ada yang harus ia selesajkan ketimbang membayangkan masa lalunya yang belum pasti adalah dia.


aryan tersenyuma bahagia, karena bertemu dengan pujaan hatinya diluar dari apa yang sudah ia rencanakan.


" ternyata pertemuan kita terjadi diluar dari yang sudah aku rencanakan, belahan jiwaku zahrah"


tersadar akan lamunanya sendiri, ia langsung mendekati para preman dan melihat rey yang sudah lebih dulu membantu adiba berdiri.


" kau tidak apa apa..?" tanya rey pada adiba


" tidak... aku tidak apa apa.." jawab adiba


" sepertinya aku mengnalmu,,!


kau... bukankah kau letnan adiba " ucap rey


" ya......-" adiba akan menjawab terpotong oleh salah satu preman yang berkata


" ups... kalian ini benar lelaki kah..? kok bisa bisanya mengepung wanita ini sendirian" rey berucap


"heh... kau juga akan kami bereskan.. berhenti berbasa basi ucap bos preman karena tak sabar ingin menghabisi mereka bertiga.


aryan kemudian tersenyum masih dengan menggendong sang bayi, berkata


" baiklah.. akan kami layani. tapi jangan menyesal nantinya..!" (sambil tersenyum devil)


terjadilah perkelahian sengit mereka melawan lima belas preaman itu, adiba yang ikut melawan sedikit memperhatikan aryan yang sedang bertarung melawan preman itu sambil menggendong bayi. tanda tanya itu trus memenuhi kepalanya yang terus bertanya benarkah itu lelaki kecilnya.


dengan kelihaian dan kekuatan yang mereka bertiga miliki, ahirnya para pereman itu kalah telak, dengan wajah yang babak belur dan badan yang tadinya kokoh sekarang menjadi lemah tak berdaya penuh memar tergeletak begitu saja di jalanan itu.


"ahirnya... KO juga mereka " lega adiba

__ADS_1


aryan kemudian berjalan mendekati adiba, terjadi saling tatap antar adiba dan aryan. terus berjalan dan memandang itulah yang dilakukan aryan. ketika beberapa langkah lagi ia menjangkau adiba yang ingin memberika sang bayi, langkahnya pun terhenti karena dihampiri sang ibu dari bayi tersebut.


"zhie... anakku.. " ucap wanita itu sambil meminta sang bayi dari tangan aryan


" teriama kasih... kamu telah menyelamatkan anak saya... " ucap sang wanita sambil menangis bahagia


" tidak apa apa mbak.. itu sudah lewajiban kami untuk saling menolong" jawab aryan


terlihat seotang wanita berparas cantik dan feminim(terlihat seperti seorang dokter) berlari menghampiri aryan dan wanita yang merupakan kakaknya.


" mbak, gimana keadaan zhie... ? apa dia baik baik saja..?" tanya nana


" iya dia tidak apa apa sekarang sedang tertidur. mas ini yang menyelamatkanya.. " jelas wanita itu


" terima kasih... saya nana.. tantenya zhie bayi yang sudah anda selamatkan." nana mengajak aryan berjabat tangan sambil mengucapkan terima kasih.


" saya aryan" ucap aryan sambil menerima jabatan tangan nana


sekilas terjadi debaran yang tak terduga dirasakan oleh nana, yah... ia menaruh hati pada aryan pada pandangan pertama. aryan tak menganggap apa apa kemudian tersenyum lalu berkata " kalau begitu saya permisi.." sopan arya kepada kedua wanita itu


nana hanya menatap tak bekedip akan kepergian aryan dan memegang dadanya seolah berkata " kenapa aku merasa ada sesuatu yang aneh dalam diriku ketika bertemu denganmu" sambil tersenyum


kakaknya hanya tersenyum memandang adiknya yang terlihat menyukai pria yang baru saja menyelamatkan anaknya itu.


disisilain adiba yang di dekati rey bertanya pada adiba" gimana letnan,, apa dirimu tidak apa apa?"


"iya... saya baik baik saja,, jangan panggil saya letnan, panggil saja adiba kita lagi diluar kerja dinas dan saya sedang cuti.saya tidak mau semua orang tahu kalau saya seorang prajurit" ucap adiba sambil tersenyu


" terimakasih juga telah membantu saya" lanjut adiba


" tidak apa apa let, sudah kewajiban kita yang anggota aparat ini harus saling membantu" rey berkata sambil tersenyum menatap adiba kerena rey juga merasa tertarik akan wanita yang dihadapanya ini.


rey adalah seorang perwira yang juga bepangkat letnan tetapi satu tingkat dibawah adiba. rey merasa ia sangat menyukai gadis pemberani itu, karena memang sudah beberapa tahun ini rey memendam rasa pada adiba.

__ADS_1


" banyak polisi yang datang karena, ditelpon oleh ayah beby zhie yang merupakan anak dari orang terkaya di negara A.semua pereman yang dilumpuhkan itu dibawa kekantor polisi.


*******


__ADS_2