mengejar cinta sang Letnan

mengejar cinta sang Letnan
8. kembali terpisah


__ADS_3

Bulir bulir air mata sudah tak terbendung lagi, mengalir begitu saja saat perasaan haru dan bahagia yang adiba rasakan. tak terlihat lagi seorang wanita yang dingin dan tegas itu, yang ada hanya seorang wanita yang sedang dimabuk cinta karena kekasihnya telah datang . tidak menunggu waktu yang lama, adiba langsung memeluk aryan dan menyalurkan kerinduan yang dideranya selama ini.


seakan bersyukur kepada sang pemilik hati yang telah mempertemukan kembali dirinya dengan pria masa kecilnya. aryanpun pun merasa demikian, membalas pelukan rindu dan menyalurkan segala yang ia pendam selama ini.


pelukan yang sangat erat dan dalam terjadi begitu lama, seakan bayaran yang pantas akan plihinan yang diambil adiba selama ini. tetap setia dan menunggu sang pujaan hati datang, sang kekasih yang pergi begitu lama kini telah kembali, dan mengisi kehampaan yang dirasakan selama ini.


tersadar karena mereka berpelukan lama, merekapun saling melepas pelukan dan saling bertatapan penuh dengan rasa cinta. lelah dengan saling pandang, mereka berdua pun berbicara tentang apa yang selama ini mereka lakukan dan fikirkan. pengalaman dan banyak lagi lainya sampai tak terasa suara ketukan meng intrupsi keduanya. mereka melihat kearah pintu. ternyat letnan reynaldi prasetyo (rey) sahabat aryan.


rey terkejut melihat diruang itu ada sahabatnya aryan, terlihat begitu dekat dan itu menimbulkan tanda tanya besar bagi rey. dan rasa cemburu yang dirasakannya, karena yang ia tahu aryan tidak mengenal adiba dan baru bertemu beberapa hari yang lalu saat menyelamatkan seorang bayi.


tersadar akan tujuan rey yang mencari adiba, rey menepis perasaan cemburu itu dan langsung menyampaikan pesan yang harus diterima adiba.


" maaf letnan... saya mengganggu, " ucap rey


adiba yang masih dengan rasa bahagianya menjawab rey.


" ya.. letnan ada apa..."


" ohh... rey kau disini jg..?" ucap aryan


" iya.. capten aryan, saya bertugas disi juga bersama letnan adiba" jawab rey


"oohh... ya letnan, letnan adiba ditunggu di ruangan komandan! katanya ada yang ini dibicarakan.. " rey kembali bersuara yang di balas anggukan oleh adiba.


" baiklah terimakasih, letnan rey" (sambil tersenyum)


rey yang melihat senyum itu pun merasa heran, karena selama menjadi prajurit adiba tak pernah terlihat senyum, hanya menampakkan jiwa tegas dan dingin yang membuat orang berfikir dua kali kalau ingin mendekati dirinya.


" dan capten.. sepertinya pak komandan juga mencari anda" rey bicara formal karena sedang dalam dinas

__ADS_1


" aku pergi dulu ya... " pamit adiba kepada aryan kembali dengan senyum indahnya.


" baiklah... kita lanjutkan lain waktu..." aryan sambil membalas dengan senyum menawanya.


adiba meninggalkan ruangan, rey yang melihat itu sedikit merasa cemburu karena adiba adalah wanita yang ia cintai.banyak pertanyaan yang melekat difikiranya karena hal yang mustahil baru disaksikanya, sang letnan tersenyum indah yang tak pernah dilihat oleh siapapun, dan sedikit marah karena yang membuat adiba tersenyum indah bukan dirinya tetapi malah sahabatnya aryan.


aryan yang melihat sahabatnya itu diam. aryan pun berjalan menghampiri rey, kmudian mnepuk pundaknya. " kenapa bro kok melamun... ?" tanya aryan


" ah... tidak apa apa.. " jawab rey


" o iya... sepertinya kau sangat akrab dengan letnan adiba? padahal kalian batu sekali bertemu" tanya rey tanpa basa basi


" ohh... itu..!! nanti kalau sudah waktunya aku pasti akan menceritakanya padammu. untuk saat ini biarlah ku simpan dulu..(aryan tersenyum sambil meninggalkan rey)


rasa cemburu itu kembali menyerang rey, merasa terancam dengan situasi bertambah rival meski sahabatnya sendiri.


****


sang komandan pun menjawab.


" begini adiba.. keberangkatanmu dimajukan dalam waktu seminggu lagi. mengingat kondisi letnan restu yang penanganan kesehatanya dimajukan, dan yang terpenting sedang ada konflik disana."


melanjutkan omongan


" beberapa hari yang lalu, saya mendapat kabar bahwa, dikota B ada segelintir orang yang menghasut dan menginginkan kota itu berdiri sendiri, tidak ingin lagi menjadi rakyat negara kita. karena merasa bisa berdiri sendiri dsn diabsikan olrh negara kita. dan mereka dipersenjatai lengkap dengan bnyak senjata dan bom. gerakan mereka bernama GPK(GERAKAN PEMBELA KEADILAN) "


" terus.. apa sudah ada rencana pak?" tanya adiba


" iya sudah... kemarin saya sudah rapat besar akan masah ini, kesimpulanya kau tetap berangkat ke markas kota B sesuai dengan perintah seminggu lagi, dan mendapa tambahan tugas yaitu menjadi anggota rahasia tim GARUDA yang di pimpin oleh capten aryan."

__ADS_1


"kenapa harus menunggu seminggu pak? kita bisa bergerak lebih cepat,," tsnya adiba


" tidak bisa, situasi disana sedang dipantau. dan kpindahanmu justru sangat berbahanya mengingat markas kota B mereka tahu kalau letnan restu sedang sakit, jadi ini masih menunggu pergerakan dari mereka"


" saya tahu ini tugas yang sangat berat bahkan bertaruh nyawa, tetapi menimbang kecerdasan dan kepiawaianmu dalam menyelesaikan misi, kau adalah prajurit yang patut diperhitungkan seperti halnya capten aryan. kau akan menjadi wakil capten aryan di tim garuda. tinggal menunggu waktu ysng tepat untuk keberangkatan kalian itupun secara rahasia. dua hari setelah keberangkatanmu tim Garuda menyusul" jelas komandan


tak banyak yang adiba katakan karena memang sebagai prajurit yang dapat ia katakan hanya " siap laksanakan" dan melaksanakan tugas yang di embanya dengan sepenuh hati dan tanggung jawab


kemudian sang komandan menambahkan


" ohh.. iya adiba harus selalu diingat, musuh kali ini bukanlah orang luar melainkan rakyat sendiri yang sedang dipengaruhi oleh oknum tak bertanggung jawab agar bisa leluasa mengusai kota B. tolong diusahakan untuk berunding dulu sebelum genjatan senjata terjadi.kalau sudah tidak memungkinkan untuk berdamai terpaksa hmkita haru... "


adiba sangat mengerti dengan apa yang diucapkan oleh komandanya dan menjawab


" siap mengerti pak..!!"


" hormat"


adiba pun meninggalkan ruangan itu. rasa sedih menghinggapi dirinya. bagaimana ia haru mengabarkan tugasnya ini kepada orang tuanya terutama sang ibu, karena ia bru saja selesai dari tugasnya yang brat. kini ia harus menjalankan tugas yang berat lagi meninggalkan orang tuanya pergi ke kota B dan tak tahu apakah dapat kembali dengan selamat.


*****


aryan yang baru keluar dari kantor komandanya berjalan menyusuri lorong lorong gedung,memikirkan strategi yang akan mereka buat demi menjalankan misi ini. terlihat sedikit rasa perih dihatinya membayangkan ketika perdamaian itu tidak bisa dilaksanakan dan genjatan senjatalah solusinya.


" apakah aku harus berperang melawan saudaraku sendiri??" aryan bertanya dalam hati. kemudian ia berhenti memikirkan masalah itu dan tersenyum karena mengetahui kalau adiba juga ikut denganya. walaupun sedikit sedih karena tidak bisa berangkat bersama, setidaknya masih dalam tugas yang sama.


" hanya dua hari..." gumamnya


******

__ADS_1


tobe continue 😊😊


__ADS_2