mengejar cinta sang Letnan

mengejar cinta sang Letnan
7. kembali bertemu


__ADS_3

habis pulang dari mall adiba langsung menuju kamarnya, ia akan mengobati memar dibagian belakang tubuhnya, sakit memang... tetapi itu tak seberapa sakitnya, dibandingkan dengan latihan yang selama ini di jalani adiba saat sedang di militer.


ia membuka bajunya, terlihat memar kebiruan yang membentang garis panjang melintas di punggungnya, adiba kemudian mengambil salep obat untuk menghilangkan memar dan bengkak dari bawah laci meja hiasnya.


sedang asik mengolesi memar yang dapat dijangkau oleh tanganya, suara ketukan pintu terdengar, rupanya ibu yang datang membawa air hangat untuk mengompres punggung adiba yang memar tadi.


sesaat melihat memar yang ada di tubuh putrinya, rasa sedih dan sakit yang ibunya rasakan kala membersihkan dan mengompres memar yang ada di tubuh adiba. sebenarnya adiba menolak bantuan ibunya karena tau akan seperti apa reaksi ibunya, ketika melihat tanda memar itu ada ditubuh putrinya. tapi apa hendak dikata, adiba adalah wanita yang keras kepala dan teguh pendirian. tak ada satupun yang dapat mencegah keinginanya, apa lagi sang ibu yang dulu sangat menentang keinginan putrinya ketika ingin bergabung kedunia militer. masib dengan raut kesedihan sang ibu tiba tiba adiba berbalik menghadap ke sang ibu.


" bu... aku baik baik saja,,! ini cuma memar kecil,, belum ada apa apa dibandingkan dengan cedera yang pernah aku dapatkan" adiba menjelaskan


" tapi tetap saja... ibu merasa sakit melihatnya nak. kamu itu seorang wanita..!! " tegas ibu sambil sedikit terisak


" ibuku sayang sudah lah jangan bersedih lagi dua atau tiga hari kedepan ini akan sembuh aku punya obatnya. ibu tenang saja ya..?" ucap adiba untuk meyakinkan ibunya


" lagian ibu tahu kan julukanku di kemiliteran aku seorang letnan dingin dan tangkas,disegani juga oleh kaum pria. " kembali adiba berucap sambil menyombongkan dirinya


mendengar kesombongan sang putri, kemudian ibunya tertawa dan berkata


" baiklah nak,, tapi kau harus berjanji pada ibu. jangan terluka lagi..! kau harus pegang janji itu.."


" baiklah bu.. aku adiba syakila azzahra, putrimu yang tersayang ini berjanji akan menjaga diriku agar tidak terluka lagi..!!" sambil tersenyum memandang sang ibu.


" baiklah ibu pegang janjimu.." sambil tersenyum dan memeluk adiba.


ibu dan ank itu pun meneruskan mengobati memar yang ada ditubuh adiba.


*****


Habis sudah waktu cuti yang adiba terima, dan kini tibalah ia harus berdinas kembali dan yaah.. satu angenda yang sudah tak sabar ia tunggu adalah hari dimana ia akan diberi penghargaan oleh komandan tertinggi angkatan darat negara A, itu semua adalah bentuk apresiasi akan prestasi di kemiliteran yang adiba raih karena sudah banyak tugas dan pengabdian yang ia curahkan di kemiliteran yang menorehkan banyak kemenangan.

__ADS_1


sekarang adiba sedang bersiap memasuki ruangan tempat dilaksanakanya acara tersebut, rasa gugup melanda diri adiba, tetapi mengingat dia adalah prajurit yang dingin dan tegas tak ada yang dapat melihat rasa gugup yang sedang adiba derita. semuanya fokus dengan acara yang sudah dimulai, acara demi acara sudah dilewati dan kini penyematan tanda kehormatan kepada adiba.


" letnan II adiba syakila azzahra"


adiba pun maju dan menerima pernghargaan itu. setelah selesai bagian adiba kini nama seseorang pula yang dipanggil yaitu " capten aryan putra pratama"


adiba yang mendengar nama itu pun terkejut, dalam hatinya berkata" nama ini seperti sama persis dengan namanya,, " masih tenggelam dalam fikiranya


" apakah benar dirinya..?" ( bertanya dalam hati)0


ada sosok pria yang memasuki ruangan upacara itu dengan langkah gagahnya. adiba kembali terperanga melihat sosok yang muncul, kembali ia membatin" laki laki ini...? " kembali ia bertanya dalam hati tak percaya dengan apa yang ia lihat.


penyematan dan semua acara demi acara yang dilewatipun sudah selesai. adiba masih tenggelam dalam fikiranya, masih dalam khayalanya tak percaya "siapa sebenarnya orang ini apakah aku mengenalnya..?" masih dengan kebingungan dan pertanyaan yang sama.


semua yang hadir dalam upaca tersebut telah meninggalkan ruangan tersebut dan hanya tertinggal adiba dan aryan.


" ekheeeemmm.." aryan bersuara dan mengejutkan lamunan adiba.


" sekarang... apa kau masih tidak mengenalku?? atau mungkin kau memang tidak mengingatku?" aryan kembali dengan pertanyaan yang membuat adiba sedikit bingung.


" maaf... maksud dari pertanyaan anda apa ya..? " adiba bertanya sekaligus ingin memastikan kebenaranya


aryan: kau benar benar tidak mengingatku.. perjanjian kita?, janjiku padamu? bahkan lamaranku?? "


"apakah kau memngingat itu zahrah??"


mendengar nama zahrah, adiba seketika melebarkan kedua matanya, antara percaya dan tak percaya dengan semua pertanyaan itu.


ada kebhagiaan yang terukir diwajahnya ketika mengetahui bahwa capten aryan adalah pria masa kecilnya yang selama ini ia tunggu dan rindukan. ada juga rasa sebal yang amat besar kenapa tidak dari pertemuan sebelumnya ia bilang kalau dirinya itu putra. tetapi semua rasa yang ia rasakan ia simpan di dalam hati.

__ADS_1


seketika adiba kembali dengan muka dingi dan tegas yang lagi lagi ia tunjukkan meski itu dengan orang yang sangat ia rindukan selama ini.


" apa yang anda tahu tentang diriku, ? siapa yang saya tunggu dan saya rindukan itu tak ada hubungannya dengan anda. anda baru berjumpa denganku saat membantu menyelamatkan bayi kecil itu dari penculik. " tepis adiba yang sedikit mengorek kebenaran dari arya untuk memantapkan hati adiba yang terkejut dengan apa yang terjadi dihadapanya sekarang.


" apa aku pernah bertemu denganmu.." kembali adiba bertanya pada aryan


" kita pernah berjanji untuk berjuang beraama menjadi seorang prajurit untuk membela kebenaran dan mengabdikan diri kita pada nega." jawab aryan mantab


"aku pernah berjanji, bahwa saat kita dewasa aku akan datang menemuimu dan menagih janji yang kau berikan padaku. yaitu menikah denganmu."


"dan aku pernah melamarmu sebelum aku pergi meninggalkanmu, saat itu juga aku berjanji akan selalu mencari mu dan akan menemukanmu dimanapun kau berada. karena cuma kamu yang ada dihatiku, satu satunya yang aku inginkan selama ini. dan harus kau tahu selama ini aku sdah mengetahui kabarmu dari semenjak SMA.


sengaja aku tidak memberitahumu waktu itu karena aku ingin lihat apakah kau juga mengenaliku, dan aku lihat ada sedikit keraguan dimatamu iya kan? " jelas aryan panjang lebar


adiba yang mendengar penjelasan aryan merasakan keharuan yang mendalam, tak terasa bulir bulir airmata barjatuhan karena kelopak matanya sudah tak dapat membendung airmata tersebut. aryan langsung memeluk adiba yang menangis haru karena lelaki kecil yang selama ini dinantinya nyata berada di depan matanya


bayang bayang kenangan masa lalu saat bersama arya melintasi kebahagiaan adiba saat memeluk aryan. ketika mereka berjanji akan sama sama menjadi seorang prajurit, ketika aryan brrjanji akan mencarinya saat dewasa dan melamarnya saat sudah bertemu( alias melaksanakan janji. soalnya dulu yang ngelamar diluan adalah adiba, sangkin tidak mau ditinggal putra pergi)


******


bersambung dulu yaa...


jangan lipa like and komentnya jg kritik dan saranya.


mohon dimaafkan kalau terdapat typo


makasih semua


salam hangat esha

__ADS_1


__ADS_2