
pagi ini di bascamp posko sementara para prajurit akan diadakan pemeriksaan kesehatan untuk seluruh orang yang membantu melakukan pencarian dan evakuasi di tempat tersebut terutama bagi seluruh prajurit yang sudah terlihat letih karena pencarian selama seminggu yang telah mereka lakukan.
harus bagaimana aku melangkah
menjelajah dunia ini.. agar aku dapat menemukanmu
tahukah engkau jika aku selalu merinduimu...
tahukah engkau betapa aku... begitu rapuh...
aku merindukan senyum manismu
aku rindu kehangatan ceriamu disisiku
aku...
dimanapun engkau berada saat ini
aku dengan tulus sedalam hatiku yang rapuh ini
akan selalu mencarimu...
dan aku... akan selalu mencintaimu...
goresan sedikit isi hati dari seorang aryan di ruang istirahatnya yang begitu dingin dan sepi.
senyum yang selalu ia ukir untuk kekasihnya kini tertimbun oleh kerapuhan yang semakin hari semakin terpuruk karena belum ada tanda tanda akan menemukan sang pujaan hatinya.
ya... setiap malam ketika ia sendiri ia selalu meneteskan air matanya hanya karena ketidak mampuannya melakukan sesuatu untuk kekasihnya yang entah masih hidup ataukah sudah tiada.
terkadang rasa menyerah terlintas difikirannya karena sedikitpun tanda tanda penemuan keberadaan sang pujaan hati tak kunjung dapat.tetapi hati kecilnya yang paling dalam mempercayai bahwa wanita yang dicintainya masih hidup dan berada tidak jauh dari kota ini, ia dapat menghirup udara yang merasakan bahwa sang pujaan hatinya itu masih bernafas.
aryan terus bergelut dengan fikiranya sampai ia tidak menyadari bahwa bang arman sudah berada di hadapanya.
" hey..." arman menyapa aryan sambil menepuk pundak aryan
aryan tersadar dari fikirannya sendiri dan melihan sang calon kakak iparnya sudah berada dihadapanya.
" komandan..." ucap aryan langsung berdiri dari duduknya
__ADS_1
"tidak usah formal... kita hanya berdua.." ucap arman sambil tersenyum kepada aryan
aryan salah tingkah dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
" duduklah..." perintah arman
" siap...., ahh..." aryan berdecak sebal karena tak bisa menuruti kehendak sang komandan untuk tidak formal jika sedang berdua.
arman tertawa melihat kekakuhan sang calon adik iparnya itu,mengingat seperti apa tingkahnya jika sedang bersama sang adik. arman terdiam ketika mengingat sang adik, dan senyum yang terukir di wajah tegasnya berangsur luntur setelah mengingat sang adik.
"kom,_ ah... bang... ada apa abang pagi pagi begini mencariku?" tanya aryan
arman tersadar dari lamunanya dan menanggapi pertanyaan aryan.
" tidak apa, pagi ini akan ada pemeriksaan kesehatan untuk kita dan seluruh prajurit, jadi aku ingin mengajakmu untuk periksa bareng. karena kulihat kondisimu sedang tidak bagus, aku harap kau dapat menjaga kesehatanmu dan kondisimu karena tugas kita masih banyak, terutama untuk menemukan adiku yang belum juga terdengar kabarnya seperti apa." ucap arman
"aku tak mengapa bang... aku sehat,, aku hanya tidak bisa tidur..." aryan tak menyelesaikan kalimatnya karena arman mengerti sebab dari aryan yang tidak bisa tidur.
" sudahlah... ayo kita bergabung dengan yang lainnya... seperrinya sudah akan dimulai kegiatanya sebelum kita kembali melakukan pencarian lagi." ajak arman kepada aryan
mereka berdua pun keluar dari ruang aryan dan bergabung bersama prajurit lainnya untuk melakukan pemeriksaan kesehatan.
ya,, bersedih... terlihat jelas dimatanya kalau sang capten merasa kehilangan sepatuh dari jiwanya, membuat dokter cantik itu merasa sedikit pilu karena ikut merasakan apa yang sesang melanda pujaanya hatinya itu tanpa tahu apa yang sedang diratapi pria pujaanya itu.
dr nana yang sedang bertugas untuk memeriksa para prajurit pun memulai kegiatanya untuk memeriksa kesehatanya, sebelum ia memulai memeriksa kesehatannpsra prajurit, ia memanggil aryan dahulu untuk segera diperiksa, tetapi bukannya aryan yang datang tetapi yang satang adalah arman..
arman berjalan mendekat kearah sang dokter,
" permisi dokter... apakah saya bisa diperiksa terlwbih dahulu..?" arman bertanya kepada dr.nana
" ooh... iy bisa silahkan.." ucap dr.nana seraya mempersilahkan arman duduk. padalah ia sangat mengharapkan bahwa aryanlah yang akan duduk dihadapanya dan ia periksa kesehatanya.
dr.nana memeriksa arman dengan teliti, itupu tak membuatnya memalingkan perhatianya, sekali sekali ia mencuri pandang kepada aryan yangs edang diperiksa oleh rekan dokternya yang lain dan tentu saja dokter laki laki yang bernama doni.
arman sekali sekali curi curi pandang kepada sang dokter cantik itu, ia pun sedikit kepo terhadap dokter cantik itu dan memulai berbicara.
"eemmm... dokter.." ucap arman
" ya.. ada apa pak.." ucap dr.nana
__ADS_1
" hah.... kok kamu panggil saya pak sih??" tanya arman melotot
" saya kan belum tua.." ucapa rman lagi
dr.nana melotot melihat sang komandan serasa akan marah karena kesalahan sedikit menurutnya karrn memanggil pak.
" ahh... maaf tetapi...." belu sempat ia menyelesaikan ucapanya dipotong cepat oleh aryan.
" panggil saya mas atau abang.. jangan panggil saya pak saya belum setua itu untuk dijadikan bapak bapak.." ucap arman sembari tersenyum
" aah .. eehh... i..iya.. pak.. eehh... mas! " jawab dr.nana sadikit terbata
mendengar namanya disebut dengan embel embel mas, membuat arman gembira dan ia pun tersenyum tipis.
," naah... begitu kan baru benar..." arman berucap sembaru tersenyum
" eehh... tadi kok mas arman mau ngomong apa?" tany dr.nana
" tidak saya hanya ingin menyapa," ucap arman sambil tersenyum kikuk
" dr.nana hanya tersenyum sambil meneruskan pemeriksaannya terhadap arman. lembali nana mengarahkan pandanganya kepada seoranga ryan yang masih dengan ekspresi yang sama
" apa yang terjadi padamu capten..?" tanya nana dalam hati
" aku sedi melihatmu seperti itu, apakah aku bisa menyembuhkan luka yang sedang kau rasskan" kembali ia bertanya dalam hatinya. kemudia ia bertekat akan menghibur dan mengobati apapun luka yang disang dirasakan oleh sang pujaan hatinya tersebut.
permeriksaan ke semua anggota prajurit telah selesai dan semuanya pun melakukan kembali aktifotasnya yaitu mencari dan mengevakuasi korban bencana. kini sudah tidak lagi sulit kare bantuan alat berat sdah berdatangan dan sudah seperempat daerah tyang diterpa bemncana alam ini pun telah rapih karen puing puingnya telah dirapihkan dan dibersihkan, hampir separuh korban yang emninggal trlah teridentifikasi dan akan di makamkan. ada yanv diminta oleh keluarganya yang berada diluar kota dan sisanya akan dimakamkan di tempat itu dan akan dijadikan tugu peringatan bencana alam. tidak main main korban yang telah terevakuaisi sebanyak 3000an orang dan separuh sudah bisa dikuburkan dengan layak.
" zahrah.... dimana kamu..."
" aku merindukanmu..."
"aku akan selalu mencintaimu apapun yang terjadi...."
kegelisahan aryan yangvtak dapat terbendung...
*******
bersambung..😊
__ADS_1