
"saya.. ingin mengutarakan sesuatu let..." ucap rey kemudian menundujkan kepala dan menata hati dan fikirannya juga menetralkan devbarab jantungnya yang sejak tadi tidak mau diajak berkompromi.
adiba sedikit curiga dengan apa yabg akan dkkatakan oleh rey.. hanya saja, ia masih dengan wajah datar dan tegasnya yang menunjukkan kepemimpinanya kepada siapa saja yang memandangnya. ia menyembunyikan rasa penasaranya itu dengan melihat rey yang sedari tadi sedang dilanda kegugupan.
sesaat terasa hening menelusuri ruang itu. terasa bagaikan waktu berhenti. bagi rey sangat terasa sulit untuk mengucapkanya. setiap ia akan mengungkapkannya selalu saja terhenti.. bahkan suaranya tertahan ditenggorokanya seolah oleh bak tertindih olwh beban ribuan ton yang menimpa dirinya.
adiba terus saja memperhatikan rey yang terlihat sedikit gusar dan kehingungan, ada tanda tanya yang menghampiri pikiranya. adabapa dengan rekanya yang satu ini.
saat rey sudah siap untuk mengutarakan isi hatinya. suara sirine berbunyi kencang... trrjadi getaran hebat yang disimpulkan bahwa itu adalah gempa. luayan kuat getaran yang dibuat oleh gempa tersehut. sekua yang ada didalam ruangan itu berlarian, bak mainan yang sedang berada didalam ayunan. semuanya terombang ambing berlari sambils esekali terjatuh saat harus menyelamatkan diri dari dalam ruangan itu.
tak ada yang dapt rey utarakan karena semua yang akanbia katakan itu rlah hilang sempurna dari dalm otaknya, yang ia fikirkan sekarang adalah bagaimana ia harus menyelamatkan diri dan pujaanya dari dalam ruangan ini agar tisak tertimpa reruntuhan.
dengan sigap rey meraih tangan adiba dan membawa adiba keluar dari dalam gedung itu. madih dengan getaran hebat semua bangunan itu mulai berhatuhan akibat retakan retakan kecil yang disebabkan oleh gempa tersehut.
rey berhasil membawa adiba keliar dari ruangan itu dan masih dengan memegang tangan orang yang dia sukai, tanpa sadar ia memeluk adiba dan bertanya." kau tidak apa apa kan?" tanya rey pada
masih dengan mimik muka yang terkejut akan perlakuan yang diberikan rey adiba hanya mengelengkan kepalanya tanda bahwa ia tidak apa apa. kemudian adiba mengalijkan matanya menuju ke bawah diman tanganya masih digenggam oleh rey. seketika rey tersadar akan kekhilafanya ia pun melepaskan tangannya dan meinta maaf pada adiba.
" maaf.. aku tadi hanya refleks panik" ucap reu
"tidak apa apa.. itu juga merupakan penyelamatan. terimakasih karena sudah peduli padaku" ucap adiba
belum ada 15menit dari selesainya gempa. sirine kembali di bunyikan yang inj adalh sirine peringatan tsunami. semua penduduk harap harap cemas dan berlarian mencari tempat berlindung yang aman, adiba dan rey seketika bertindak tanpa harus diperintah.. mereka berdua langsung saja mwngevakuasi semua para pengunjung yanga da disana ketempat yang lebih aman tentunya dengan menggunakan mobik masing masjng untuk segera menyelamatkan diri kearah bukit yang ada di bwberapa kilo meter itu
adiba berpencar dengan rey karena seperti baru saja diadakannya festival jadi pengunjung yang dekat pantai itu didatangi oleh wisatawan yang ingin berlibur.
__ADS_1
belum semua yang terevakuasi adiba harus mendapatkan kepahita karena air laut dengan ketinggian 8meter menerjang sekitar pantai dan daerah lain yang mwlibatkan pantai.
adiba berlari sekencang kencangnya dan tak terasa ia sudah tersapu oleh ombak air lautviyu. dan mendorongnya terhempas ke daratanbyang begiu jauh.
tidak ada yang tahu bagaimana keadaan saat kni dikota B. yang hwlas adiba terbawa arua ombak tsunami ttu menerjang daratan yang tengah sepi karena sebahian sudah terselamatkan.
" byuuuuurr..." suara air yang sudsh terdengar untuk mrnerjang kedaratan dengan ketinggian yang tidak bisa diperkirakan. semua menatap susuatu yang menjulang tinggi itu, bak mangsa yang akan dimakan ileh hewan raksasa. tak sampai dalam hitungan menit air sunami itu menerjang daratan kota B, adiba dan yang lainnya sudah tidak sempat lagi untuk menyelamatkan dirinya, dan akhirnya beginilah jadinya. ia terbawa arus deras air laut yang menerjang daratan, keahlian yang dimilikinya tidaklah terpakai, bahkan tenaganya yang kuat bak seorangbpria itu sungguh tak ada gunanya karena tak hisa melawan derasnya air laut itu.
hampir setengah kota B tergenang air, banyak reruntuhan batu gedung dan rumah, bahkan pohon pohon pun bayak yang tumbang, dikarenakan terjadinya tragedi iu malam hari, belum terlihat jelas seberapa parah yang terjadi terhadap kota B.
pukul 09.00 Malam, dimarkas kota Z.
tok tok tok..
seseorang mengetuk asrama yang ditempati oleh aryan.
"hormat... " drngan wajah kusam sang prajurit itu menyampaikan pesan
" ya.."
" maaf kapten mengganggu isyiahat anda, tetapi iji ada tugas penting dadakan..!" maaih dengan wajah sedihnya
" anda diminta menemui komandan sekatang karena..." ucapanya mengganrung dan menitikan air mata
" ada apa??"
__ADS_1
aryan yang tidak lagi memikirkan pakaianya langsung berlari menuiu kantor komandanya unuk menanyakan kebenatan yang terjadi.
masih trrngiang dibenaknya laporan yang disampaikan oleh prajuritnya tadi..
" tidak... zahrah... apakah kau baik baik saja...!" batin aryan sambil berlari dengan debaran jantung yang tak lagi bisa di utarakan cemas melanda dirinya
" capten... terjadi sesuatu dikota B,,"
"apa maksudmu..?" tanya aryan dengan suara tinggi
"katakan..!!" sentak aryan
" terjadi bencana alam yang melanda oota B capten.. ,telah trrjadi tsunami besar di sana, dan belum tau seberapa besar korbanya, karena ini baru terjadi 1jam yang lalu." jelas sang prajurit.
aryan yang mendengar kabar tersehut, serasa bak disambar petir yang sangat mengerikan. baru 2 hari yang lalu ia merasakan kecupan majis sang kekasih dan peluk hangatnya seolah tidak mau berpisah dengan aryan. dan kini... apak terjadi sesuatu dengan kekasih hatinya.
" zahrah... apakahbkau baik baik saja?"
aryan terdududk lemas, masih dengan rasa tak percaya dengan berita yang telah ia dengar barusan. bagaikan raga tak berjiwa. kosong, masih dengan keterkejutan yang mencekam dirinya.
aryan terus memaksa dirinya untuk bangun dan menyadarkan dirinya, ia berdiri dibantu oleh prajurit yang mengantarkan berita tadi berdiri, masih dengan keadaan lemas, tetapi dengan mengumpulkan kesadaran yang penuh.. ia langsung berlari menuju ruang komandan untuk menanyakan kebenaran yang sebenarnya.
ia terus berlari kencang memvayangkan sang kekasih apakah dia sedang baik baik saja, atau malah terombang ambing oleh kekejaman air laut itu, bahkan apakah sudah tidak bernyawa lagi...
aryan terus berlari sambil menggumamkan nama" zaahraaahh..."
__ADS_1
"apa kau baik baik saja ataukah...?"