
Sebuah mobil melaju dengan kencang berjalan terus tanpa tujuan, Dokter Nana terus saja memacu kendaraanya sambil menangis. Ia tak sadar sedang berada dimana. yang ia tahu... dirinya terus saja melaju untuk menenangkan hatinya yang terus saja terasa nyeri itu.
"hik... hik...."
" kenapa hati ini ini belum juga mau berhenti..."
" sakiit..." tangis dokter nana
" hik... hik..."
"ayolah... sadar... Nana... dia memang tidak mencintaimu... berhentilah..." lagi.. tangisnya..
"aaaarrrggggghhhhh......" jeritnya didalam mobil masih dengan melajukan mobil dengan kencang... untung saja jalanan yang dilewati mobilnya masih terlihat sepi.
ada seekor hewan yang tiba tiba menyeberang jalan, Nana terkejut melihat itu dan langsung menginjak rem mobil dan sedikit membolokkan mobilnya kearah yg berbeda dari hewan tersebut. tetapi sayang mobil yang dikendarainya oleng dan sedikit berbelok menabrak pohon besar yang ada pinggir jalan.
" chiiiit..." bunyi ban mobil yang bergesekan dengan aspal dan..
" brak..." mobil depan membentur pohon.
kepala Nana terbentur ke setir mobil dengan kuat sangkin kencangnya benturan itu, darah segar mengalir dengan lancar dari kepala Nana
" semoga dengan rasa sakit ini... aku bisa mengubur rasa cinta ini sedalam dalamnya..." ucap Nana sebelum beberapa detik kemudian ia menutup matanya karena rasa pening yang berat mulai menyerang
" mungkinkah aku berahir disini... ?" tanya nana yang jelas pada dirinya sendiri.
kediaman Antonius
__ADS_1
" tok tok tok..." suara ketukan dari luar kamar shila
" shila... apa kau ada didalam...?" tanya seseorang dari luar dan itu adalah Dokter Rendi
" ya... masuk saja kak..." jawab shila yang sedang asik duduk bersandar di tempat tisurnya sambil membaca sebuah novel.
Rendipun masuk dan berkata
" apa saya bisa mengajakmu keluar, karena ada sesuatu yang ingin saya bicarakan dengan kamu ? tanya Rendi
" kemana kak?" tanya balik Shila
" eeemmm... mungkin ketaman dekat sini saja, karena ada sesuatu yang akan saya katakan padamu. " jawab Rendi
shila melihat sepertinya ada sesuatu yang sedang dipikirkan oleh Rendi. karena beberapa hari ini wajahnya teelihat lesu dan mukanya terlihat murung walaupun didepan shila Rendi tidak pernah memperlihatkannya. karena baru beberapa saat lalu ibu rendi bercerita bahwa rendi ahir ahir ini sangat murung entah apa yang sedang ia fikirkan.
" apakah sangat serius kak?" tanya shila lagi
" kenapa dengan diriku kak" lagi shila penasaran
" sudahlah ayo siap siap,,, nanti saya akan ceritakan setelah sampai disana, karena tempat sejuk akan lebih nyaman bercerita" lagi Rwndi menjawab dengan sabar
" eemmm... baiklah... tunggulah di depan beberapa menit lagi saya akan turun. saya mau siap siap dulu" ucap shila mengalah.
Rendi pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
" ok... saya tunggu kamu didepan."
__ADS_1
Rendi meninggalkan kamar shila menuju ruang tamu.
diruang tamu rendi sedang menunggu shila. ibu yang baru saja keluar dari kamarnya melihat rendi sedang duduk. ibu pun menghampirinya
" kamu yakin akan menceritakan semuanya Ren..?" tanya ibu
rendi terkejut dengan suara yang baru saja berucap karena ia lagi lagi tenggelam dalam lamunanya tadi.
".. hmmm.. iya bu... itu lebih baik dari pada ia tahu dari orang lain" jawab rendi masih dengan nada ragu
" bagai mana kalau shila tidak menerima semua ini dan menyalahkanmu karena menyembunyikan dirinya." tanya ibu lagi
" bu... kita tidak menyembunyikanya... kita hanya merawatnya.. dan apa kita tau kalau dia adalah adik seorang jendral? tidak kan... ? "
" aku juga gak tau kalau bisa secepat itu menyukai gadis itu hanya dengan pertama kali bertemu, aku takut kehilangannya bu.. tetapi aku harus jujur dengannya" ucap dr.rendi emosi
" huuuffhh... ini sangat berat bagiku bu... aku sangat mencintainya..." ucap rendi lirih...
" tenangkan dirimu Ren... ibu juga menginginkan dia menjadi menantu dirumah ini. tetapi semua kembali lagi pada takdir nak... "
"kalau dia benar jodohmu pasti akan kembali padamu... , belajar ikhlas nak... belajarlah untuk merelakannya asalkan dirinya bahagia.. ibu juga menyayanginya bahkan sudah menganggapnya seperti putri ibu sendiri. " tutur sang ibu dengan raut sendu
hening... kedua ibu dan anak itu larut dalam dilemanya sendiri.tak lama berselang keheninngan yg tercipta karena tenggelam dalam fikirsnya masing masing tersadar karena ada suara lembut yg memecah kesunyian.
"ayo kak..." ucap shila
" eehh... iya. kamu sudah selesai shil...?" tanya rendi yang tadi terkejut karena lamunan.
__ADS_1
" iya kak... ayo.. ibu kmi pergi keluar sebentar ya..." ajak shila ke dr.rendi dan pamit pada ibunya rendi.
" iya sayang... hati hati dijalan... " jawab ibu diselingi oleh rasa hawatir akan kehilangan putri barunya.