mengejar cinta sang Letnan

mengejar cinta sang Letnan
34. siapa pria itu...?


__ADS_3

dikantor rs.xx randi yang sedang sibuk dengan kerjaanya kemudian menyadari kalau sudah hampir 1 jam shila meninggalkan kantornya, sedangkan shila sudah berjanji untuk segera kembali setelah membeli apa yang shila inginkan.


randi pun menghubungin ponsel shila tetapi tak jua diangkat olehnya.


sudah beberapa kali ia menghubungi handpone shila tetap dengan kebisuan hanya suara dengungan sambungan telepone yang ia dengar.


randi gelisah dan entah mengapa randi merasakan sesuatu yang sangat membuatnya hawatir, jantungnya berpacu kencang


"perasaan apa ini...?, kenapa aku seperti merasakan suatu ketakutan.. "


"shila... kenapa aku memikirkanmu... apa yang akan terjadi.." randi berperang didalam dirinya gelisah bercapur rasa takut kehilangan menghantuinya.


tak ingin fikirannya merambah ke yang tidak tidak randi pun beranjak dari kursinya dan meninggalkan ruanganya untuk segera mencari shila, gadis yang sangat ia cintai itu.


" mungkin ia tersesat..." fikirnya berpositif ria untuk menghilangkan rasa takutnya yang dari tadi menghantui pikiranya.


sesampainya dilantai bawah... randi berjalan menuju kantin tempat yang ingin dituju oleh gadis pujaannya tadi.


di sepanjang perjalanan ia terus disapa oleh dokter, perawat juga staf yang sedang berpapasan denganya. randi hanya mejawab sapaan orang yang menyapanya dengan anggukan dan senyuman.


randi berpapasan dengan seorang perawat yang mengenal shila, ia pun menghentikan suster tersebut dan bertanya.


"siang dok..." ucap suster ria


randi menghentikan langkahnya


" suster ria..." panggil randi


" iya dok... kenapa..." ucap suster ria


" kamu lihat shila...?" tanya dokter randi


" ahh.. iya tadi saya lihat ia berjalan menuju arah kantin, tetapi berhenti di taman dok." ucap suster ria


" oohh... terimakasih sus.." ucap dokter randi


" ya.. dok." ucap suster ria sambil tersenyum dan membungkuk kn sedikit badanya terhadap pimpknsn rumah sakit itu.

__ADS_1


randi pun berjalan menuju arah yang ditunjuk oleh suster ria tadi, sesampainya ia ditempat tujuan, ia tersenyum melihat kearah sang gadis tersebut.


"kau disini rupanya.." gumam randi dengan senyum manisnya.


ketika randj hendak mendekati shila, ia melihat suatu kejanggalan dan mendapati sesuatu yang aneh baginya..


" shila... menangis..." ucapnya berbisik


randi pun tak melanjutkan langkahnya ia terus mengamati kemana arah tatapan shila, dan randi pun terkejut mendapati arah tatap shila yang sedang beradu pandang dengan seorang pria berseragam militer, yang randi sendiripun tidak mengenal pria itu.


randi menatap kearah pria itu, ia melihat dengan jelas, tatapan sendu yang diperlihatkan oleh pria berseragam militer itu, dan pria itupun menangis...


rasa takut kehilangan pun dirasakan oleh randi, sekujur badannya mulsi memanas, karena jelas terlihat olehnya, pria itu terlihat sangat merindukan shila dan... rasa itu sangalah dalam. sangat jelas itulah yang terbaca oleh randi. ia pun bergumam sendiri.


" siapa lelaki itu?? "


" apakah pria itu mengenal shila??"


batin randi kini mulai berperang dengan fikiranya sendiri, cemburu... yah... rasa itu yang kemudian memenuhi isi hati dan fikiran randi, ia tidak ingin kehilangan gadis yang pertama kali mengisi relung hatinya dan setahun ini mengisi kekosongan hari hari sepi hidup dan keluarganya.


randi menghirup udara kemudian menghembuskanya dengan perlahan dan merelaks kan dirinya, setelah dirasa perasaannya sedikit tenang baru kemudian ia berjalan mendekat kearah shila.


setelah sampai tepat dibelakang shila, randipun menepuk pundak shila dan memanggil gadis tersebut


" shila..." ucap randi


shila terkejut karena ada yamg menepuk pundaknya dan menyebut namanya, jantungnya berdegup sangat kencang, karena suara yang ia dengar itu sangat familiar ditelinganya, dan dengan keadaanya yang sekarang sedang menangis tanpa sebab membuat shila semakin gugup.


randi tang menyadari hal itu pun berpura pura tak terjadi apa apa, tetapi rasa penasarsnya begitu dalam.. ia lagi lagi bertanya dalam hati


"siapa pria itu ... knp shila sangat sedih..?" karena muka shila yanv terlihat merah karena habis menangis.


shila dengan cepat menghapus air matanya dan segera membalikkan badannya kearan randi. ia pun tersenyum dan menjawab.


" kak..."


senyum canggung tertera jelas diwajah shila, karena ia gugup dan bingun harus bersikap seperti apa, terutama tentang pria yang baru saja ia lihat seperti pernah melihatnya, bahkan rasa yang jelas begitu kuat ia rasakan saat bertatap mata dengan pria berseragam militer itu.

__ADS_1


randi tersenyum pada shila dan berkata." kok lama.. ngapain kamu disini sayang..?"


" oohh... itu, tadi memang saya ingin ke kantin, tetapi pemandangan ditaman ini sangat indah, jadi saya putuskan untuk duduk sebentar disini" tutur shila kepada randi sambil menyunggingkan senyum manisya yang terpaksa.


perasaan yang tidak dapat shila mengerti tentang dirinya dan apa yang sedang dialaminya hari ini.


ya.. ia bingung.. mengspa ia meneteskan air matanya ketika bertemu dengan orang asjng yang baru saja ia jumpai, bahkan hanya dengan sekali pandang.


banyak pertamyaan yang memenuhi pikiran shila, sampai rasa pening yang menghinggapi kepalanya pun mulai datang. ia memegangi kepalanh sedikit agar tidak membuat randi curiga.


shila takut akan membuat randi sang tjnangan yang ia jelas tidak mengingatnya khawatir.


" mau aku temanin kekantin??" tanya randi kepada shila


" tidak usah kak kita kembali keruangan kakak saja" putus shila.


rasanya kepala shila sudah mulai memberat, ia terus mengingat bayangan seseorang didalam memorinya yang sangat begitu tidak jelas mukanya, membuat ia mengeluh sakit.


" aduuh... kak.." ucao shila yang sudah tidak bisa menyumbunyikan sakit dikepalanya.


" kamu kenapa shila..?" tanya randi


" kepalaku...."


" ahh... sakiiit kak.." ucap shila yang memsng sudah tidak tahan


" ya sudah.. ayo kita kembali keruanganku, saya akan periksa kamu disana" putus randi


randi dan shila pun meninggalkan taman itu, tetapi baru beberapa langkah meteka berjalan shila pingsang karena tak tahan dengan rasa sakit yang menggerogoti kepalanya.


capten aryan terpaku, melihat gadis yang ia rindukan berbalik arah pergi meninggalkan taman itu. dan ia tersentak melihat gadis yang baru saja menjnggalkan tempag itu, jatuh dan tak sadarkan diri.


" zahrah....." jerit capten aryan


*****


tobe continue ya... 😁

__ADS_1


__ADS_2