
restoran elite kota B yang letaknya tidak jauh dari pesisir pantai milik keluarga rey.
" letnan... ada yang ingin saya ungkapkan..." tutur rey pada gadis pujaan hati yang merupakan atasanya sang letnan cantik yang beberapa tahun ini mèngisi ruang hatinya.
" iya.. ada apa... katakan saja..." ucap sang gadis tersebut.
" letnan saya... saya..._" ucapan rey
mnggantung kalimatnya karena, bencana alam yang duluan melanda kota B lumayan besar. yah terjadi gempa bumu yang lumayan dahsyat terjadi hampir mengguncang seluruh dataran kotaB. semua orang berlarian keluar gedung takut akan tertimpa reruntuhan beton gedung yang entah kapan saja akan menimpa mereka. tak lupa jiwa patriot sang letnan cantik pun terpanggil, ia mulai mengevakuasi orang orang yang ada didalam bangunan restoran itu untuk segera keluar.
semua orang sudah berada diluar bangunan restoran tersebut dengan mimik muka yang menghawatirkan. malam itu dipenuhi dengan pancaran sinar bintang bintang yang sedang bekerlap kelip di awan yang hitam seolah olah memanjakan mata untuk mengajak diri untuk berbahagia rengan melihat cantiknya pemandangan malam itu. dan betapa indahnya jika dipandangi dengan perasaan yang tenang dan damai. lain disemai lsin yang dituai itulah pribahasa yang cocok untuk malam ini, karena pemandangan langit yang indah yang mengisyaratkan ketenraman alias kedamaian tetapi malah bencana alam yang tetiba saja datang menggoyangkan bumi kota B. gempa yang begitu kuat san mampu menggiyang goyangkan bukan hanya badan tetapi phon juga gedung bermain main macam diayun ayuk kesana kemari membuat para penduduk merasakan ketakutan.
10 menit dari gempa pertama ahirnya terjadi kembali getaran gempa yang ke2 tetapi tidak sekuat goncangan gempa yang pertama. semua orang saling berdoa kepada sang penciptanya masing masing.
adiba mendengan suara burung yang ribut serta hewan hewan lain yang berlomba lomba bersuara, saking bersahutan ribut ricuh dan takut mungkin itu yang terdengar dari suara hewan hewan tersebut.entah ada maksud apa.? tetapi adiba menyadarinya bahwa ini adalah pertanda buruk. ia langsung meminta rey untuk mengevakuasi para warga ketempat yang lebih tinggi.
" rey..." panggil adiba
" iya let.. ada apa?"
" tolong hubungi markas secepatnya untuk mengevakuasi warga ke tempat dataran yang lebih tinggi!" ucap adiba dengan tegas kepada rey
" kenapa let... ini kan cuma gempa... " tanya rey penasaran
" cepatlah tidak ada waktu lagi... kalau tidak kita akan terlambat nanti.." kembali adiba berujar
" apakah akan terjadi tsunami...? " tanya rey lagi
__ADS_1
adiba hanya menganggukkan kepalanya.
"tapi let... kalau akan terjadi tsunami mestilah akan ada tandanya... jni kan tidak..."rey masih tetap tidak percaya
" sudah kamu gak usah banyak omong... cepat lakukan saja.. anggap saja ini perintah dariku." ucap adiba menaikkan sedikit nada bicaranya seperti memerintah.
tak banyak penyangkalan lagi rey segera menghubungi pasukan yang ada di markas dan segera melakukan perintah sang letnan. dan bebar saja... sirine pertanda akan terjadinya tsunami tersebut akan berbunyi 1 jam sebelum kejadian dan ini berbunyi tetapi hanya dengan hitungan persekian puluh menit. setengah jam berselang air bak gunung itu mulai mendekatkan diri menunu arah daratan.
adiba berpisah dengan rey... adiba yang tetap disitu memeriksa jika masih ada orang yang butuh bantuanya. dan rey sudah membawa orang didalam kendaraan untuk membawanya kedataran tinggi daerah tersebut.
rey... yang baru saja akan tiba di bukit yang mereka buat untuk mengevakuasi dikejutkan dengan suara gemuruh air yang begitu tinggi menerjang daratan pesisir kota B. yah... memakan hingga ber kilo kilo panjang trobosan air laut iu menerjang daratan kota b. tak terkecuali adiba yang saat itu sedang menggandeng ibu ibu tua yang susah berjalan karena fàktor usia. kondisinya yang sudah sangat rentan. mereka berdua terseret air laut deras yang menerjang apa saja yang menghalangi perjalanan air tersebut.
rey spontan mengarahkan pandangannya kearah pesisir itu. dari atas bukit itu ia menjerit histeris karena masih ada banyak orang yang belum terselamatkan dan juga orang yang ia sukai pun masih ada dibawah
cucuran air mata meleleh di pipinya. ia langsung membuka pintu mobil tersebut dan mencoba untuk berlari kebawah sambil berteriak triak mengatak " tidaaak .. tidaaaaak..." ucapnya histeris.
rey terus merontah untuk meninggalkan tempat itu. ia ingin mencari adiba masih saja dicekal oleh para prajurit yang merasakan kesedihan rey. sudah agak lama rey merontah tetapi tenaganya masih saja tetap kuat ingin meninggalkan kawasan selamat itu.
ahirnya salah satu dari prajurit tersebut membuka kotak persediaan obat yang sudah mereka bawa duluan dan mencari obat penenang dan ahirnya dapat.
" tidaaaak... jangaaaan..." menjerit sambil menangis merontah rontah
" jangaàaan...."
dan suntikanpun diberikan oleh salah sayu prajutit tersebut kepada rey, yak menunggu wakyu lama rey merasakan sekujur tubuhnya kaku dan melemah tak bisa lagi meronta dan... kedua bola matanya tertutup. ia pun tertidut..
semua prajutit yang memegangi rey tadi merasa lega.... rey pun dimasukkan ke salah satu ruangan untuk beristirahat tepat dilantay 2.
__ADS_1
" tidaaaak.... jangaaaa,,,," teriak rey histeris
aryan yang berlari dari lantay dasar ahirnya tiba juga di ruang perawatan rey sahabatnya. ia sangat miris melihat sang sahabat yang sekarang sedang depresi entah karena apa. ia langsung menghambur keranjang rey mendekap erat sang sahabat yang sedang kehilangan akal sehatnya, entah apaa sebabnya... yang jelas amsih ada sedikit rasa lega dihati aryan karena rey masih bisa selamat.
rey menagis masih dengan merontah rontah memetlriakan kata jangan juga kata tidaaak entah apa yang disaksikanya aryan tidak mengerti. iba melihat kondisi rey yang sangat kehilangan entah apa yang hilang dari dirijya tidak ada yang dapat menerti itu. ahirnya perawat yang ada disitu kembali menyuntikkan obat penenang kepada rey agar ia kembali tenang dan tertidur pulas.
yah... tidak lagi menunggu hitungan menit. rey kemballi dengan tatapan sayunya dan mulai lemas badan kemudian kemmbali tertidur.
aryan sangat sedih... ia menangis... ini tangisan kedua baginya setelah mendapatkan kabar kehilangan seseorang yang ia cintai. kini ia menangisi sang sahabat yang sangat ia sayangi melebihi jiwanya sendiri.
" kenapa ini terjadi padamu rey..."
" kenapa kau seperti ini...."
" apa yang sebenarnya terjadi.... apa yang terasa hilang darimu...?"
pertanyaan pertanyan yang singgah di pikiran aryan juga rasa iba yang teramat dalam pada sahabatnya ini
aryan terus memperhatikan wajah sayu sang sahabat yang pulas akan tidurnya... dan menagtakan
" cepatlah sembuh wahai sahabatku... aku sangat menyayangimu..." ucap aryan dan berlalu pergi dari ruangan itu karena ia akan melakukan pencarian dimalam hari yang aakn dilaksanakan 1 jam lagi.
aryanpun pulang mengendarai mobilnya dan menuju pos darurat sementara yang telah mereka dirikan tadi pagi.
*********
bersammbung..😊
__ADS_1