mengejar cinta sang Letnan

mengejar cinta sang Letnan
37. seperti pernah terjadi


__ADS_3

rumah sakit xx


pagi hari, diruang rawat shila, randi yang tengah terditur pulas denan posisi duduk dan kepalanya yang ia sandarkan kebrangkar tempat shila berbaring. randi ingin menjaga shila sendiri, ia tidak ingin mndapati ketika shila terbangun ia tidak ada.


shila terbangun dari tidur panjangnya setelah 2 hari tertidur dengan nyenyaknya tanpa tahu apa apa yang telah terlewati sejak 2 hari yang lalu saat ia pingsan.


" enngggh...." erang shila dari tidurnya sambil mengngerakkan kedua tanganya untuk merenggangkan otot saraf tubuhnya karena agak kaku, setelah dirasa pandanganya mulai jelas, ia mengedarkan pandanganya kesekelilingnya, ia merasa asing dengan tempatnya berada saat ini, dan tak lupa ia melihat seorang lelaki yang sedang memakai jubah putih sedang tertidur di kursi sebelah brangkarnya, laki-laki itu terlihat tampan meskipun sedang tertidur, tetapi sayangnya shila tidak merasakan jikalau gadis itu mencintainya, ada perasaan lain yang tersirat untuk lelaki itu, karena shila merasa ia hanya mengagumi laki laki yang ia tahu itu adalah sebagai tunanganya.


shila terlamun dengan sendirinya ketika mencari alasan kenapa sampai ia dirawat di ruang perawatan ini, sedangkan ia merasa bahwa dirinya tidaklah sedang sakit, tetapi baik baik saja.


dalam lamunanya.. shila teringat dengan saat sebelum ia pingsan, ia melihat katakanlah bertemu dengan seorang lelaki yang entah siap dirinya, tetapi shila merasa kalau laki laki itu tidaklah asing dihatinya, karena tanpa perintah dari tubuhnya seketika saja bulir bening itu mengalir sendirinya lolos terjun bebas kepipinya, menandakan seolah olah ia sangat merindukan laki laki itu, sedangkan dirinya sendiri tidaklah mengenal laki laki itu.


shila terus hanyut dalam lamunannya, hingga ia tak sadar kalau randi telah terbangun dari tidurnya dan..


" shila...." panggil randi


shila yang tengah duduk bersandar di didinding brangkar menoleh kearah randi, dan tanpa aba aba randi langsung memeluknya.


" syukurlah... akhirnya kau sadar juga..." ucap randi sambil terus memeluk erat shila dengan tangis harunya.


shila pun bingung kenapa randi sampai bisa sekhawatir itu terhadapnya, apa yang terjadi padanya. shila bertanya pada diriny


" kak.. kenapa menangis. ada apa?? apa terjadi sesuatu padaku? kenapa aku dirawat disini.?"


tanya shila yang bingung dengan keadaan yang sedang menimpa dirinya.


" tidak apa apa sayang, kakak hanya mencemaskanmu... karena kau sdah 2 hari tertidur dari saat kau pingsan 2hari yang lalu." jelas randi pada shila


shila merasa tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar." apa kak... saya sudah dua hari tidak sadarkan diri??" tanya shila lagi


" iya shila,, tapi tenang saja keadaanmu sekarang baik baik saja, nanti sore juga bisa pulang" jelas randi .

__ADS_1


" baiklah..." ucap shila lesu.


randi melihat shila yang bermuka lesu hanya menyunggingkan senyum kecil bibirnya dan berkata" shila... sekarang kamu istrahat saja ya... ibu sudah dijalan dan akan segera sampai kesini menemanimu, saya mau melanjutkan kerjaanku di ruanganku, biar kita bisa pulang bersama nanti.. ok.."


shila hanya bisa menganggukkan kepalanya dan merebahkan tubuhnya karena tidak ingin berdebat dengan randi yang terkada cerewetnya melebihi ibu ibu komplek karena menghawatirkan keadaan shila.


randi pun pergi meninggalkan ruang rawat shila dan pergi menuju ruanganya untuk menyelesaikan pekerjaanya.


" kakak pergi dulu ya..." randi berkata kemudian mengecup kening shila dan berlalu meninggalkan ruang rawat shila.


hari beranjak siang shila semakin merasa bosan diruangan itu sendiri, sedangkan bu ira nelum juga sapai padahal sudah 2 jam berlalu.


shila yang merasa bosan itu pun memutuskan untuk meninggalkan ruang rawatnya sebentar untuk berjalan jalan disekitar taman yang kemarin sangat ia kagumi.


belum sampai sepuluh langkah ia berjalan keluar dari ruang rawatnya, ia mendengar suara kepanikan dari perawat dari ruang anak, dimana sang suster baru saja kehilangan satu bayi laki laki yang telah diculik oleh seorang wanita yang menyamar menjadi perawat di bangsal anak.


shila yang tak sengaja mendengar kepanikan dari para suster itu pun tiba tiba langsung mencari pelaku yang menculik bayi terssebut, entah sadar ataubpun tidak disinilah dia dilorong keluar rumah sakit dari sisi samping yang sangat jarang orang lewati, ia terus meniti jalan itu hingga terlihat seorangwanita berpakaian perawat sedang berkomunikasi dengan kawananya yang sedang menunggu kobil jemputan komplotannya.


kawasan ini termasuk sepi dan entah ini kebetulan atau apa cctv yang ada disitupun tidak berpungsi sehingga memperlancar pelaku untuk melakukan penculikan.


" berhenti...!!!" teriak shila kepada 2 orang itu.


keduanya menoleh kearah orang yang memanggil, dan..


" heh... siapa kau.." tanya wanita itu


" kembalikan bayi yang kalian curi itu..!" ucap shila lagi


keduanya tersenyum devil yang menganggap remeh lawanya apalagi, yang sedang dihadapan mereka adalah seorang wanita pasien rumah sakit pula.


" kembalikan bayi itu... kenapa kalian memculiknya...dia butuh ibunya.." kembali shila berucap agar kedua orang itu mau melepaskan bayi mungil yang tak berdosa itu.

__ADS_1


" hahaha... seorang pasien mwncoba mwnghentikan kita, ron.. kamu pegangvini aku akan menjatuhkanya dengan sekali tamparan.. " ucap perawat palsu itu kepada temanya itu.


" baiklah... ahh... apa sebaiknya kita bawa juga.. untuk ku jadokan mainanku.. dilihat lihat dia cantik juga.." ucap lelaki itu sambil tersenyum miring.


tak menunda waktu, perawat palsu itu langsung menghampiri shila, ia ingin memberi pelajaran kepada gadis pasien rumah sakit, yang telah berani menghentikan aksinya.. dan sekarang sudah ada dihadapanya, tanpa aba aba perawat palsu itu mengangkat tangannya untuk menampar pipi shila, dan..


" plaaaak..." suara tamparan itu sangat teramat kuat, dan itu bukan lah tertuju untuk pipi shila, kaena ternyata shila lah yang lebih dulu melayangkan tamparan itu kepada perawat palsu itu.


" aahhhkkhhh..." jerit Perawat palsu itu sambil memegang pipinya.


teman lelaki wanita itu yang tadinya tertawa kini merasa geram melihat tamparan hang terJdi kepada rekannya itu.


shila tak tahu keberanian apa yang emmhuatmya melayangkan tamparan iru lebbih dulu.. ia hanya mengikuti instingnya tangan itu repleks terbang kearab pipi wanita itu.


"sial.. dasar ******... kau berano menampar pipiku..?!!" ucap perawat palsu itu sambil marah ia kembali melayangkan tanganya untuk menampar shila lagi dan keberuntungan tak memihak wanita itu, karena shila lebih dulu menangkap tangan wanita itu dan memelintirnya sehingga wanita itu mwnjerit kesakitan.


rekannya yang melihat itu geram dan ia pun mendekati shila bersama dengan bayi laki laki yang digendongnya..


tersisa karak 2 meter antara shila dan lelaki penculik itu, ia tersenyum licik dan berkata


" kau mengingknkan anak ini kan...?" ucapnya pada shila


kalau kau inhin bayi ini kau harus menuruti perintahku.. kalau tidak akan ku buang bayi ini sekarang seperti aku membuang sampah..." ucap laki laki itu


shila tak merasa gentar.. wajahnya bertambah dingin dan tatapan tajam membunuh sudah menusuk ke kedua bolah mata lelaki itu.


" apa yang kau inginkan?" tanya shila sambil melempar tubuh wanita yang baru saja dia lumpuhkan kesamping dengan tak manusiawi.


lelaki itu merasa sedikit menggil akan tatapan mematikan yang dihujamkan shila terhadapnya.


shila mendekat berjalan kearah lelaki itu tanpa gentar.. ia berjalan setapak demi setapak hingga lelaki itu tidaklah menyadari bahwa shila sudah berada dihadapannya.. dan menghajar lelaki itu dan mengambil bayi tersebut.

__ADS_1


**************


bersambjng dulu ya...😁😁


__ADS_2