
"apaaaaaaa...!!"
ucap arman separuh berteriak terkejut dengan ucapan aryan yang didengarny barusan. arman memandang aryan dengan penuh rasa penasaranya..
arman mendekati aryan dan berkata
" jelaskan aryan..!!" pinta arman separuh berteriak dengan tak sabar
" sebenarnya beberapa hari yg lalu saat saya hendak cek kesehatanku yang terahir..." aryan menghentikan ucapanya karena merasa sedikit berat akan mengulang kejadian yang baru lewat beberapa hari itu.
"apa...??
" cepat ceritakan!!" bentak arman tak sabar
aryan pun memulai ceritanya dengan berat.
" saya tak sengaja bertememu.. tepatnya bertatap muka dengan seorang gadis yang wajahnya benar benar mirip seperti dia.." ucap aryan pelan sambil merunduk pilu
arman terkejut. dak bertanya dengan tak sabar
" siapa..? "
"siapa gadis yang kamu maksud? adiba..??
dimana kau bertemu gadis itu?? dan kenapa kamu bilang dia mirip denganya???" tanya arman bertubi tubi.
aryan mengangkat kepalanya dan menatap sang kakak iparnya itu
aryanpun mlanjutkan ucapanya." saat aku terkejut melihat wajahnya, disaat yang brsamaan ia pun terkejut ketika melihatku! dan ia tiba tiba mengeluarkan air mata saat bertatapan denganku seakan tatapan kerinduan yang selama ini yang saya rasakan!!" jelas aryan
" tetapi ia pergi begitu saja setelah ada seseorang yang mendekatinya. seakan memang dia tak pernah bertemu denganku dan tak mengenalku sama sekali. belum jauh ia berjalan dari tempatnya iaxmendadak pingsan.!"
" apa..?" teriak arman lagi
" saya berlari begitu saja mendekati mereka berdua dan menggendongnya ke ruang perawatan. saya lihat laki laki tang bersamsnya sangat menghawatirkanya. dan dia bilang.. dia adalah tunangan gadis itu" ungkap aryan sedih
arman semakin heran dan menuntut cerita selanjutnya dengan fikiran yang sudah mulai tenang.
__ADS_1
" teruskan..." perintah arman
"dari mendengar gadis itu sdalah tunangan laki laki itu. dsiyu menbuatku sedikit tidak yakin kalau dia adalah zahrah.." ucap aryan kmbali menunduk lesu
" kenapatak yakin ku dia adiba?? sedangkan dari tatapan pertama kalian sudah merasa ada sesuatu perasaan yang hanya kslian berdua yang tahu" tanya arman
" yang mbuat saya sedikit meragukanya karena dia tak mengenaliku. dan pergi begitu saja bersama laki lakilain. dan laki laki itu adalah kepala dokter yang tadi" kmbali aryan bercerita
" lalu... apa yg membuatmu kembali yakin kalau dia adalah adikku??"
" tadi..." ucap aryan tegas, membuat arman semakin penasaran
"" tadi saya melihatnya bertarung... dan.. semua gerakan bela diri yang dia pakai hanya zahrah yang mempunyainya, semua gerakan sadis ity hanya ada pada zahrah bang..! dia adalah prajurit yang kejam kalau berhubungan dengan musuh. dan...
" hhhmm.. sudah saya lihat dan pantau kabar dari para bandit yang dihajarnya tadi, semua babak belur tak berdaya bahkan ada yang patah tulang dan hampir mati.dan itu semua adalah perbuatan gadis yang saya temui waktu itu!"jelas aryan
" saya hanya membantunya sedikit. setelah semuanya beres ia jatuh pingsan, mungkin kelekahan..." tutup aryan dalam bercerita
"huuuffhh...." arman membuang nafasnya kasar sementara aryan masih tetap menunduk setelah bercerita.
" bagaimanapun.. ada kemungkinan bahwa gadis itu adalahvadikku.! saya harus menemuinya dan melihatbdengan jelas benarkah dia adikku! " ucap aryan tegas
" tapi bang... sepertinya agak sulit.. karena kita belu tahu siapa dia dan ataukah dia.. "
" hilang ingatan.. " ucap aryan sedih
arman menepuk pundak aryan dan berkata" walau ia hilang ingatan tetapi saat bertatap muka denganmu. hatinya masih bisa mengenalimu walau akalnya tidak mengenalmu. darah lebih kental dari apapun! setelan penjelasanmu ini saya kembali beroptimis dan kyakinanku betambah.. saya makin yakin kalau gadis itu adalah princess kecilku yang paling saya sayangi." ucap arman.
keduanya terduduk diam, memikirkan apa yang harus ia lakukan.
" bang.. sepertinya saya harus undur diri dulu, ada pelatihan menembak sore ini. saya harus hadir untuk mendampingi" ucap aryan
" baiklah kamu pergi saja, tugas negara lebih penting dari apapun dalam hidup kita. saya akan keruangan dokter itu dan menanyakan gadis itu. " jawab arman
" baiklah bang.. saya pamit.. jika ada sesuatu yang terjadi tolong kabari saya" pinta aryan
" baiklah.. nanti akan saya kabari lagi.." ucap arman.
__ADS_1
" saya pamit..." ucap aryan sambil menyalam sang kakak ipar
" emmm..." jawab arman
setelah kepergian aryan, arman bergegas mencari ruangan sang direktur rumah sakit, ia bergegas menuju kantor dokter randi untuk menghilangkan rasa penasaranya.
iapun sampai dimeja seorang staf dan bertanya.
" maaf mengganggu... bisakah saya bertemu dengan kepala rumah sakit ini."
" maaf anda siapa? apakah sudah punya janji dengan beliau??" tanya staf wanita itu yang ternyata sekretaris sang kepala
" saya arman. ibu saya adalah pasien dokter randi, tadi dia bilang bisa memcarinya jika ingin menanyakan sesuatu.csekarang ada yang ingin saya tanyakan kepanya! apakah dia sibuk?" tanya arman lagi
" aah.. sebenarnya dokter randi sedang tidak sibuk. tetapi karena keadaan tunanganya yang sedang kurang baik, jadi sekarang beliau mungkin sedang berada di ruangan gadis itu" jawab staf tersebut sambil menyunggingkan senyumnya seramah mungkin. karena yang ia hadapi adalah pria tampan yang gagah
arman merasa ini adalah waktu yang pas untuk melihat dengan nyata. seperti apa rupa gadis yang disebutkan oleh aryan tadi.
" kalau boleh tau siapa nama tunanganya atau tunanganya ada dimana, karena ini agak serius saya akan mendatanginya senfiri!" ucap arman
" emmmmm" agak ragu staf tersebut ahirnya memberikan keteranganya mungkin saja ini darurat pikirnya.
" baiklah... nona shila. berada di ruang VVIP 2 lantai dibawah gedung ini. keluar lifh blok kiri anda sudah bsa menemukan ruang vvip disitu." jelas staf itu
" baiklah terima kasih..." ucap arman sambil tersenyum ramah pada staf itu.
staf itu merasa terbuai oleh senyum yang diberikan oleh arman.
" aahh... tampan sekali..m" batin staf itu
kemudian menjawab
" sama sama tuan..."
arman pun turun 2 lantai seperti yang diberitahukan oleh staf itu. ia melangkahkan kakinya dengan yakin karena tak sabar ingin melihat gadis yang diceritakan aryan tadi
dan sampailah ia di depan pintu ruang yang dimaksud, jantungnya berdebar hebat.. akankah gadis itu benar adiknya...
__ADS_1
" deg... deg... deg..."
*******bersambung dulu ya...😁🙏