mengejar cinta sang Letnan

mengejar cinta sang Letnan
40. dia gadisku


__ADS_3

" SHILAA...!!"


jerit randi dari arah luar rumah sakit. randi dan beberapa orang yang baru saja keluar bersama para staf dan keluarga bayi mungil itu.


aryan tiba tiba menolehkan wajahnya ke arah suara yang sedang memanggil gadis dalam pelukanya itu.


randi berlari sekencang mungkin mendekati capten aryan yang sedang memeluk shila yang baru saja pingsan.


banyak perasaan yang sedang berkecamuk di benak randi ketika berlari mendekati capten aryan dan shila, randi pun telah sampai mendekati aryan dan bertanya.


terbesit rasa cemburu lagi, karena ini yang kedua kalinya gadis kesayangannya disentuh oleh pria lain.


ahirnya iapun sampai di dekat keduanya dan..


" shila..." panggilnya hawatir


randipun langsung saja mengambil shila dari pelukan aryan, kemudian bertanya


" apa yang terjadi capten?" tanya randi yang kini sedang memegang tubuh shila dan menghawatirkan keadaannya..


capten aryan sangat terkejut, karena tiba tiba gadisnya direbut yang kedua kalinya pula oleh snag dokter yang mengaku tunanganya. dengan seribu pertanyaan yang ada dibenaknya ia pun menjawab


" entahlah saya juga tidak tahu? dia baru saja pingsan . yang pasti dia sedang kecapaian habis meladeni itu... ( tunjuk aryan kepada semua para bandit yang sudah tidak berdaya itu) demi menyelamatkan bayi ini. " jelas aryan sambil menunjukkan seorang bayi mungil tampan yang sedang digendong oleh capteen aryan


randi tercengang mendengar penuturan sang capten, ia pun merasa tidak percaya bahwa gadisnya bisa menaklukan 10 pria yang ada dihadapannya dengan keadaan yang sudah tidak berdaya. dan semuanya bertubuh kekar dan mengerikan..


randi samgat tidak percaya itu karena yang ia tahu shila adalah gadis yang peminim. dan tidak tahu dengan yang namanya bertarung.


banyak yang sedang randi fikirkan dengan semua yang baru saja ia lihat.. tetapi keadaan shila lebih penting baginya ia harus mengetahui keadan gadisnya sekarang.


randipun berkata


" terimakasih capten.. lagi lagi kau telah menyelamatkan gadisku.."


ucapan randi barusan dilontarkan sang dokter bagaikan petir yang menyambar telinga capten aryan.


kata "GADISKU" Yangcterdengar begitu mengerikan ditelinganya sungguh sangat menyakitkan, ia tidak siap mendengar bahwa Gadis yang beru saja berada dipelukanya adalah gadis orang lain bukan gadisnya. capten aryan tersadar dari lamunanya ketika sang ibu bayi mendekat sambil menangis meratapi nasib bayinya yang baru berusia beberapa hari tetapi sudah me4rnjadi korban penculikan.

__ADS_1


" terimakasih.. sir.." ucap ibu bayi


" ahh.. tidak apa nyonya.. sebenarnya yang mnyelamatkan bayi anda adalah gadis itu," tunjuknya kepada seorang gadis yang sedang digendong oleh seorang dokter menuju kedalam rumah sakit


" dia yang menyelamatkan putra nyonya dari penculikan ini.. saya hanya membantu sedikit." jelas capte aryan.


" aahh... baiklah kalau begtu.. sekali lagi terimakasih atas bantuanya.. putraku selamat karenan kalian berdua. semoga tuhan menberikan kebagiaan untuk kalian berdua." ucap sang ibu bayi.


" ya.. terimakasih... saya permisi karena ada urusan lain lagi..."


" baiklah tuan .. sekali lagi saya ucapkan terimakasih ... " lagi ucapan itu dilontarkan oleh ibu bayi


aryan hanya tersenyum dan meninggalkan semuanya masuk kedalam rumah sakit untuk menjenguk ibu letnan adiba.


capten aryan sudah masuk kedalam rumah sakit, sedangkan para pemculik sudah diamankan oleh pihak yang berwajib.


kini capten aryan sedang melamun. alias mwmikirkan kejadian yang barus aja terjadi,


ia berjalan seperti tak kenal arah, terus saja memikirkan benar benar melihat letnan adiba yang sedang berdiri melawan para bandit itu, dari setiap gerak yang ia lihat itu adalah gerakan yang baisa dipakai oleh kekasihnya, yang adalah seorang prajurit yang kejam dan ditakuti walaupin dirinya hanyalah seorang wanita tetapi kekuatan nya tidak bisa dianggap remeh.


dan.. kejadian itu... sama dengan kejadian beberapa tahun lalu ketika ia pertama kali berjumpa dengan letnan adiba, meski letnan adiba tidak mengenalinya karen sudah sekian tahun mereka tidak berjumpa.


airmata jatuh begitu saja dengan sendirinya tanpa diundang tanpa ia minta...


"tes...


Jatuh lagi membasahi pipi tampannya, kenapa setiap mengingat kejadian itu ia teringat kepada sang kekasih yang sampai sekarang masih tidak ia yakini kalau kekasihnya itu telah tiada.


" apa ini halusinasi karena aku begitu merindukannya.." gumam capten aryan.. hingga ia tak sdar kaalau didepanya ada dokter yang lewat belawanan arah, sang dokter juga tidsk fokus denganbjalan karena ia sedang sibuk memeriksa laporan kesehatan pasien yang baru tiba pagi ini. dan tiba tiba...


bruukk..


" ahh.. maaf kan saya... saya tidak melihat.. " ucap keduanya


sang dokter cantik sudah terjatuh bersama berkasnya sedang sang capten masih berdiri


apak anda baik baik saja.."

__ADS_1


ucap capten aryan menunduk badannya dan membantu dokter cabtik itu untuk berdiri.


hantaman tubuh aryan dan tubuh dokter cantik itu membuat sang dokter cantik tak dapan menyeimbangkan diri dak terjatuh. sedangkan capten aryan yang memiliki tubuh tegap tak terjadi apapun. ia hanya tersadar dari lamunannya.


" bang aryan...!" ucap dokter cantik itu dan melupakan rasa nyeri akibat bertabrakan barusan


" ahh.. dr.nana..." ucap capten arya.


" anda masih saja formal memanggilku bang.. bukankah kita berteman..?" ucap dr.nana


" oohh.. maafkan aku na.. apa kau baik baik saja.. ?" tanya aryan


" aku tidak apa apa bang.."


" oo.. iya.. kenapa abang ada disini... mau menemuiku ya...?" ucap dr nana menggoda


" tidak... saya hanya ingin menjenguk ibu dari teman saya.." jawab capten aryan ringkas.


" oooww... kirain mau ketemu saya." ucap dr.nana sedikit tertawa.


capten aryan hanya menanggapi dengan senyum


sembari berbincang bersama dr.nana telpon aryan berbunyi dan ternyata dari bang arman.


" hallo bang.." ucapa aryan kali ini dengan cara biasa


"......"


" oo baiklah... saya akan kesana.." jawab aryan dr sebwrang telpon


ada diruang mana bang pasien yang mau abang jumpai.. mungkin saya bisa bantu.


" ada di ruang ICU karena kedaanya sedang tidak baik. kurang lebih satu tahun sdah tertidur" ucapa ryan


" oohh... mungkin itu pasienya dr.randi, karena saya sedang mengurus laporan riwayat sakit seorang ibu yang baru saja tiba disini 2jam yang lalu dengan kondisi koma. dan saya juga bertanggung jawab atas pasien ini bang..." ucap dr.nana menjelaskan


" kebetulan sekali bearti.." ucap capten aryan

__ADS_1


" ia bang.. ayo bareng saya saja.. " ajak dr.nana


merekapun berjalan beriringan ke ruang ICU sambil melanjutkan bincang bincang kecil berdua.


__ADS_2