
"ekheeeemmm..." aryan berdehem demi mengintrupsi adiba dan rey. seketika rey dan adiba memandang aryan. adiba yang menatap sosok aryan,tatapan kerinduan yang keduanya berikan, sesaat sedang berpandangan seolah tjmpukan kerinduan yang mereka simpan perlahan mulsi menghilang. ada sebuah rasa yang tak terbantahkan di hati keduanya, seakan sudah kenal sangat lama.
rey mencairkan suasana canggung antara aryan dan adiba.
" aryan... ini letnan adiba, dia termasuk atasan saya klo didalam kpemimpinan komando karena dia tingkat dua sedangkan aku baru tingkat satu." jelas rey
" let, eh... adiba, ini aryan. tepatnya capten aryan , dia adalah sahabat saya. kembali rey mengenalkan
" aryan... " jawab aryan dan mengulurkan tangan
" adiba" adiba pun menjawab seraya mengulurkan tangan untuk bersalaman. perassan adiba semakin menjadi saat berjabat tangan dengan aryan, ya... perasaan rindu pada seseorang yang telah lama ingin ia jumpai. tetapi persaan itu ditepisnya, karena mungkin pria ini bukan lelaki kecil yang selama ini ia rindukan. mengingat nama ke dua pria itu berbeda. yang ini adalah aryan, sedangkan lelaki kecillnya bernama putra.
lain halnya dengan aryan yang mengetahui bahwah adiba itu adalah zahrah. wanita kecil yang selama ini dia cari dan rindui.ya... aryan sangat tau jelas aktivitas adiba selama ini dari sejak aryan SMA sdah mndapatkan berita tentang adiba melalui ayahnya.(ayah aryan)
tatapan rindu yang diberikan aryan cukup menggoyahkan hati adiba, dan membuat adiba menjadi salah tingkah,. tetapi ia kembali berkompromi dengan hatinya bahwa kekasih kecinya masih mencari dan menunggunya meski tak tahu kapan itu akan berahir.
perasaan canggung yang terasa di ketiga perwira itu terpecah setelah sang ibu bayi menyapa, ketiganya kembali untuk mgucapkan terima kasih.
" halo mbak.. saya namira ibunya beby zhie. terimakasih sdah menolong anak saya, saya tdak tahu apa yang akan terjadi jika mba tidak menyelamatkan anak saya." ucap tulus namira
" sama sama mbak.. kita memang harus saling membantu ketika ada yang membutuhkan. oh iya saya adiba " sambil tersenyum dan menjabat tangan namira .
kebaghagiaaan haru yang mereka rasakan ketika melihat sang bayi sekarang dalam keadaan baik baik saja. namira yang masih merasa sangat bahagia karena anaknya sekamat mengajak makan bersama du rumah keluarga besar ilyas karena zhie adalah anak dari pengusaha muda yang bernama fahruq ilyas. karena namira sedikit memaksa ketiganya pun menyetujui ajakan itu. ada wajah senyum lega, yang teukir oleh seorang wanita yang tepat bersembunui dibelskang kaka knya.siapa lagi kalau buka nana yabg jatuh hati pada capten arya
tak lama ibu adiba datang dan mendekat ke adiba, kemudian berkata
" gimana sayang apakah kau baik baik saja, syukurlah bayinya selamat" sambil tersenyum lega
__ADS_1
" iya bu... alhamdulillah... " sambil tersenyum
"ayo kita pulang sayang, sudah mau sore,, ibu sudah lelah. sekalian mengobati punggungmu. " seru sang ibu
" baiklah bu, ayo... tetapi aku mau pamit dulu karena ada rekanku juga yang membantuku tadi " ucap adiba langsung menuju kedua pemuda yang membantunya tadi.
adiba: "letnan rey... terimakasih telah membantuku tadi, dan... terimakasih juga untukmu capten aryan. kslian juga pnyelamat saya tadi "
rey":" sama sama let,, ehh.. adiba...
kami juga mau permisi mau melanjutkan renca kami yang tertunda. ( sambil tersenyum)
adiba pun berpisah dengan kedua pemuda tersebut, tetapi saat akan pergi tak luput dari pandangan sosok rupawan aryan yang lagi lagi membuat adiba terhanyut dalam kenangan lelaki kecilnya.tidak mereka sadari kalau mereka ternyata saling tatap dan tenggelam dalam fikiranya masing masing.
ibu adiba pun sedikit terkejut akan apa yang dia lihat, sosok dari salah satu pria itu ada yang ia kenal yaitu putra lelakinmasa kecil yang selama iji ditjnggu oleh putrinya. ibu terus mengamati adiba dan terbaca jelas dihadapan bahwa adiba tidak mengenali sang pujaa hati. ataukah memang sudah dilupakan oleh putrinya. ibu adiba hanya diam dan tersenyum tak memberitahu juga tak bertanya. karena ia ingin anaknya mengenali sang pujaan hatinya sendiri tanpa harus ada sang ibu yang memberi tahu tentang siapa pria itu. adiba dan ibu pulang kerumah dan kedua pria itu kembali mnyelesaikan rencana mereka yang tertunda tadi.
****
kedua pemuda itu pun tak sadar kalau ada yang datang ke meja mereka sambil membawa pesanan yang sudah mereka pesan tadi.
" permisi" ucap pelayan yang membuyarkan lamunan arka sedang rey masih asyik dengan hayslanya.
" ahh... ya.. " aryan yang tersadar duluan dari lamunannya mengingat perjumpaanya tadi dengan zahra( adiba)
" ini pesenannya mas.. " kembali pelayan berucap sambil tersenyum, meletakkan satu persatu makanan yang dipesan aryan dan rey tadi.
aryan tersadar akan sesuatu yang lain terjadi pada rey. ya.. dia sedang berkelana dialam khayalnya mengingat yang telah ia lalui tentang adiba, wanita yang sudah beberapa tahun ini ia kagumi.
__ADS_1
" ekheeemmmm" aryan mengejutkan lamunan rey
" eehh... iya... " rey yang tergagap sambil melihat aryan
"ada yang ngelamun ne... " sindir aryan
" aaahh... tidak aku hanya sedang bosan menunggu makanan yang sedang kita pesan" bohong rey
" o ya... ngomong ngmong... siapa nama cinta pertama mu. yang katamu akan segera bertemu seminggu lagi??" tanya rey untuk mengalihkan kegugupan karena lamunan tadi
" zahrah... itu namanya, sdah sekitar 16 tahunn kmi tak bertemu, aku sdah sangat merindukanya. " ucap aryan
" wah... aku salut sama kamu bro... naksir cewek sudahĺ lama dari kecil lagi. truss apa kau yakin dia juga nungguin, trus mau nerima kamu yang tetiba datang kekehidupan dia sekarang"
" emang secantik apa siih tu cewek?, kok sampe bisa bikin kamu yang tampan ini sampe tergila gila padanya. aku jadi penasaran... !!" rey bersemangat mengholangkan rasa penasaranya
aryan hanya tersenyum dan berkata" aku selalu tahu tentang dia rey, sebenarnya panjang kisahnya kalau mau diceritain lebih dulu.. tapi initinya.. aku memdapat restu dari calon mertua ku dan menunggu kesempatan untuk menunjukkan diriku dan melamarnya. dan kembali mengisi hari hari indahnya seperti dulu." (sambil tersenyum)
"wah... enak yah sdah dapet restu pula dari mertua.." ledek rey..
aryan hanya memberi senyuman kepada rey. dan perbincangan mereka pun trus berlanjut.
*****
hai readers.. sampai sini dulu yaa...
makasih looh... buat para pembaca yang sudah mau singgah di cerita q ini.
__ADS_1
semoga dapat menghibur semua dan jangan lupa like and comenya ya.. keritik dan saran dari pembaca itu perlu untuk membangun sebuah karya
terimakasih...