mengejar cinta sang Letnan

mengejar cinta sang Letnan
9. kegaduhan dikota B


__ADS_3

kini adiba sudah berada di markas kota B. sebelum beristirahat, ia langsung berkeliling markas tersebut ditemani oleh ajudan sambil mengenal ruang lingkup markas tempat ia berdinas untuk beberapa bulan kedepan sampai dengan tugasnya berahir.


selesai sudah berkeliling dan berkenalan dengan staff dan prajurit disana, adiba memilih memasuki ruanganya dan memilih untuk beristirahat sejenak. ia ingin meregangkan otot ototnya yang kaku, akibat kelelahan di perjalanan tadi.


2 hari telah berlalu masih diiringi dengan kedamaian dikota B, belum ada tanda tanda kegaduhan yang terdengar. semua terlihat damai dan tenteram adiba menghela nafas lega


siang terik yang menghantam bumi daratan kota B, adiba yang sedang melihat lihat tempat latihan para tentara. tiba tiba ia teringat kalau hari ini, tepatnya sore ini pasukan garuda akan tiba disini, itu artinya aryan akan datang dan brrtemu denganya.


asik membayangkan sang pujaan hati, terdengar suara intrupsi dari luar. seorang prajurit datang dan melaporkan bahwa sebuah sekolah dasar di pesisir kota B, disandra oleh GPK!. kabar itu seketika membuat adiba panik, mengingat yang disandra adalah merid anak snak sekolah dasar, anak kecil yang tak berdosa.


adiba berkata pada prajuritnya.


" tolong diawasi gerak gerik mereka dan diamati berapa jumlah para pemberontak itu, dan saya ingin laporan secepatnya. supaya kita bisa menyelamatkan para sandera itu."


" siap komandan" jawab prajurit itu


" satu lagi, tolong jangan sampai kecolongan, saya takut nanti kecerobohan kita membawa bencana bagi anak anak tersebut.


*****


Disekolah dasar yang disandera oleh pasukan GPK, banyak anak anak yang ditahan, dan beberapa guru yaitu kepala sekolah 2 guru laki laki dan 4 guru wanita. semuanya merasakan kepanikan saat senjata api itu mengarah kepada mereka, ada yang menangis dan ada juga yang berdiam diri. seorang guru yang terlihat emosi seketika berdiri dan bercucap kasar pada pihak GPK.


" Heeyy... kalian manusiia yang tak berguna dan berhati!"


" kalian itu sama seperti kami, sama sama bangsa negara A, kenapa kalian menyandera kami" teriak seorang guru muda berna rudi


seorang pemberontak datang dan menodongkan senapan ke kepala rudi dan berkata


" diam kau, atau ku tembak kepalamu!"


nada mengancam kemudian menjuluk kepala rudi dengan menggunakan senapan yang ia pegang

__ADS_1


semua murid diruangan itu menjerit karena takut, menangis sejadi jadinya. membuat salah satu pemberontak itu jengah dan marah


" Diaaaammm...!!!"


" kalau tidak,,, akan ku tembak kalian satu persatu!!!


ancaman yang diberikan mampu membuat semuanya diam dan sunyi, sangkin takutnya anak anak itu pada para pemberontak itu.


****


markas komando kota B


adiba sedang termangu sendiri diruanganya, memikirkan bagaimana nasib para tahanan itu,terutama anak anak yang tidak tahu apa apa tentang dunia orang dewasa, membayangkanya saja menbuat pilu hati adiba, banyak cara yang ia fikirkan tetapi mengingat banyaknya anak anak yang ditahan pemberontak itu membuat ia berfikir seribu kali untuk melangkah.


tenggelam dalam lamunannya yang dalam terdengar suara ketukan pintu di luar ruangan adiba.


tok,,tok,, tok,,


" masuk"


" baik,,, persilahkan mereka langsung menuju keruanganku" perintah adiba


sedikit lega menghampiri adiba, karena sekarang ia tak sendiri menghadapi masalah ini. ada rekan yang bisa dijadikan tempat berbagi, juga rindu akan sosok orang yang spesial dihatinya.


semuanya telah ada diruangan adiba dan tanpa basa basi lagi, merwka langsung merundingkan strategi apa yang harus mereka gunakan demi menyelamatkan para sandera


kesimpulan rapat mereka adalah adiba akan berangkat sendiri masuk ke komplotan pemberontak itu untuk bernegosiasi apa yang mereka inginkan dan membebaskan anak anak yang tdak bersalah itu.


sedikit berat bagi aryan untuk melepas adiba untuk pergi sendirian ke sana, takut kalau rencana mereka gagal, maka nyawalah yang akan melayang. tetapi dengan menggunakan perlengkapan yang mereka pakai adalah perlengkapan canggih yang bisa terhubung tanpa diketahui musuh membuat aryan sedikit lega. menimbang pula adiba tidak pergi sendiri mereka ada dibelakang adiba dengan menunggu aba aba selanjutnya yang membuat nyawa tahanan tidak terancam.


****

__ADS_1


malam itu hanya ada aryan dan adiba, anggota yang lain sedang beristirahat di barak masing masing yang disiapkan oleh prajurit tadi.


aryan yang sudah tak tahan dengan perasaan yang menderanya langsumg memeluk adiba.


" zahrah, apa kau yakin akan berangkat sendiri kesana.?" aryan memastikan


" ya.. aku takkan ragu menyelamatkan mereka, terutaman anak anak itu." jawab adiba tegas


aryan melepas pelukanya dan memegang kedua pundak adiba berkata


" persis seperti berita yang ku dengar, kau memang pantang mundur. tetap teguh atas kegigihanmu dalam melakukan sesuatu."


diam dan hening, kemudian melanjutkan


" tapi kau tetaplah seorang wanita dimataku, aku takut terjadi yang tidak diinginkan nanti. tidak bisakah aku saja yang menggantikanmu, dan tugasmu hanya mengintai."


adiba tersenyum kepada aryan dan berkata


" aku tahu kau sangat memikirkan keselamatanku putra, tapi aku punya tanggung jawab sendiri disini. mereka sekarang termasuk wargaku, karena aku pelindung disini. dan mereka(pemberontak) juga tahu kalau akulah yang berada disini bukan kau ataupun tim garuda.


aku takut kalau nanti berganti denganmu, bukan hanya perundingan yang terjadi, malah genjatan senjata yang terjadi dan anak anak yang tak berdosa itu yang menjadi korban"


" capten aryan,, percayalah...jangan melihatku sebagai wanita tapi lihat aku sebagai rekanmu, kau sekarang berfikir dengan perasaan bukan dengan logika seorang prajurit. kita sekarang sedang dalam tugas bukan sedang urusan pribadi. tolong hilangkan urusan pribadi kita, mari kita selesaikan bersama tugas ini dan mencoba untuk melindungi dan menyelamatkan mereka.


" zahrah... bagaimana kalau rencana kita gagal,,!!


aryan yang tidak sadar dengan kata katanya membuat adiba sedikit heran, tetapi ditepisnya rasa itu karena marasa aryan bukanya pesimis, tetapi kekhawatiran seorang kekasih padakekasihnya.


adiba menyadari hal itu dan menuturkan sedikit demi sedikit kekhawatiran aryan pada adiba, sampai sampai adiba pun berpesan.


" rencana yang gagal itu memang tidak terelakkan, tetapi usaha yang sekut kuatnya yang kita bisa itu lah hasil akhir dari semua perjuangan kita. hilangkan sugesti buruk itu, karena aku adalah orang pertama yang takut akan kalah karena yang harus kita selamatkan adalah anak anak yang tak berdosa"

__ADS_1


arya hanya mendesah pelan dan berkata "baiklah ".


waktu pun terus berlalu tak terasa sudah pukul 02 dini hari, aryan dan adiba memilih untuk kembali ke barak masing masing dan beristirahat dengan baik karen a besok adalah hari yang panjang yang akan mereka tempun.


__ADS_2