mengejar cinta sang Letnan

mengejar cinta sang Letnan
13. rencana


__ADS_3

pagi yang cerah dan bulir bulir embun pagi yang membasahi dedaunan masih tampak terlihat, karena hari masih menunjukkan pukul 06.00 pagi tetapi sang surya sudah tak sabar untuk menerbitkan sinar terangnya.


terlihat semua para prajurit yan ada di markas tersebut sedang melakukan aktifitas olahraga pagi yaitu berlari ringan mengelilingi lapanga latihan dengan sorak sorai gembira yang mereka dendangkan.


rey yang merupakan instruktur pagi ini menyambut pagi dengan bahagia, entah apa yang sedang terjadi padanya, tetapi pagi ini ia sangat senang. bagaikan mendapatkan undian yang besar paling.


digedung markas komando tepat dihadapan jendela ruang kantornya adiba memandang luas kearah lapangan yang yang sedang dihuni oleh prajuritnya, ia tampak bahagia melihat semangat yang dikeluarkan oleh pasukannya itu. dan dia berharap semangat itu akan terus ada sampai masalah yang akan mereka hadapi ini selesai dan terus semangat demi pengabdian mereka kepada negaranya.


tak terdengar suara langkah kaki yang mendekat kearahnya, seseorang telah masuk kedalam ruanganya tanpa ia sadari dan sekarang sedang berada dibelakangnya dengan jarak yang teramat dekat.


adiba terkejut dengan sentuhan mendadak yang melayang kearah pinggangnya, ia terkejut dan menyikut tubuh orang yang sedang memeluknya, dan." aakkhh..." aryan mengaduh


adiba kaget bukan kepalang dengan aduhan aryan.


" maaf,,, aku kaget dan repleks menggunakan tanganku untuk menyikut" kata adiba sambil senyum meringis


" sakiiit.." ucap aryan manja


" benarkah...? " tanya adiba pura pura prihatin dan " yang mana yang sakit??,,, dasar.. iti cuma diaikut bukan ditinju" adiba mengarahkan tangan kepalnya kembali ke dada bgian kiri aryan


aryan langsung tertawa dan memeluk adiba, " heeemmm,, ampun letnan, hamba menyerah"


aryan kembali bertanya" zahrah... apa kau punya waktu??"


" ya..???"


" aku ingin mengajakmu kepantai yang ada dipesisir kota ini, kabarnya pemandanganya sangat bagus, dan itu hanya menempuh jarak 2jam perjalanan." ucap aryan


" tapi... aku masih berat dengan keamanan kota ini yang belum selesai" ucap adiba bernada lesu


" tenanglah... kau butuh refresing... kita tidak lama disitu hanya setengah hari, hanya kita berdua saja. "


" aku ingin melewati waktu yang sedikit itu bersamamu, dan menyegarkan pikiran dari tugas tugas kita selanjutnya"


" mau ya..." bujuk aryan


adiba tampak berfikir kemudia menjawab" baiklah kalau hanya untuk setengah hari ku rasa tidak masalah.." jawab adiba.


aryan yang mendengar jawaban itu merasa senang. keduanya pun kembali menghadap jendela dan melihat para prajuritnya yang hampir selesai melaksanakan olahraga paginya.


*****

__ADS_1


kediaman keluarga adiba


" yah... kenapa beluma ada kabar dari adiba?" tanya sang ibu cemas


" tenanglah bu.. putri kecil kita itu sangat pemberani dan juga tangkas, tidak akan terjadi apapun padanya. ditambah lagi putra sedang bersamanya sekarang" tukas ayah


" tapi yah... tetap saja ibu merasakan kekhawatiran pada putri kita sesangkan kabar darinya pun belum juga kita terima.


masih dibalut dengan rasa khawatir dirumahnya, arman pulang sari kerjanya, ia masuk kerumah dan mendapati sang ibu dengan nada khawatirny.


" aasalamualaikum" salam arman


" walaikum salam, nak kamu sudah pulang" tanya ibu


" iya bu.. ada apa ibu kok terlihat cemas?" tanya arman sambil berjalan mendekat kearah ibunya.


" iya man, ibumu masih mencemaskan adikmu, sampai sekarang belum juga memberikan kabar kepada kita, bagaimana keadaanya sekarang"


" oohh.. itu. alhamdulillah sudah yah, bahkan para sanderanya juga selamat meski ada korban jiwa 1 yang meninggal" jawab arman


arman mengetahuinya dari temannya yang berada dikantor pusat, bukan dari telpon adiba. ia hanya menghibur ibunya, karena ia hafal kebiasaan adiba yang selalu lupa untuk mengabari ibunya karena takut sang ibu menghawatirkanya.


" kamu tidak lagi berbohong kan?" selidik ibu


nomor yang dituju sedang menunggu yang dituju mengangkatnya dan tak menunggu lama cukup dengan 2kali bunyi tuuut sudah ada suara diseberang sana.


" hallo,, assalamualaikum"


" walaikum salam, adik kecil abang yang selalu lupa ngasi kabar. apa kabar sayang.. ibu sangat mencemaskanmu" arman menjawab salam


yang terdengar diseberang sana hanya tawa dari seorang adik kecilnya yang manja


" he he... maaf bang, diba belum sempat ngabarin karena lagi sibuk, ini baru senggang.. " jawab adiba


" ah.. alesan kamu,,!" jawab sang kakak


" ngomong ngmong.. kamu baik baik saj- " belum selesai arman bicara telponya diambil alih oleh sang ibu.


" hallo assalamualaikum sayang... putri kecil ibu. kenapa kau tak memberi kabar kepada orang tuamu ini. kami sangat cemas menunggu kabar darimu nak"


" maafkan diba bu, kemrin urusanya baru selesai,dan diba belum sempat mengabari ibu, ini baru mau ngabarin ibu sudah ditelpon bang arman duluan." jawab adiba

__ADS_1


" syukurlah kalau kondisimu baik baik saja.."


" cepat pulang ya..?!" pesan ibu


" iya bu.. doakan diba agar masalah disini cepat selesai dan diba bisa pulang kerumah lagi" ucap adiba


" iya sayang... ibu selalu mendoakanmu" sambil terisak


" ini ayahmu mau bicara.. " kata ibu sambil memberikan hpnya kepada sang ayah


" putri kecil ayah,, jaga dirimu baik baik ya nak, selalu berdoa agar tugasmu dilancarkan oleh sang maha kuasa. karena hanya dengan ijinya lah semua langkah yang kau pilih berjalan dengan baik" nasihat ayah kepada adiba


"iya yah... itu selalu, ayah juga doakan diba biar bisa menjalani rangkaian tugas ini dengan baik dan maksimal, dan juga jaga kesehatan ayah dan ibu dirumah, aku merindukan kalian " adiba berbicara haru.


" iya sayang,,, kau juga jaga kesehatanmu, jangan lupa kabari kami tentang kondisimu, jangan biarkan kami kebingungan karena tak tahu kabarmu"


" iya yah"


"ayah tutup yah.. assalamualaikum" ayah menutup telpon dengan salam.


" tuh... ibu dengar sendiri kan apa arman bilang, adik kecil arman tu baik baik aja, dia itu tangguh dan tak terkalahkan. kita doakan saja agar dia selalu sehat dan selamat disana" nasihat arman kepada ibunya


arman sangat menyayangi adiknya, walau tak mendapatkan kabar dari sang adik, ia selalu mencari tahu tentang kabar terkini adiknya tersebut.


****


dimarkas komando kotaB


adiba yang baru saja menutup telponnya menunduk dan sedikit menitikan air mata, mungkin rindu pada ibunya.


aryan yang masuk keruangan itu pun menghampirinya, " kamu kenapa?" tanya aryan


" tidak apa apa... aku hanya baru saja telponan sama ortu dan abangku. seperti biasa aku lupa mengabari mereka,, dan itu membuat mereka sangat hawatir. " jelas adiba


" oooo,, kebiasaan kamu belum hilang ya..? selalu lupa memberi kabar kalau memang sedang banyak masalah " kata aryan sambil sedikit tertawa


" kau..." adiba sedikit mendelik kearah aryan


" kenapa kau tahu tentang kebiasaanku yang lupa memberi kabar?" adiba bertanya heran


"sudahlah, kau lupa aku selalu mengetahui apa yang kau lakukan, kebiasaanmu dan semua tentangmu. "

__ADS_1


"ini sudah siang ayo kita makan dulu, karena sore ini kita akan rapat lagi ada kabar terbaru dari pergerakan rombongan GPK." ucap aryan sambil menggiring adiba keluar dari ruanganya.


__ADS_2