
tak terasa pencarian dan evakuasi yang dilakukan oleh aryan dan pasukannya sudah memasuki batas ahir waktuk yaitu 19 hari yang mana 2 hari lagi kegiatan pencarian itu akan dibubarkan karena kondisi kota B yang sudah mulai rapih dan pengumpulan mayat dan korban pun telah hampir rampung terselesaikan karena banyaknya bantuan dr negara tetangga yang berdatangan membantu ke negara A ini.
didalam barak posko sementara pasukan angkatan darat seseorang sedang mengamuk prustasi terutama kepada dirinya sendiri karena, ia belum juga dapat menemukan sang adik yang sangat ia sayangi dalam hidupnya.
arman begitu menyalahkan dirinya sendiri saat ini ia benar benar terpuruk, juga karena ia meminta perpanjangan waktu pencarian sang adik tidak diijinkan oleh penguasa negara A, kondisi kota B sudah berangsur bersih dan perencanaan kedepan tinggal pembenahan tata kota dan kesejahteraan korbanbyang selamat. tidak mungkin kegiatan itu harus terbengkalai hanya karena untuk mencari satu orang saja.
tidak ada ayang bisa dilakukan arman saat ini, hanya melampiaskan kekesalannya didalam kamarnya sambil menangisi kegagalanya.
" maafkan aku zahrah... aku tidak pantas menjadi saudaramu yang sangat kau sayang, pangkat dan kemampuanku yang bagus pun tidak bisa membuatku dapat menemukanmu...
hik hik hik..." tangis arman yang sangat pilu
" ya rab... tuhanku yang maha dari segala galanya
aku mohon tunjukkan keajaibanmu.. sekali ini saja, aku mohon... berikanlah aku petunjuk dimana adikku berada.
hik hik hik..." arman menangis mengadu kepada tuhannya.
ditempat yang berbeda... dipinggir pantai terlihat seorang aryan yang sedang memandang hampa kehadapan laut luas yang membentang dihadapanya..
raut wajah yang lesu dan pikiran yang kosong... seseorang yang sedari tadi memperhatikan gerak gerik yang dilakukan oleh capten aryan, dia tidak lain adalah nana dokter cantik yang sangat menyukai aryan.
nana menatap bingung kehadapan aryan bertanya didalam hati." apa yang sedang difikirkan oleh capten aryan.. kenapa semenjak aku datang kesini ia terlihat murung dan sangat frustasi?"
cukup lama dokter cantik itu menunggunya sampai kesabaranyapun habis, ia sangat penasaran kenapa sang capten bisa seperti itu. ketika ia hendak melangkahkan kaki mendekati aryan. ada seseorang yang menepak pundaknya, menghentikan tindakan dokter cantik itu untuk mendekat kearah aryan.
" maaf dokter... sebaiknya capten jangan dulu digangggu" ucap seseorang yang merupakan prajurut kepercayaan aryan juga sahabatnya aryan reno.
" kenapa? ada yang salah jika saya mendekatinya? untuk sekedar bertanya apa yang terjadi padanya?" tanya dr.nana heran kepada prajurit itu
" tolong jangan ganggu capten aryan dahulu... !" ucap sang prajurit menatap tegas kepada dokter cantik itu kemudian pergi.
dr nana tidak mengindahkan ucapan reno, ia masih nekat untuk melaksanakan niatnya mendekat kearah aryan yang sedang tak baik.
__ADS_1
" aaaaakkkkkhhhhhh......"
aryan yang berteriak mengungkapkan kekesalan dan kegagalannya dari menemukan gadis pujaanya terdengar sangat menyedihkan. dr.nana seketika berhenti berjalan dan badannya bergetar mendengar teriakan sang capten yang sangat kencang dan mengejutkan itu.
ia melihat lagi kearah sang capten terlihat olehnya bahwa aryan sedang menangis meneteskan airmatanya, menumpahkan segala kegelisahan dan semua yang tengah berkecamuk didalam dadanya. dr.nana merasa iba dan ingin sekali membawa sang capten kedalam dekapanya, berharap semua yang sedang dirasakan oleh capten tersebut dapat hilang.
aryan menundukkan kepalanya menghadap ke pasir putih, ia mendudukkan tubuhnya di atas pasir itu seraya memohon kepada tuhanya untuk meminta keajaiban.
" engkau adalah tempatku memohon dan mengadu,
tolonglah... izinkan hamba untuk dapat melihaatnya kembali..
apapun keadaanya akan aku terima asalkan ia tetap bisa hidup.
"zahrah.... "
" aku mencintaimu.... zahrah..." aryan menundukkan kepalanya kepasir putih untuk menuntaskan kesedihanya. dan berfikir akankah tuhanya mendengarkan permintaanya kali ini.
" zahra..... aku memcintaimu..."
ia beranjak dari tidurnya menjadi posisi duduk bersandar ke diding tempat tidur. kembali ia amati tempat ini sambil bertanya di dalam hatinya" aku dimana..?"
" apa yang terjadi padaku...?" ia masih tidak mengerti dengsn apa yang sedang terjadi padanya.
" aww... sakiiit..." lirihnya memegang kepanya yang masih menggunakan perban."
kreeeeeaattt...
ada yang membuka pintu kamar." nona... kau sudah bangun?, alhamdulillah..." ucap seorang ibu ibu yang baru saja memasuki kamar gadis itu.
" maaf... ibu siapa?" tanya gadis tersebut
" saya bu ira, yang merawatmu, kami menemukanmu 3 minggu yang lalu tergeletak dengan luka luka," kemudian melanjutkan ucapanya " apakah saya boleh tau siapa namamu nona?" tanya bu ira
__ADS_1
" hah... saya... siapa saya...?" gadis itu bingung dengan dirinya, kenapa ia tidak bisa mengetahui siapa dirinya
"bu... saya siapa??" tanya gadis itu kepada bu ira
" aahh... apa kau terkena amnesia??" tanya bu ira
sebentar kamu tunggu disini saya akan panggilkan dokter dulu. kemudian bu ira keluar memanggil suami dan dokter yang merawat gadis itu yang tidak lain adalah anaknya bu ira sendiri.
" pa... papa... " panggil sang istri sambil berjalan twrgesa gesa menghampiri suaminya.
" kenapa ma, kok jalan buru buru sekali ada apa?" tanya suami bu ira yaitu pak anton
bu ira pun duduk disebelab suaminya dan berkata" gadis itu sudab sadar pa...!" ucap bu ira
"benarkah..." tanya pak anton
" iya pah..."
" tapi... dia terkena amnesia sepertinya, karena dia tidak mengenal dirinya sendiri." kata bu ira dan bertanya " apakah rendi sudah pulang? "
" iya.. sudah.. sekarang sedang berada di kamarnya. " ucap pak anton
" baiklah ibu mau panggilkan randi dulu." belum sempat ibu ira melangkahkan kakinya kemudian dicegat oleh sang suami.
" biar papa saja yang memanggil randi, mama kembali ke kamar gadis itu siapa tahu ia membutuhkan sesuatu, mengingat ia tertidur sudah berhari hari" ucap pak anton dan melangkah menuju kamar anak semata wayang mereka randi yang merupakan seorang dokter umum.
ibu ira kembali berjalan memasuki kamar gadis tersebut, ia mengingat kembali saat bu ira menemukan gadis ini.
* flashback on
2 hari pasca gempa bumi dan tsunami keluarga pak anton baru saja pulang dari negara F, ditengah dukanya melihat kesekeliling tempat tinggalnya yang bekas terkena genangan air 2 meter itu, merunduk sedik dan berduka atas kejadian yang menimpa kota tempat mereka tinggal.
ibu ira yang melayangkan tatapannya ke penjuru arah melihat konsisi sekitar, tak sengaja matanya bertemu dengan sosok seorang gadis yang terkapar, seketika ia berlari mendekati gadis tersebut, diperiksanya hidung gadis tersebut dan ternyata masih menghembuskan nafas, bu ira pun sontak teriak memanggil suami dan anaknya.
__ADS_1
" pa... randi... sini, gadis ini masih bernafas..." ucap bu ira
pak anton dan randi pun berjalan mendekati sang gadis yang dibicarakan itu, randi pun memeriksanya dan benar saja, gadis itu masih bernafas. mereka pun membawanya kembali ke rumah mereka.