mengejar cinta sang Letnan

mengejar cinta sang Letnan
21. upaya pencarian


__ADS_3

setelah apel pagi yang dilaksanakan pagi itu, semua prajurit berpencar ke bagian masing masing yang telah ditentukan. ada yang mendirikan tenda darurat, ada yang menyiapkan pos kesehatan dan juga bagian bagian lainya sebelum beralih ketugas inti yaitu mengevakuasi korban yang selamat ataupun tidak.


aryan yang sedang sibuk mengatur kerja yang akan menguras tenaga dan fikiranya beberapa minggu kedepan pun, menghentikan pekerjaannya karena ada prajuritnya yang datang.


" permisi..." ucap anggotanya.. kerena tak bisa mwngetok pintu. tempat markas sementara mereka adalah tenda darurat.


" ya.. masuk!" jawab aryan


"hormat... izin capten saya mau menyampaikan pesan ada telpon dari pusat dan berita yang capten perintahkan tadi.


" oohh.. iya.. trus bagaimana... sudah ketemu diimana letnan rey?"


" siap sudah capten..., tapi... dia dalam keadaan yang tidak baik baik saja capten... letnan rey terkenan depresi akibat bencana yang baru saja terjadi. mungkin karena kaget? semanya belum pasti karena butuh penanganan lebih lanjut" jelas prajurit aryan


aryan merasa lemas mendengar berita kedua yang didapatnya saat ini. disatu sisi kehilangan wanita yangvia cintai dan satunya sahapatnya terkena depresi. alngkah perih yang ia rasakan. betapa tidak kedua orang yang ia sayang ini tertimpa musibah dimana hanya sang maha pencipta yang tahu akankah keduany bisa baik baik saja.


aryan pun bertanya dimana keberadaan sahabatnya itu.


" dimana dia sekarang..?"


" siap di pos puncak bersama dengan korban selamat lainya capten."

__ADS_1


ada rasa tenang yang menjalar dihatinya, dan sedikit pertanyaan dihatinya. kenapa rey bisa terkena depresi sedangkan dia sudah berada di pos yang aman. tetapi ia cepat menepis semua pertanyaan itu dan meminta untuk menyambungkan teleponya ke pusat.


" baiklah.. tolong sambungkan telponnya kepusat sekarang juga." perintah aryan


" siap capten... kalau begitu saya undur diri.."


" ya..." jswab aryan


telepon pun tersambung ke markas pusat dan...


" hormat... siap capten aryan disini..." salam aryan


" baik... capten... besok akan menyusul rombongan dari kesatuan yang dari kota Z.X dan kota Y. mereka akan terbagi menjadi 3 tim yaitu membantu pencarian. tim medis. dan yang 1 tim nanti berbaur dengan tim yang kekurangan. dan 2 hari lagi tim dari sukarelawan akan datang mereka juga akan ikut membantu untuk menangani korban bencana alam tersebut. dan saya juga sdah meminta untuk didatangkan dokter ahli psikolog untuk mengobati trauma korban pasca bencabna yang menimpa. semua bantuan mulai dikirimkan. dan yangvtercepat akan sampai disana sore ini. berjuanglah... o iy... kalau semua berjalan dengan lancar waktu evakuasi diberikan oleh pemerintah selama 3 minggu. saya harap dalam waktu itu kita dapat meneyelesaikan pekerjaan ini dengan baik tanpa ada kendala yang datang." jelas jenderal dari pusat markasnya.


hari sudah menjelang sore, persiapan yang di buat oleh tim garuda sdah bisa di laksanan tidak menuntut kemungkina mereka akan langsung melakukan evakuasi meski hanya mrnyisakan waktu 2 tatau 3 jam. sebelum melakukan penyisiran mereka mengganjal perut dengan memakan nasi dan lsuk seadanys yang telah dipersiapkan oleh tim konsumsi dadakan. karena sebanayak apapun pekerjaan yang harus mereka jalani. mengganjal perit tetaplah merupakan suatu kewajiban yang tidak boleh dilewTkan meski terkadang lewat dari jam yang ditentukan.


sambil menunggu pasukanya beristirahat. aryan kembali merogoh kocek kantong seragamnya dan mengambil benda pipih yang menyimpan sesuatu didalamnya. yaitu handphone nys ysng berisikan isi pesan dan fhoto wanita tercintanya yang sangat ia rindukan entah ia masih dapat bertemu ataukah sudah memwang tak dapat bertemu.


asuik memandangi wajah sang pujaan hati. seseorang pun masuk dan berkata


" permisi capten... " ucap seorang prajuritnya

__ADS_1


" hormat.. capten istirahat telah selesai kita sudah bis amelaksanakan pencarian" ucap prajurit tersehut


" baiklah... ayo kita bergegas sebelum sore menjelang" ucap aryan seraya berdiri dan berjalan keluar dari tendanya menuju para prajurit yang telah bersiap.


upaya pencatian pun dimulai... ada yang mengumpulkan puing puing yang dapat diangkat memakai tangan mereka. ada juga yang menemukam korban yang sudah tidak bernyawa drngan berbagsi bentu dan pola yang mati dengan mengenaskan.


3 jam sudah terlewati, dan benar saja baru 3 jam mereka melakukan pencarian sudah mendapatkan lebih dari 150 mayat yang dengan kondisi sudah sangat tak dapat dikenali. sangkin dahsyatnys tsunami yang menggempur kota B. para prajurit yang sedang mengevakuasi jenasah itu sangat kewalahan, ahirnya capten aryan menghentikan kegiatan evakuasinya dan meminta para prajuritnya untuk beristishat sejenak dan akan melaksanakna pencarian kembali dimalam hari yang akan mereka mulai pukul 8 malam. tentunya setelah semua selesai melaksanakan ibadahnya masing masing.


aryan kembali maduk ketenda dimana ruanganya berada. ia mendudukkan dirinya dikursi kebesaranya.. mengistirahatkan badanya yang sejak tadi pagi belum sempat ia istirahatkan dan perutnya yang tak juga terisi dengan makanan. ya... ia kehilangan nafsu makanya... entab karena stress atau juga memang sedang tidak berselera. tak lama kemudian ia mengingan berita yang dikabarkan oleh prajurutnya tadi bahwa sang sahabat sedang tidak baik baik saja. ia ojn memilih keluar tendanya dan memacu kendaraanya yanh menbutuhkan waktu 1 jam setengah untu mencapai atas... yah... rey srkarsng berada di pos keaman diatas bukit besama dengan korban drlamat yang lainya.


rey terlihat sangat mengenaskan... rey tekkadang berterian dengan nada penyesalan deakan menyesali sesuatu yang sangat ia sesali semua orang tidak mengerti apa yang ia sesalai rey hanya diam dan murung sesekali ia menggelengkan kepala dan menagis dan taklama berteriak seolah mengatan jangan...


" tidaaร aakkkk.... jangaaaann...." teriak rey sambil menangis histeris..


aryan yang abru tiba dipelataran pos penyelamatan di bukit pun merada kaget dan seketika berlari menuju arah suara jeritan yang tadi didengarnya...


ia berlari sekencang kencang kencangnya menuju ruamg perawatan psikis yanga sa dilantai 2 grdung serbaguna. yang sekarsng disulap menjadi tempat pensmpungan para korban bemcana untuk sementara.


aryan terus berlari... dan berhenti di lorong kamar tmepat rey dirawat... dan...


" bersambung dulu ya... ๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜

__ADS_1


mohon dukungan like n komentnya yah... semoga syuka sama cerita saya ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š salam kenal dari saya ESHA


__ADS_2