
1 tahun kemudian..
dikediaman antonius
"pagi bu..." sapa seorang gadis yang baru saja keluar dari kamarnya menuju meja makan.
" pagi juga shila.. " jawab sang ibu
" randi mana, shila? " tanya ibu ira
" tadi kembali lagi kekamar, katanya masih ada berkas yang ketinggalan bu." jawab shila
" ohh... "
selang beberapa menin randi pun muncul keruang makan.
" pagi semua.. " sapa randi
" pagi sayang.." balas bu ira
mereka pun sarapan dengan khidmad.
ayah yang telah selesai sarapan pun kembali membuka koran harian pagi ini. dan ia pun mengingat kalau shila akan ikut randi kerumah sakit.
" nak shila... kamu jadi ikut kerumah sakit sama randi?" tanya pak anton
" iya pa.. tapi saya lagi ada perlu sebentar ketoko buku, emmm.. mungkin akan menyusul saja kesana setelah mampir ketoko buku." jawab shila
" gak apa apa kan kak?" tanya shila pada randi
" tentu saja tidak masalah... itu bagus. dengan buku yang kau beli, mungkin bisa ngilangin suntuk selama nungguin kakak kerja dirumah sakit." jawab randi
shila hanya tersenyum mendengar jawaban dari tunangannya itu. sebenarnya ada keraguan dihati shila akan kebenaran jati dirinya, benarkah ia adalah shila, kenapa ingatanya tak kunjung kembali bahkan tidak merasakan sama sekali bahwa keluarga yang menampungnya itu benar adalah calon mertua dan tunanganya.
pikiranya berlari kemana mana... mengingat srtiap ia tidur selalu bermimpi yang sama. ada seseorang yang ditempat jauh disana sedang menunggunya, menangis memanggil namanya dengan lirih dan penuh kerinduan.
dirumah dinas aryan
"tidak... zahrah... "
" tidak... jangan tinggalkan aku zahrah..."
" tidaaaaaaakkkk...."
aryan terbangun seketika, karena terkejut dengan mimpi buruk yang selalu menghantuinya, semenjak kepergian letnan adiba.
__ADS_1
" kenapa kau selalu menghantuiku dengan senyum manismu yang selalu membuatku tak bisa merelakanmu... zahrah..." hik hik...
aryan menangis mengingat kembali mimpinya itu, bisa dibilang indah tetapi menyakitkan dimana mereka menghabiskan waktu berdua tetapi nyatanya, sang kekasih sudah tak ada.
" ingin rasanya aku tak mau terbangun lagi saat bermimpi bertemu denganmu zahrah... karena jika aku membuka mata ini,, maka kau sudah tudak dapat kulihat lagi... salahkah aku yang masih tak dapat melupakanmu, aku yakin kau masih ada didunia ini." ucap lirih aryan pada dirinya sendiri
yah... aryan selalu bermimpi sedang bersama letnan adiba yang selalu menghabiskan waktu luang seperti biasa, tetapi selalu saja kepergian adiba yang membuat aryan menjerit tak rela.
*flashback mimpi
aryan dan adiba menghabiskan hari dimana hanya ada mereka berdua disitu. aryan membaringkan kepalanya diatas paha adiba, dan adiba pun mengelus elus lembut pipi aryan. sama seperti waktu mereka berdua berlibur kepulau yang lrtaknya tidak terlalu kauh dari pantay tempat mereka berdinas di pesisir pantai kota B.
kesenangan aryan itupun mulai runtuh dikala adiba mengucapkan kata akan pergi.
" putra... aku harus pergi.." ucap lirih adiba
aryan yang terkejut dengan perkataan adiba sejenak terduduk dan bertanya.
" mau kemana zahrah?"
" aku akan pergi sebentar... ini adalah ujian untukmu" jawab adiba
"apa maksud mu zahrah.." tanya aryan marah
" ya... ini adalah ujian bagi kita.. disinilah akan membuktikan kesetian antara kita berdua " jelas adiba
adiba pun tersenyum kemudian melepaskan pelukan aryan dan berkata." kita pasti akan bertemu lagi... aku sangat mencintaimu putra, selamat tinggal...." salam perpisahan adiba dan melangkah pergi menigggalkan aryan tampa menoleh lagi kebrlakang, dan tak mrlihat betapa sedik dan hancurnya hati arysn ketika ditinggalkan oleh sang pujaan hayi.
aryan yang tak dapat menghentikan kepergian adiba pun hanya bisa menjerit.
flashback off
tok tok tok...
aryan tersentak dengan suara ketukan pintu. ia pun keluar dan membuka pintu asramanya.
" maaf capten ada tamu." ucap prajurit yang baru saja mengetuk pintu rumah dinas capten aryan.
aryan bingung siapa yang mau menemuinya, dan bertanya. " siapa?"
" seorang dokter cantik, capten." jawab prajurit tersebut
aryan pun mempersilahkan tamunya itu untuk berkunjung.
semenjak aryan kehilangan letnan adiba, ia bolak balik masuk rumah sakit karwna menyiksa dirinya yang merasa prustasi ditinggal oleh sang kekasih, dan sekarang beginilah.. meski ia tidak terlalu dwkat dengan dokter cantik itu, tetapi ia juga tidak menutup diri untuk berteman dengan dokter cantik itu.
__ADS_1
*flash back on..
dirumah sakit ×× tempat capten aryan dirawat
setelah penanganan, capten aryan dipindahkan keruang perawatan, tentu saja didampingi oleh wakilnya reno yang juga sahabatnya aryan.
dr.nana sangat sedih melihat kondisi capten aryan yang begitu memprihatinkan dimatanya.
" saya tidak tahu derita apa yang sedang menimpamu capten, tetapi saya pastikan akan selalu ada untukmu dan membuatmu bahagia. tidak seperti ini... ini sangat mejyedihkan untukku..." ucap dr.nana dalam hatinya.
dr.nana pun meninggalkan ruangan apten aryan. dan mwmbiarkan capten istrahat agar kondisinya cwpat pulih dan stabil kembali.
setiap hari dr.nana selalu menyempatkan diri untuk melihat kondisi capten aryan, setiap hati juga dr nana memyuapi dan menemani capten aryan karena ia benar benar menghawatirkan lelaki pujaannya itu.
* flash back off
" ah... dokter itu lagi..." gumam capten aryan
capten aryanninhin sekali menolak kedatangan dokter vantik itu, etapi a tak enak karena wanita itu twlah membantuna dan merawatnya.
ia pjn tidak enak hati kalau harus menyuruh wanita itu pulang dan disinilah capten aryan berada bersama dr.nana sedajg mengobrol berdua di cafe terdekat dari tempat aryan berdinas, karena ia tak mjngkin menerima tamu wanita di asramanya.
setelah memesan minuman yang akan diminum oleh kedua insan itu, tidak ada pergerakan ataupun suara, sunyi senyap.
dr.nana bingung apa yang harus ia katakan, sedangkan capten aryan tak mau banayak bicara, karena semwnjak kehilangan adiba, ia menjadi manusia dingin yang siudah tak mengenali wanita, uia menutup rapat hatinya umtuk wanita lain selain adiba seorang.
dr.nana yang sedah beberapa hari tidak melihat sang kapten merasa rindu, karena itu ia memberanikan diri untuk datang menemui sang pujaan dengan alasanbmenanyakan keadaan sang kapten apakah sudah lebih baik dari kemarin.
" emmm... capten..." aryan mendongakkan wajahnya kearah dokter nana, dr.nana sekejap terdiam karena ditatap oleh capten aryan. yah.. debaran iu begitu kencang hingga ia yang selalu berhadapan dengan capten ryan selalu grogi dan kikuk.
" ada apa.." tanya capten aryan dengan dingin
" ah.. tidak apa apa, saya hanya ingin menanyakan keberadaan capten, apakah sudah baikan atau masih ada yang sakit? ucap dr.nana gugup
" saya baik baik saja.. dokter kan lihat sendiri." jawab aryan masih dengan nada dingin tetapi sopan
" ahh... i.. iya... klo begitu besok bisakah dokter kerumah sakit untuk melakukan pemeriksaan terahir. saya ingin mengecek kembali kondisi rmtubuh capten apakah benar benar sudah sembuh. ucap dr.nana
" baiklah... saya akan kesana, tetapi setelah makan siang karena kami ada rapat, bisakah..?" tanya capten aryan
" hmmm.. baiklah... kalau begiru saya tunggu jam 2 ya..?" ucap dr.nana
" baiklah... kalau sudah tidak ada yang ingin dibicarakan bisakah kita ahiri pertemuan ini, saya ingin beristirahat." ucap capten aryan beralasan
" baiklah... kalau begitu saya pamit, sampai bertemu besok.." ucap dr.nana kemudian pergi.
__ADS_1
aryan pun pulang ke asramanya dan kembali melabuhkan tubuhnya ke tempat tidurnya kembali dengan keheningan dan kebiasaan batunya yaitu menyendiri.
tobe continue...