mengejar cinta sang Letnan

mengejar cinta sang Letnan
41.


__ADS_3

"tidaaak... !!"


jerit adiba sesaat ketika ia terhempas akibat pukulan yang diberikan oleh salah satu preman dengan menggunakan balok kayu, dan membuatnya terjungkal sehingga seorang bayi mungil nan cantik yang sedang berada di gendonganya itu terbang melayang keudara, dan entah akan menjadi seperti apa nasibnya.


adiba memejamkan matanya karena tak sanggup untuk melihat kisah tragis bayi malang itu.


1 detik, 2 detik, 3 detik suara tangis itu tak kunjung terdengar ditelinga. adiba membuka mata dan melihat bayi mungil itu telah mendarat di pelukan seorang kelaki tampan sambil tersenyum..


bayi itu tidaklah menangis bahkan tertidur pulas, bak sedang diayun ayun, yang membuat bayi cantik itu semakkn terbuai dalam tidurnya.


adiba membuka matanya dan yang ia lihat seoranv pria tampan dengan tatapan yang menyejukkan hati sedang menggendong bayi malang itu, adiba terpana melihat senyum menawan lelaki itu, apa lagi dengan gagahnya sambil menggendong bayi mungil itu dan menyelesaikan para badit itu dengan lihai.


seketika bayangan itu berganti dengan momen pertemuan saat adiba mendapatkan gelar penghargaan dari komandanya dan mendapati bahwa seseorang yangb sedang mendapat penghargaan juga adalah seseorang yang sangat ia tunggu selama ini.


tatapan senyuman itu kembali menghiasi mimpi yang di alami oleh shila.


shila terbangun dengan terkejut...


" aku dimana?.." tanya shila


" kamu diruanganmu shila.. tadi kamu pingsan.." jawab randi yang sedari tadi khawatir melihat keadaam shila yg sedikit gelisah saat tertidur tadi kemudian tersenyum sendiri.


randi sangat menghawatirkan shila, apa lagi rasa takutnya semakin besar setelah 2 kali bertemu dengan pria tampan yang gagah yang sepertinya ada dimasa lalu shila.


" kenapa aku bisa pingsan kak?" tanya shila pada randi


" apa kau tidak mengingat apa yang sudah kamu lakukan tadi...?" tanya randi penasaran


" apa... apa yang aku lakukan kak?" tanya shila penasaran


" bukankah.. saya tertidur..??" tanya shila


randi semakin heran, ia diam sejenak kemudian menarik nafasnya dengan berat dan menjelaskan.


" kau..." belum selesai randi mnjelaskan. ada orang yang mengetuk pintu ruang rawat shila.


" permisi..." ucap seorang wanita dan laki laki yang merupakan orang tua dari sang bayi mungil yang diselamatkan oleh shila tadi.

__ADS_1


" ya.. masuk... " jawab randi


sepasang suami istri itu pun memasuki kamar


shila..


" maaf mengganggu istirahat anda nona ." ucap lukas ayah dari bayi mungil itu


" ah... tidak apa apa tuan... saya baik baik saja.." jawab shila


" kalau boleh tau ada apa ya.. tuan dan.. " belum selesai shila berkata


" saya erika dan ini lukas suami saya, kami datang kemari karena ingin mengucapkan terimakasih yang sebesar besarnya, karena nona sudah menyelamatkan bayi mungil kami.." ucap erika sambil menangis karena tak terbayang olehnya jika tak ada yang menyelamatkan bayinya, sekarang ia tak mungkin bisa bersama dengan bayinya lagi.


" apa..?, saya menyelamatkan bayi anda nyonya?" tanya shila bingung.


sepasang suami istri itu terlihat bingung karena shila tak mengingat telah mnyelamatkan bayinya.


" bukankah saya hanya bermimpi " ucapny lagi


" kenapa klian semua menatapku..?" tanya sila


" huuuffh... baru saja saya bermimpi telah menyelamatkan seorang bayi perempuan yg cantik" ucap shila dan wajahnya berubah murung ?" bayi itu hampir saja tidak selamat karena ada yang memukulku dari belakang sehingga membuat bayi itu lepas dari tanganku dan.. aku tak berani melihat akhir dari nasib bayi itu. tetapi ada seseorang yang menyelamatkan bayi cantik itu sehingga nyawanyapun selamat" tutur shila kepada semuanya


semuanya saling berpandangan mendengar kisah mimpi yang diceritakan oleh shila.


bukankah cerita barusan adalah kejadian yang baru saja dilewati oleh shila. semua yang ada diruangan itu kembali berpandangan, dan bertanya melalui tatapan masing-masing. mungkinkah kejadian ini pernah terjadi dimasa lalunya. ataukah memang hanya mimpi belaka. semuanya madih dengan raut keheranan melihat shila.


" memang benar ada seorang pemuda tampan yang menyelamatkan anak saya nona, dia berseragam tentara tadi, dia yang mengatakan kalau nonalah yang sudah menyelamatkan bayiku tadi. kalau tidak saya tidak tahu kalau nonalah yg menyelamatkan putraku. " jelas erika


"putra? apa bayi itu laki laki bukan perempuan??" tanya shila


" ya.. dia laki laki nona dan sangat tampan apa kau ingin bertemu dengan putraku??"


kemudian.. shila merasakan kepalanya kembali berdenyut.. memikirkan apakahh ini nyata atau hanya mimpi.


yang ia temui dalam mimpi adalah bayi perempuan sedang yang ia selamatkan adalah bayi laki laki.

__ADS_1


shila terlihat semakin bingung.


tiba-tiba kepalanya berdenyut kembali shila menjerit kesakitan.. karena fikiranya yang mencoba mengingat apa yang baru saja ia alami dengan mimpi yang ia dapatkan, tepatnya mimpi yang selalu menghantuinya hampir disetiap ia tidur.


semua yang melihat itu terlihat panik, apa lagi randi yang sangat cemas melihat kondisi shila yang sering merasakan sakit kepala.


shila meronta ronta sangkin rasa sakit yang sangat mengganggu kepalanya. hingga suntikan penenang dari susterlah yang menenangkannya dan membuatnya tertidur.


semua merasa iba melihat kondisinya, erika ku bertanya kepada dokter randi.


" dok, kenapa nona ini merasa kesakitan? apakah ada penyakit yang ia derita?" tanya erika penasaran.


" sebenarnya tidak nyonya, hanya saja baru baru ini ia sering sakit kepala. kami belum tahu apa yang terjadi padanya. tetapi shila pernah mengalami hilang ingatan" tutur randi


" mungkinkah ia sedikit mengingat kejadian masalalunya??" tanya erika


deg... deg... deg...


jantung randi berdebar tak karuan mendengar kemungkinan yang sedang dialami shila,


" dokter... dokter..." panggil erika


"ah.. maaf.. saya sedikit melamun" ucap randi.


"sepertinya dokter sangat mencintai gadis ini. " ucap erika lagi.


randi pun menjadi salah tingka dan menganggukkan kepala. ia membenarkan penuturan erika.


" semoga kalian bahagia, kami permisi dulu nanti kalau nona jni bangun kami akan kembali lagi.." ucap erika sekalian betpamitan


" baiklah terimakasih nyonya tuan..." ucap randi


" kami permisi dulu.." ucap lukas


keduanya meninggalkan ruang shila. kink tinggalah randi sendiri diruangan itu sambil memegang lembut tabgan shila.


" shila... saya tidak sanggu jika akan kehilanganmu.. akh sangan mencintaimu.." ucap randi sambil terisak ia mengecup tangan shila

__ADS_1


__ADS_2