mengejar cinta sang Letnan

mengejar cinta sang Letnan
31. kehilangan...


__ADS_3

aryan yang sedari sejak keputusan penutupan pencarian korban diputuskan merasa bak tersambar petir yang entah bisakah disamakan dengan rasa sakit yang sekarang tengah ia rasakan ini.


tak kuat mendengarkan keputusan dari panglima yang akan mengumumkan pemberhentian pencarian dan evakuasi dan disinilah ia berada, menyendiri di markas tempat adiba bertugas.


gedung ini tampak lusuh bukan karena sudah tua, tetapi karena hempasan dan genangan air yang melanda daerah ini. gedung itu masih berdiri kokok meski ada sebagian yang rusak karena terjangan air yang begitu deras.


aryan terus melangkah menyusuri kedung itu, satu ruangan yang sedang dituju oleh capten aryan, tidak lain adalah ruang dinas letnan adiba yang berada dilantai 2 ujung koridor gedung, yang dibelakang gedung tersebut adalah lapangan luas yang digunakan untuk latihan para prajurit.


aryan pun tiba di depan pintu ruangan itu, terlihat masih tampak bersih karena air deras itu tudaklah sampai ke lantai 2 gedung ini. dengan tertatih aryan terus berjalan menuju ruangan itu, ia telah sampai di depan pintu itu dan akan masuk kedalam ruangan itu... baru saja ia membuka pintu itu, terlihat seorang prajurit wanita sedang duduk di kursi kebesaranya, ya.. itu adalah wanita yang ia rindukan, wanita itu sibuk dengan membolak balikan kertas laporan yang entah apa isinya.


wanita itu menoleh kearah kapten aryan dan berkata.


" hey... kau sudah sampai..." ia menoleh ke arah kapten aryan sambil tersenyum


aryan pun tersenyum dan berjalan menuju ke meja sang letnan. " zahrah..." panggil aryan..


wanita yang disebut namanya itu pun tersenyum bahagia ke arah capten aryan dengan tatapan nakal akan menggoda sang kekasih.


aryan pun tersenyum dan berjalan menuju tempat dimana wanita itu duduk, tetapi ia tersandung dan terjerembab kelantai, dan ketika ia hendak menoleh lagi ke arah sang wanita pujaanya ternya hanya meja kosong tanpa adanya orang yang tengah ia lihat tadi.


tak perlu menunggu hitungan menit, karena sekejap itu juga bulir bulir bening itu meleleh turun membasahi wajah tampannya hingga ia yang dikenal periang dan tegas itu pun tak lagi terlihat. hanya seseorang yang sedang kesakitan akan kehilangan seseorang yang sangat ia cintai..


" zahrah..."


" zahrah.... kau dimana..." hik hik.. aryan menunduk terisak


" tolong beritahu aku bahwa kau memang masih hidup dan baik baik saja..."


" kau tidak boleh meninggalkanku begini... hik hik


"kita masih mempunyai janji untuk hidup bersama dan menua bersama."


" apa kau menghukumku..." hik hik


" bertahun tahun tahun aku menanti perjumpaan kita, namun dengan sekejap saja kau menghilang lagi..." hik hik hik...

__ADS_1


" apakah ini hukuman untukku, tapi apa salahku... zahrah...??" hik hik..


" tuhan... tolong pertemukan aku dengannya... aku sangat mencintainya..." hik hik...


" zahrah....!!!" aryan berteriak menyerukan nama itu


" zahrah...." hik hik...


" aaaakkkhhhhhhh........" teriaknya lagi


tak tahan dengan kenyataan yang harus ia hadapi.


aryan menangis sejadi jadinya didalam ruangan itu sambil memeluk pilu tubuhnya sendiri yang sedang berhayal memeluk kekasihnya.


duka yang begitu dalam, terasa sangat dalam bahkan ia sendiri tidak lagi menyadari akan tugasnya sebagai abdi negara.


sampai berhari hari ia berada diruangan itu tanpa gerak, hanya duduk memeluk angin dan membayangkan sang pujaanya yang sangat ia rindukan dan menangisi kepiluan yang tak kunjung reda, sampai dihari berikutnya mungkin karena tubuhnya sudah tidak bisa lagi diajak kompromi, aryan ambruk... dia pingsan diruang itu tanpa ada satupun yang tahu.


dibascam prajurit, reno sang asistenya aryan merasa cemas dan mencari dimana keberadaan sang capten, sudah berhari hari ia mencari sang kapten tetapi tak kunjung menemukan, hingga ide untuk mencari sang kapten ke markas mereka yang sedang di perbaikipun timbul.


reno pun melajukan mobil dinasnya menuju arah markas mereka, sesampainya didepan markas tersebut, imreno keluar dari mobil itu dan berlari menuju keruangan dimana letnan adiba kemarin bertugas. tak lupa ia menyerukan memanggil nama capten aryan.


"capten.... " panggil reno


" capten... kau dimana..." reno masih tetap setia memanggil sang capten meski tidak kunjung disahuti.


reno terus berjalan menuju ruangan sang letnan bertugas, dan.. benar saja...dia melihat sang capten itu terkulai lemas tak berdaya sambil meringkuk memeluk dirinya sendiri yang tidak bergerak di dalam ruang itu. sepertinya tengah pingsan. reno yang melihatvkeadaan captenya yang tak berdaya langsung mendekat dan.


" capten... capte..." panggil reno sambil menepuk nepuk pipi aryan


" capten... bangun capten...!!" reno cemas dan langsung saja membawa sang kapten keluar dengan menggendong capten aryan kebelakang punggungnya.


reno sangat sedih melihat atasan sekaligus sahabatnya ini begitu terpuruk begini.


" bertahanlah... capten..." ucap reno,

__ADS_1


reno sampai dirumah sakit terdekat dimana disitu juga ramai karena para korban juga dibawa kerumah sakit itu.


" dokter... dokter..... !" teriak reno


para suster dan dokter yang berada disekitar ruang IGD itupun merasa kaget tak terkecuali dr.nana yang baru saja keluar dari ruangan pasien. dr.nana pun berjalan mendekat tempat itu.


beberapa perawat dengan sigap membawa brangkar kosong agar dapat merebahkan capten aryan.


dr.nana pun datang menghampiri keramaian itu dan bertanya " ada apa ini..?"


" dokter tolong capten aryan...! " ucap reno kepada dr.nana


" apa....?! apa yang terjadi dengan capten aryan, " tanya dr.nana


" tolong selamatkan capten kami.,,!!" ucap tegas reno tanpa ingin menjelaskan apa yang terjadi.


dr.nana pun mengangguk dan membawa capten aryan masuk untuk diperiksa.


dr.nana pun memeriksa keadaan capten aryan, ia menatap iba melihat keadaan seorang aryan, yang dikenalnya ramah, meski tak terlalu dekat dengannya.


" apa yang terjadi padamu capten... kenapa kau bisa jadi begini..!" dr.nana. bertanya dalam hati.


setelah menjalani pemeriksaan, dr.nana keluar ruangan dan rupanya orang yang membawa capten aryan masih setia menunggunya diluar ruangan itu.


" bagai mana dok keadaan capten aryan?" tanya reno


" sedikit memperihatinkan, bagaimana bisa sudah lebih dari 5hari tubuhnya tidak terisi asupan apapun, ia terkena dehidrasi dan kekurangan nutrisi. sepertinya ada beban berat yang sedang ditanggungnya, ia terlihat snagat setres.. "


"tetapi ia sekrang sedang beristirahat, biarkan ia sendiri" jelas dr.nana


" baiklah kalau begitu, terimakasih dokter.." ucap reno...


**********


bersambung dulu ya...

__ADS_1


__ADS_2