mengejar cinta sang Letnan

mengejar cinta sang Letnan
25. pencarian yang panjang 2


__ADS_3

" bang..."


" bang arman..." suara panggilan yang terdengar tidak asing ditelinga arman.


" zahrah..." ucap lirih arman pada mengarah ke adiba


" zahrah... dari mana saja kamu, aku merindukanmu adikku... " ucap arman lirih sambil menitikan air matanya dan berlari memeluk sang adik yang baru saja ia lihat.


" aku baik baik saja bang... tetapi mungkin belum saatnya kita bertemu... " ucap adiba lirih kepada sang kakak


" kamu bicara apa adikku, kau mau kemana? apakah kita akan berpisah lagi...?" tanya arman kepada sang adik


adiba tidak memjawab, kemudian melepaskan pekukan sang kakak. adiba hendak membalikkan badanya pergi meninggalkan sang kakak, sebelum adiba berbalik arah tangannya lebih dulu dicekal arman dan kembali bertanya


" mau kemana zahrah... "


adiba hanya tersenyum, melepaskan pegangan tangan sang kakak kemudian berbalik dan meninggalkan sang kakak sendirian


arman mencoba untuk mengejar sang adik tapi tak dapat, karena sekejap saja adiba menghilang dari pandanganya dan dia pun trjatuh menangis dan menjerin memanggil adiknya tersehut agar tetap berada disisinya


" zaahhhrraaaaahhhh... " teriak arman


" zahraaah...."


" zahraaah... jangan pergi...."


"zahraaaaahhh....." menjerit menangis terkulai lemas karena sang adik tak kunjung berbalika rah menemuinya.


" zahrah....." ucap arman separuh berteriak sambil membuka matanya dengan ekspresi kaget.

__ADS_1


" adik kecilku..." ucapnya lirih sambil memeteskan air matanya


meratapi kehilangan sang adik yang sekarang entah seperti apa kabarnya sekarang...


seseorang masuk dan mengabarkan bahwa proses pencarian akan segera dilaksanakan kembali.


" lapor komandan, proses pencarian akan segera dilaksanakan, komandan dipersilahkan untuk merapat." ucap ajudan arman.


"baiklah... saya akan menyusul kesana," jawab arman


" siap.. komandan!!" ucap prajurit tersebut kemudian berlalu meninghalkan ruang istirahat arman( tenda darurat ya...)


kegiatan pencarian dan evakuasi korban bencana mulai lagi dijalankan mereka terus menyisir daerah daerah yang terkena sapuan air laut yang tinggi itu.


aryan dan arman berpisah sesuai dengan perintah yang dikatakan arman mereka akan menyisir daerah yang terkena bencana dengan berlawan arah, yang satu ke kiri dan yang satunya kearah kanan.


aryan dan prajurit lainya menyusuri kawasan bagian barat tempat terkena bencana, sudah mulai mereka dapati korban yang masih hidup, ada yang kakinya cedera berdarah, lebam, ada juga yang tersangkut di pohon yang masih berdiri kokok setelah sapuan air laut yang ganas itu, dan masih banyak lagi korban yang mereka temukan dan akan segera mereka evakuasi ke bukit yang sudah jadi rumah sakit sementara untuk diobati ( bukit tempat rey dirawat).


arman terus memanggil nama adiknya didalam hati seraya menoleh kesemua arah siapa tahu ada petunjuk untuknya agar bisa menemukan sang adik kesayanganya itu.


mimpi itu... yah... mimpi yang tadi ia dapatkan akankah itu pertanda bahwa sang adik baik baik saja ataukah malah sebaliknya.


" komandan.... ada mayat wanita... seperti letnan..." tak sempat sang prajurit menyelesaikan ucapanya, sang komandan tengah berlari mendekati arah yang menunjukkan sosok mayat yang seperti adiknya itu, dengan nafas yang memburu arman langsung mencengkram kerah baju sanf prajurit yang mengataksn bahwa mayat tersebut seperti adiknya.


" apa kau yakin dia letnan adiba..?" tanya arman dengan nada mengancam dan mata yang sudah sangat merah...


" k k klau... (sambil terbata) me lihat sweater yang dipakainya dia jelas letnan komandan... apalagi tingginya dan bntuk tubuhnya hampir sama dengan letnan adiba


seketika saja arman lgsung terduduk lemas tak berdaya, tetapi ia masih tidak yakin kalau mayat tersebut adalah mayat adiknya... ia menangis se jadj jadinya. dan berkata

__ADS_1


" tolong bungkus dengan benar.. kita harus membuktikanya ini benar benar adikku atau bukan, saya akan menelpon helikopter untuk langsung membawa jenazahnya ke porensik agar tahu pasti benar atau tidaknya dia adalah adikku atau bukan"


armsn terus memandangi mayat yang akan dibungkus tersebut, yah... mayat seorang wanita yang memsng seumuran adiknya tetapi sudah mulsi membusuk mengingat sudah hampir seminggu mayat tersubut baru ditemykan dan belum dikebumikan.


arman terus menahan gejolak hatinya, agar terus dapat tenang dan harus selalu berfikiran positif karena hasilnya belum ia dapatkan karena memang banyak prosedur pemeriksaan yang harus mereka hadapi.


banyak untaian doa yang ia hajatkan kepada sang penguasa alam dan pemilik nyawa atas jazad yang sda dan meminta kebaikan atas nyawa adiknya yang sangat ia sayangi, terus dan melakukan dan menyusuri tempat tempat yang sekiranya masih ada korban baik selamat maupun sudah meninggal terus mereka susuri hingga malam pun menjelang.


keesokan harinya... kedatangan para relawan telah tiba, pasukan tentara menjemput para relawan dan membawanya ke tempat pengungsian, sebelum mereka dibagi menjadi 2 kelompok yaitu akan ditempatkan dibukit dan di tenda darurat bersama para prajurit.


komandan arman tidak ikut,karena masih merasa sedih akan penemuan mayat wanita yang mirip dengan adik kesayanganya itu. hanya aryan dan pasukannya yang menyambut mereka di bandara terdekat dan akan membawanya ke posko sementara tempat para prajurit mengistirahatkan badan mereka.


" selamat pagi...." salam aryan kepada para relawan


" pagi..." jawab para relawan


" perkenalkan saya, capten aryan yang bertugas untuk bertanggung jawab di daerah sini dan melindungi kalian sumua para relawan. saya harap kita bisa bekerja sama untuk dapat membangun kembali kota kita yang telah tersapu oleh bencana ini."


sambutan kecil dari capten aryan kepada tim relawan.


dikerumunan para relawan itu ada seseorang yang sedang tersenyum memandang kagum kearah depan langsung pada seseorang yang sudah sangat ia kagumi dari pandangan pertama dulu yaitu capten aryan.


wanita itu terus melirik sang kapten... dan tersenyum bahagia dan bergumam kecil dalam dirinya


" ahirnya... aku bertemu denganmu..." sembari tersenyum dan terus melihat kearah sang capten yang tak pernah disadari oleh sanag capten.


setelah semua orang dibubarkan untuk beristirahat, sang wanita tersebut mulai berjalan dengan prasaan pdnya mengarah ke sang captain. dan aryan pun tidak merasakan adanya seseorang yang akan datang mendekat kearahnya.


" capten...." ucap sang wanita dan reflek aryan pun menoleh kearah orang yang memanggilnya itu dan...

__ADS_1


bersambung dulu ya..😊


__ADS_2