mengejar cinta sang Letnan

mengejar cinta sang Letnan
16.makan malam


__ADS_3

2 hari sudah.. aryan pulang ke markas pusat yang berada di kota z, meninggalkan sang kekasih yang masih terikat dinasnya di kota b.


oh.. iya.. kota Z adalah ibu kota negara A dan disanalah semua pusat administrasi dan kmiliteran berada.


Dimarkas kotaB, adiba sedang sibuk mengerjakan pekerjaan di ruangananya. ada rasa sepi yang menjalar di hatinya semenjak kepulangan sang kekasih yang telah usai melaksanakan tugasnya bersama adiba. sepanjang hari ia terus berkutat di mejanya sampai tak terasa rey sudah berada dihadapannya dan duduk tepan didepan nya dengan meja sebagai penghalangnya.


" ekhheeemmmm..." suara rey berbunyi


adiba mendongak dan menatap rey berkata" ohh.. kamu rey.., ada apa kok masuk gak bilang bilang."


" tadi saya sudah mengetuk pintu let, tapi tak ada sautan dari anda. pintu ruanganya juga tak tertutup rapat jadi saya putuskan untuk masuk saja." jelas rey kepada adiba


" ooohh... kamu ada perlu sama saya?" tanya adiba


"iya let.. ada beberapa hal yang ingin saya katakan, tetapi kalau bisa jangan disini. bisakah anda makan malam bersama saya." rey berkata, terlihat agak ragu karena takut ditolak adiba.


adiba sedikit mengerutkan keningnya, merasa aneh dengan ajakan rey, tetapi pikiran positifnya bekerja, yang menandakan itu adalah ajakan makan malam biasa sebagai sesama rekan. kemudia adiba mengiyakan ajakan tersebut.


" baikalah... jam berapa?" tanya adiba


" jam 7 nanti saya jemput ya let.." ucap rey


" oh.. ok!" jawab adiba santay


rey sangat bahagia karena adiba mau diajaknya makan malam bersama. kegembiraan tak dapat disembunyikan dari raut wajah tampanya. ia bergumam dalam hati" semoga ini keputusan yang tepat.." sambil tersenyum sendiri


adiba yang melihat rey senyum senyum sendiri merasakan keherana dan bertanya" kenapa letnan rey.. kok kelihatan gembira sekali. menang lotre ya...?" canda adiba


" aah.. tidak let... hanya bahagia saja. o ya saya permisi dulu, sampai jumpa nanti malam" ucap rey seraya meninggalkan ruangan adiba

__ADS_1


adiba tersenyum dan membalas ok, sebenarnya adiba malas kalau mau pergi dengan orang lain tanpa tujuan yang jelas, apa lagi bukan dengan orang yang dia cinta, tetapi rey berbeda... dia adalah sahabat orang yang paling ia sayang dan bawahanya yang sangat ia percaya dan juga tak ada alasan untuknya menolak ajakan makan malam dari rekan kerjanya sendiri.


tepat jam 07.00 malam rey sudah berada didepan barak milik adiba. dan sampai 10 menit ia menunggu adiba keluar menggunakan pakaian atasan kemeja dan bawahan celana dasar panjang yang menutupi kaki jenjangnya dan memakai sepatu yang sesuai dengan pakaiannya. meski sederhana, jauh dari kata gadis feminim, yang biasanya kalau diajak dinner memakai pakaian gaun atau semacamnya. adiba masih tampak cantik dilihatsiapa saja yang memandangnya akan terkagum kagum.


rey masih terpesona memandang sang pujaan hatinya yang berpenampilan sederhana itu. maklum setiap bertemu selalu memakai seragam tentara.


" hey..." adiba melambai lambaikan tanganya dihadapan rey karena tak kunjung sadar sari lamunannya. hingga punggung rey ditepuk dan rey sidikit terlonjak kaget mendapati adiba yang sudah ada dihadapanya.


" let.. kok sudaha da disini aja.." tanya rey masih linglung


" saya sudah dari 5 menit yang lalu disini. kamu aja ngelamun terus.. gak sadar sadar.. ngelamunin apa.." tanya adiba sedikit penasar


" klo ada musuh dah kena tembak kamu let.. " ucap adiba lagi


rey hanya senyum senyum sendiri dan bergumam kecil" aku ngelamunin kamu adiba dan tak henti memikirkan kamu"


adiba yang mendengar rekannya itu bergumam tak jelas pun kembali bertanya." ada apa.. kok kamu kelihatan aneh hari ini."


sesampainya di restoran yang dituju, adiba sedikit heran.. kok kelihatan bagus sekali, dan masih dalam keadaan bingun ia kembali bertanya pada rey


" kamu enggak salah ngajak aku makan direstoran ini kan?" tanya adiba


" tidak let.. kenapa apakah anda tidak suka?" tanya rey


" ooo... bukan itu tetapi ini restoran mahal, apa tidak apa apa kamu ajak saya makan disini. nanti gaji kamu habis cuma untuk traktir saya." ucapa adiba yang merasa tidak enak hati


" gak papa let.. tenang aja... sebenarnya...ini juga restoran milik keluarga saya... " jelas rey sambil memperlihatkan gigi putihnya


adiba hanya manggut manggut menyetujui penjelasan rey. yah.. memang rey termasuk dari kalangan yang berada, karena ia bercita cita ingin menjadi prajurit. makanya ia memilih meneruskan cita citanya dan menutupi identitas aslinya yang merupan anak orang kaya.

__ADS_1


tampil sederhana itulah rey yang apa adanya. meski memiliki segalanya tetapi tak memperlihatkanya. bahkan aryan saja baru tahu beberapa waktu yang lalu setelah memergoki ia dikejar kejar oleh pengawal yang ingin membawanya kerumah besar keluarga rey


" ayo masuk.." ucap rey


adiba membalas ajakan rey dengan senyum dan berjalan menuju meja pesanan rey. tampak jelas dimata adiba semua pelayan menunduk hormat kepada rey. menyapa dengan lemah lembut lalu menggiringnya menuju meja makan. tak lupa pula sang manager restoran datang untuk melayani dan itu membuat adiba tak enak hati.


" silahkan duduk nona" ucap dang manager.


adiba tersenyum kikuk mendengar ucapan manager itu. ia pun duduk. rey duduk dikursinya tepat berhadapan dengan adiba. ada rasa grogi yang dirasakan adiba karena ia tak pernah melakukan kegiatan seperti kni. bahkan terlihat seperti makan malam romantis yang dilakukan oleh sepasang kekasih. tetapi lagi lagi adiba menepis pikirannya itu dan kembali fokus dengan menu makanan yang akan ia pesan.


setelah usai dengan makanan yang ia pesan, sambil menunggu makanan datang aryan membuka suara untuk mengatakan apa yang harus ia katakan tadi sore.


" let ada beberapa hal yang ia aku ceritakan, "


rey menunduk gerogi dan memegangi kedua tanganya dibawah merasa hinhungbingin memulai kata katanya dari mana.


" ya.. ada apa.., Ktakan saja.." perintah adiba


" emmm..pertama.. aku naik pangkat let, dan 3 hari lagi akan diadakan upacara pengangkatanku.


" oohh.. iya saya sudah mendengarnya tadi siang. berkasmu ada dimeja.. selamat ya..." ucap adiba sambil mengulurkan tangannya.


rey.. menyambut uluran ucapan selamt dari adiba, ia sangat senang melihat reaksi seorang adiba yang merasa bangga dengan dirinya.


" kedua.. saya ditugaskan untuk menggantikan letnan disini, secara langsung saya dipilih untuk berdinas disini menggantikan letnan restu yang sakit. menimbang kondisinya yang tidak kunjung membaik jadi saya ditunjuk untuk berdinas disini. sedangkan letnan adiba sendiri diperintahkan untuk kembali setelah upacara penganhkatan saya selesai." cerita rey


" ia.. saya baru dengar tadi.. " kata adiba


" sudah kuduga.. letnan sudah tau semuanya.." kata rey sambil senyum tipis

__ADS_1


"kenapa rey.. apa ada lagi yang ingin kamu katakan..?" tanya adiba


rey kaget karena belum bisa menetralkan degupan jantungnya yang serasa ingin meloncat keluar, berdebar... dan.. ia mengumpulkan segenap keberaniannya untuk mengungkapkannya.. dan....


__ADS_2