mengejar cinta sang Letnan

mengejar cinta sang Letnan
47. hasil tes DNA 2


__ADS_3

Diperjalanan menuju kerumah sakit, kedua manusia yang berada dalam satu mobil itu memiliki perasaan yang berbeda, dokter Nana merasakan sesak dan sedih ada gurat sendu dimata gadis cantik itu setiap mrmbayangkan orang yang sangat ingin ia perjuangkan selama ini telah menemukan kembali semangat hidupnya, tetapi bukan dia orangnya. Dia yang baru beberapa jam lalu memantapkan hati untuk terus berjuang merebut hati sang capten kini hanya bisa menyimpan rasa sedihya,terlalu menyakitkan karena yang terjadi adalah patah sebelum berkembang. tetapi dirinya tetap menjaga perasaan seorang aryan, ia tidak mau terlihat sedih ketika sang pujaan hati sedang merasakan bahagia., apa lagi kesedihan yang dia alami adalah cinta yang tak berbalas dari aryan.


sesekali ia menoleh kearah capten arya dan bergumam


" Andai wanita yang sangat kakak cintai itu adalah saya, saya pasti akan sangat bahagia..."


dokter Nana masih terlihat tersenyum jika sesekali ia menolehkan wajahnya ketika beradu pandang dengan pria yang sedang mengemudikan mobil disebelahnya sambil mendengarkan luapan kegembiraan sang pria tersebut, bak silet yang secara halus dan kasat mata menyayat nyayat dirinya, meski terpaksa ia pun menimpali perkataan capten Aryan.


ya.. capten aryan sungguh bahagia mendengar kabar itu bahkansudah benar- benar tak sabar agar supaya cepat sampai menuju ke rumah sakit itu.


" na... saya sangat bahagia... " luapan bahagia yang terpatri di wajah seorang Aryan


" benarkan... dia belum pergi.... tuhan masih mengijin diriku untuk membahagiakanya..." ucap aryan sambil tersenyum sesekali menoleh ke arah dokter nana tapi tetap konsentrasi dalam mengemudi


sampai dirumah sakit.


mereka berdua turun dari mobil... saat aryan akan mengajak nana ke tepat arman menunggu nana lebih dulu berkata.


"kak... maaf saya tidak bisa menemani kakak, karena saya mendapat pesan dari suster ada pasien darurat..." nana memperlihatkan wajah meringis seperti permohonan maaf kepada aryan smbil menggoyang goyangkan hpenya ke sebagai pertanda bahwa panggilan itu memang darurat.


" a.. aahh.. baiklah kalau begitu... kapan kapan kita makan lagi nanti akan saya ceritakan padamu ya.. dan akan saya kenalkan juga padamu "


" saya tinggal dulu, bye..." ucap capten aryan


nana melihat kapten aryan berlalu dengan setengah berlari agar cepat sampai ketempat yang akan ia tuju. saat capten aryan membalikkan badanya dsitulah tetes bulir bening dokter Nana meluruh begitu saja di pipi mulusnya, ia menangis begitu saja tanpa dapat ia cegah perasaan yang sedari tadi menggerogoti hati dan jiwanya.


sebesar itukah cintanya untuk aryan, padahal sudah sejak awal lagi lagi diingatkan bahwa aryan benar benar tak ada perasaan apapun terhadapnya. hanya menganggapnya sebagai seorang adik saja.


dokter Nana pun membalik badanyanya menuju pintu keluar rumah sakit dan berlari memasuki mobilnya untuk pergi dari rumah sakit itu.. ia ingin melepaskan rasa sesak didadanya uang sejak tadi stelah bersarang memenuhi rongga dadanya hingga sulit untuknya bernafas.

__ADS_1


diruang direktur rumah sakit.


" permisi..." ucap capten aryan sambil mengetok pintu ruang direktur rumah sakit itu.


" masuk".. jawab orang yang berada di dalam ruangan itu.


capten Aryan pun masuk dan melihat ayah dan kakak dari sang pujaan hati ada di ruangan itu dan... seorang dokter yang merupakan pemilik rumah sakit ini dan tentu saja orang yang juga merawat gadis yang dicintainya selama ini.


tatapan tajam dari seorang aryan tak sengaja beradu pandang dengan mata dokter rendi. keduanya menunjukkan rasa yang tak bisa diartikan karena menyangkut gadis yang sama sama mereka sukai. Aryan memutus lebih dulu tatapan itu karena ia mendekati kedua lelaki yang tengah duduk di sofa ruang direktur bersama dengan dokter Rendi.


" bang.." sapa Aryan sambil menjabat tangan Arman


" ayah.." ucap Aryan sambil menyalim tangan calon ayah mertuanya.


ke empat lelaki itupun duduk dan kini Arman lah yang berbicara.


" ini hasil tesnya dan semua dugaan yang kau rasakan itu benar adanya" ucap Arman kepada Aryan sambil menyodorkan map hasil tes tersebut kepada aryan


Aryan membuka map tersebut dan berkata


"ini..."


" yah.. itulah hasilnya Aryan.. dia adikku.." ucap arman


" hikh... hikh..." Aryan menangis..


satu hal yang tidak pernah orang lihat atau ketahui bulir bening milik aryan tidak pernah keluar meski hal tersulit bagi hidupnya sekalipun, tetapi semenjak dia kehilangan sosok seorang Adiba, dirinya selalu diliputi kesediha dan air mata, dan kini... air mata itu kembali hadir tetapi dengan susasana yang bahagia karena gadisnya ada.. gadisnya masih hidup, gadisnya yang sudah dinyatakan mati oleh semua orang kini nyata adanya.. meski satu kenyataan yang baru saja ia sadari bahwa zahra... tidak mengenalnya, karena benturan yang dialaminya saat terjadinya bencana dulu, membuat gadis itu tidak mengenali siapa dirinya dan orang orang yang disayanginya.


Disinilah mengalir cerita yang sebenarnya dari bibir dokter Rendi dari pertama mereka menemukan gadis itu hingga sampai sekarang.

__ADS_1


" maaf.. karena saya menutupinya dari publik selama ini, saya kira dia hanya gadis biasa korban dari bencana yang tidak sengaja terbawa ke dekat rumah saya dan ssya juga jatuh hati padanya saat itu juga." tutur dokter Rendi kepada tiga laki laki itu.


Aryan hanya diam dan mendengarkan apa yang diceritakan oleh dokter Rendi. ayah dan Arman mengucapkan terimakasih kepada dokter Rendi karena telah menjaga anaknya dan adiknya selama ini walau belum bisa mengenali keluarganya rasa syukur tetap terucap dari bibir keduanya karena cahaya kehidupan mereka masih ada dan kesempatan buat ibu mereka sembuh kembali pun ada. pelan pelan saja nanti juga ingatan itu akan kembali dengan sendirinya.


" sesuai dengan janji anda dan permintaan saya tuan


saya ingin meminta waktu seminggu untuk menjelaskan sendiri kepada shila ah... maaf maksud saya letnan adiba tentang keadaan nya saat ini" ucap dokter rendi


" dan seperti yang saya katakan tadi, bahwa saya menyukainya, saya minta kesempatan untuk menanyakan langsung persaan tersebut kepadanya. apapun keputusan yang dia berikan akan saya terima. jika dia menolak saya maka saya akan melepasnya dengan suka rela. tetapi jika dia juga menyukai saya maka saya akan terus mempertahankan dirinya apapun yang terjadi. dan sebelum satu minggu itu saya minta kalian jangan dulu menemui shila" lanjut dokter Rendi


Tangan capten Aryan terkepal erat sampai buku buku jarinya memutih sangkin kuatnya genggaman tangan tersebut menahan emosi, matanya mendelik Tajam kearah dokter Rendi.


Kerinduan yang ia rasakan kini harus kemnali ia tekan karena permintaan konyol seoarang dokter sialan ini yang sianya dialah yang menyelamatnkan gadis pujaanya selama ini.


dokter Rendi melihat tatapan membara itu, tetapi tetap tenang dalam menyukapi ancaman hawa panas dari lawan cintanya itu.


" baiklah... seminggu...


" waktumu seminggu" ucap Arman


" bang.." sergah Aryan


" tenanglah Aryan.. hanya satu minggu.. kau bahkan menunggunya selama ini. tunggulah satu minggu lagi, saya sendiri yang akan mempertemukanmu dengannya"


ucap Arman menenangkan arya.


" baiklah kalau begitu kami permisi..." ucap Arman kepads pemilik ruangan


" baiklah... terimakasih" balas Dokter Rendi

__ADS_1


" ayo ayah... aryan.." ajak Arman


mereka pun meninggalkan ruangan tersebut, meninggalkan dokter Rendi yang terduduk lemas di kursi sofa itu seorang diri sambil menghirup nafas sedalam dalamnya..


__ADS_2