
pagi tepat pukul 07.00 pagi waktu negara A, berita tentang bencana yang melanda kota B, mulai di siarkan. berita bencana tersebut mulai menyebar keseluruh wilayahvterutama di kota M tempat orang tua adiba.
pagi itu, ayah sedang berada di ruang keluarga yang diemani oleh teh hangat dan tentu saja koran harian yang selalu setia menemani ayah adiba sambil menunggu sarapan sang istri selesai membuatkan sarapan untuk mereka.
tak lupa telepisi yang sedang menyala dengan menampilkan berita seputar kejadian yang terjadi di negara A. arman yang baru saja keluar dati kamarnya sedang berjalan menuju ruang keluarga bergabung dengan sang ayah untuk menonton berita.
" pagi yah..." sapa arman
" pagi..." jawab ayah
"nee.. beritamu sudah ayah setel dati tadi dan baru saja mulai.." ujar sang ayah
asyiknya mereka mengobrol tak terhiraukan lagi tentang berita yanga da di tvnya sampai berita duka nasional itu terdengar.
" berita terkini... telah terjadi bencana alam tsunami yang dahsyat melanda daerah kota B, yang dimulaikan dengan gempa dengan kekuatan 5.8 sc. __"
arman dan ayah tak sengaja mendengar bencana yang melanda kota B itu langsung wmngangkat kepalanya dan...
" tess.." air mata jatuh membasahi pipinya dan jantungnya berpacu dengan cepat..
arman juga yang mendengar berita itu sekelebat langsung panik dan langsung emmatikan tv tersebut takut sang ibu akan mendengarkan berita barusan.
arman langsung mengambil smartphonenya dan mencari kebenaran yang terjadi di kota B. dan sang ayah yang tengah mengeti apa yang dilakukan anaknya itu menunggubkepastian yang sebenarnay terjadi.
belum sempat menyelesaikan apa yang dicari, handphonenya berdering dan terlihat nomor yang jelas itu dari sahabbatnya yang berada di kemiliteran. dani namanya.
" halo" arman membuka suara
" halo assalamualaikum man.." sapa dani dengan suara yang lemas
arman yang mendengar suara lemas sang sahabat kini semakin gundah. gejolak debaran jantungnya kini tak terkendali, semakin kencang bahkan membuat tubuhnya kian lemas dan sebisa mungkin ia harus menyembunyikanya dari sang ayah sebelum pikiran jelek yang emnghampirinya menjadi nyata.
" hallo man, kamu masih disitu" tanya dani sang sahabat
" iya.. kenapa dan kok tumben nelpon pagi pagi gini..." ucap arman sembari berguyon menghibur diri
" lo.. uda dengar berita pagi ini?" tanya dani..
deg... jantung arman seketika bepacu semakin kencang dan tak terkendali dan ia tak bisa menjawab apa yang ditanya dani
" halo.. man..." panggi dani kembali dan..
__ADS_1
" i.. iya.. dan gw baru baca sedikit.. trus loe nelpon gw.. "
" semalam jam 08.00 terjadi gempa. dan setengah jam berselang tsunami menghantam hampir seluruh daratan pesisir kotaB. kejadianya cepat banget dan--
" kenapa dan.. kok diam? " tanya arman
" dan adiba dinyatakan hilang, man...!" ucap dani
ardan seketika terduduk dilantai mendengarkan kabar yang tak mengenakkan telinganya. ada rasa ingin menjerit takbpercaya dengan berita pagi yang oa dengar ini. sang ayah yang melihat gerak gerik sang anak sadar bahwa berita yang sang ank dengar adalah berita buruk dan itu jjelas entang sang putri tercinta.
" hallo man... arman..." panggil sang sahabat yang berasal di seberang telepone sana.
sakit yang terasa didengkulnya tak lagi terasa karena terjatuh lemas tak berdaya mendengar kabar buruk yangbbaru saja ia dengar itu.
arman melihat sang ayah bingung harus mengatakan apa kepada sang ayah yang sedari tadi sudah memperlihatkan raut sedihnya.
sang ayahpun menyadarkan dirinya, karena masih ada sang istri yang nantinya akan histeris mendengar kabar huruk yang sedang terjadi. seketika ia menyadarkan dirinya dan mengelus pjndak sang anak untuk menenangkannya.
" ada apa nak..?" tanya sang ayah
arman seketika menangis dan memeluk sang ayah
" yah.. zahrah... adik kecilku..."
ucap arman dengan tangisnya
" kenapa nak..?" tanya aayh lagi
" zahrah.. zahrah dinyatakan hilang akibat tsunami yang terjadi semalam yah.." ucap arman sembari menangis dipelukan sang ayah
ayah yang tak tahan dengan kabar buruk tersebut membuat ia yang sedari tadi menahan bulir bening agar tak jatuh kini harus terjatuh tanpa mengeluarkan sedikitpun suara.
ayah menahan perih yang tak tebendung seakan akan ia tidak lagi dapat melihat putri kecilnya akan seperyi apa hidupnya kelak?
tetapi saat ini yang ia harus lakukan adalah menenangkan sang putra, agar tak terdengar oleh sang istri karena menangisi sang adik yang dinyatakan hilang.
" arman... amtenangkan dirimu nak.." ucap sang ayah..
" ayah.. zahrah hilang... hik hik.." tangis sang anak
" iya... ayah tahu.. tetapi yang sangat penting sekarang ini adalah bagai mana sampai ibumu tidak boleh tahu tentang kabar buruk ini nak. kamu tahu sendiri ibumu akan terkena struk mendengar kabar buruk ini."
__ADS_1
seketika arman menegakkan badanya. mengingat kesehatan ibunya jugalah yang terpenting saat ini. ia pun sadar bahwa bersedih meratapi kehilangan sanga dik tidaklah keputusan yang baik.
ia pun berencana untuk menyusul ke kota B untuk mengetahui kebenaran tentang adiknya itu.
" yah..." panggil arman
" hmmm" saut ayah
" sepertinya aku harus kesana, untuk memastikan kebenaran adikku..!" ucap arman
" hmmm.. ayah hanya bisa merestuimu nak. " ucap sang ayah
" iya yah... anggap saja aku sedang berdinas diluar kota. dan tolong sampaikan itu juga pada ibu. aku tak sanggup untuk berbojong kepadanya yah.." ucap arman
" pergilah nak... tapi kau harus janji pada ayah... bawa kembali pitri kecil ayah.. dan adik tersayangmu itu." uap sang ayah
" insyaallah yah.. doakan kami.. doakan zahrah agar ia dapat selamat dimanapun ai sekarng. dan doakan aku semoga dapat menemukanya.." ucap arman kepada sang ayah
" iya nak pergilah.." ucap sang ayah.. nanti kalau ibu menanyakanmu ayah akan membuat alasan.
" yah... pokoknya sebisa mingkin ibu jangan diperbolehkan menonton tv sampai aku mendapatkan kejelasan kabar zahrah. aku akan selalu mengababarimu
armanpun pergi berlalu meninggalkan sang ayah..
ayah terduduk termangu dikursi ruang keluarga itu, mencaerna kejadian dan kabar yang baru saja ia dengar, benarkah dan apa yangs esang erjadi pada puti kecilnya itu.
" putri ayah... apakah kau baik baik saja sayang..., ayah harap diamana pun kau berada kau tetap dalam lindunganNya. " ucap sanv ayah dalam hati
dan tak lama ibubphn datang menghampiri.
" yah... sarapannya sudah jadi, belum datang kemeja makan.?" tanya ibu.
ihu melihat raut wajah suaminya itu tampak sedang bersedih.. dia pun bertanya
" adaapa yah... kok kelihatanya sedang bersedih.." tanya sang istri
" itu lagi ook tumben tvnya mati, biasanya da dengerin kabar berita" celoteh sang istri
" ekhhmmm.. ahh.. tdak apa apa.. bpak tadi sedang melamun, dan entah mengapa tvnya tetiba rusak" ucap aayh berbohong pada istrinya itu
" ohh.. ya sudah nanti kita service aja tvnya.. sekarang kita makan yok" ajak sang istri.
__ADS_1
dan ayahpun mengangguk tanda menyetujui ajakan sang istri