mengejar cinta sang Letnan

mengejar cinta sang Letnan
18. bencana baru II


__ADS_3

"zahraah... " jerit aryan dalam hati.


adiba terombang ambing dalam seretan air laut yang entah akan melabuhkan dirinya sampai ke mana. habis sedah tenagadan oksigen yang yang ia miliki, sayup sayup ia menutup matanya yang pasrah dibawa arus deras itu.


" tuhan... seandainya masih ada bagiku untuk memnuka mata ini. izinka aku untuk membahagiakan orang orang yang aku sayang"


" capten aryan maafkan aku.."


adiba menutup matanya. air deras itu trus menyongsing daratan luas itu, semua porak porandakan semua yanga da didaratan


*****


fajar telah mulai menyingsingkan sidik demi sedikit sinar matahari akan menapakan sinarnya kepermukaan buminya yang baru saja tersapu oleh air laut.


aryan yang tengah berada didalam pesawat belum menyadari bahwa pesawat tempur yang ia tumpangi akan mendarat 15 menit lagi.


ia masih dalam kegelisahanya sendiri mengingat percakapan yang dilakukanya semalam dengan komandannya.


falsh back on.


aryan berlari terus tanpa henti hinggabsampai didepan kantor sang komandan. untung saja ia masih menggunakan akal sehatnya saat akan berhadapan dengan sang komandan. ia berhentibsejenak didepan kantor atasanya itu dan mengayur nafasnya sebelum memasuki ruangan tersebut. tak lupa sebelum masuk ia mengetuk pintu iu terlebih dahulu.


tok tok tok..


suara pintu berbunyi, dan dipersilahkan masuk oleh atasannya.


" masuk" komandan memerintah


" hormat.." ucap aryan sambil mengangkat kedua tanganya memberi hormatvkepada atasanya itu.

__ADS_1


" hmmm... duduklah.." perjntah kkmandannya


aryan pun duduk dikursi yang diperintahkan oleh sang atasan. dengan hati yang gelisah serta raut wajah yang tegas seperti yang biasa ia tampilkan terhadap orang lain. setenang mungkin aryan memyembunyikan semua kecemasanya dan komandanpun berbicara.


" telah terjadi bencana ysng dahsyat di kota B, yaitu tsunami yang tidak diduga, sebab tidak dmterdeteksi akan adanya tanda tands terjadinya tsunami, hanya setrngah jam sebelum kejadian yang terdeteksi membuat tidak semua warga yanga da di pesisir pantai dapat di evakuasi."


aryan mendongak dengan masihvmemendam penasaran dengan apa yangverjadi selanjutnya. kini sang komandan menangkap raut wajah yang sedang cemas, meski ia tidak taw apa yang sedang dicemaskan oleh bawahannya itu.


" ada separuh pasukan kita yang hilang dan separuh lahi selamat. karena sudah berada di titik teraman saat melakukan evakuasi. dan yang paling menyedihkan letnan II adiba syakila azzahrah dinyatakan hilang" jelas sang komandan kepada aryan.


seketika tubuhnya menegang, matanya membulat sempurna seakan tidak menerima berita yang disampaikan oleb atasanya itu. lemaass... iu yang dirasakan oleh aryan mendengar berita yang meripakan seperyi mjmpi buruk baginya.


sang komandan memerintahkan mereka untuk berangkat malam ini jugs mengnhingat memakan waktu 2 jam dalm perjalan melalui udara.


aryan berjalan dengan lunglai keluar dari kantor sabg komandan, ia menepuk kedua pipinya seakan bertanya apakah semua kabar yangvia dengar adalah benar. padahal 2 hari lagi adiba akan dibebas tugaskan dari markas kota B, karena akan digantikan oleh aryan yangvakan naik pangkat besok.


lemas kakinya serasa tak dapat melangkah, ia terjatuh bak tersandung, tetapi yang jatuh duluan adah dengkulnya, tak ada rasa sakit yang ia rasakan, rasa perih yang terasa didenhkulnya tidaklah sebanding dengan ras aperih yang baru saja ia rasakan, apa lagi kenyataan akandirinya kehilang seseorang yang dicintainya.


Flash back off


setengah 6 pagi. pesawat akan mendarat dan itu bearti 10 menit lagi mereka akan sampai. dsratan yang tadi terdiri dari gedung pepohonan dan rumah rumah penduduk kini rata dengan tanah. hanya ada pasir putih dan tumpukan reruntuhan bangunan dan pepojonan yang tidak kuat menahan beban terjangan air tsunami tersebut.


pesawat tempur yang ditumpangi oleh tim garuda dan tambahan prajurit lain pun mendarat.. betapa sedihnya yang dirasakan para prajurit yang menginjakkan kakinya di kota B,


" astaga..." ucap salah satu prajurit itu


semuanya tidak percaya dengan apa yang tengah mereka saksikan barusan karena, terlihat sangat menyedihkan. tanpa sepengetahuan prajuritnya aryan meneteskan air matanya, meski hawa tegas yangvia tampilkan dihadapan anak buahnya itu tetap tak bisa ia pungkiri perasaan takut akan menemukan fakta bahwa adiba sekarng sedang menghilang. dan ia takut akan fakta berikitnya seandainya adiba ditemukan. akankah masih bernya atau sudah tidak bernyawa.


" capten.." panggil para prajurit yang selamat dari seberang yang menjemput kedatangan pasukan garuda dan prajurit lain

__ADS_1


aryan tersadar dan menoleh kearah pasukan yang menjemput mereka.


" capten..." berlari memeluk sang capten dan menangis " hik hik..." tangis prajutit tersebut.


" tenang... bagai mana kabar kalian.." tanya aryan sambil menyembunyikan kwsedihan yang juga sedang ia alami.


" kami selamat capten.. tetapi separuh dari kami juga ikut terbawa arus air laut itu saat sedang mengevakuasi penduduk..." diam sejenak dan melanjutkan ucapannya


" termasuk letnan adiba, capten.."


mendengar ucapan sang prajurit lengkap sudah semua rasa yang ia dapat kan, ahirnya kenyataannpahitvyang ditepisnya dari semalam tertumpah sudah.. kenyataan yang tidak inhin ia dengar suudah terdengar dan tegang... begitulah yang ia rasakan sekarang.


masih diam dengan ketegangan, aryan sudah tidak dapat mengendalikan dirinya, matanya sudah mulai merah dan akan mengeluarkan hulir hulir bening yang sudah mulai memenuhi kelopak mata tajamnya.


" pasukan letnan adiba satvitu sedang menggiring penduduk ysng ada di dekat resyoran dipinggirnpanti, kami yang selamat ini karena kami yang mengendarai mobil yang mengantar sebahiannpenduduk ke tempat yang aman. saat kami baru sampai dan menurunkan penumpang, ternya grlombsng air besar itu telah menerjang daratan kota ini capten...(sambil menangis) gelombang air itu sangat cepat.. kejadian itu benar benar tak bisa dielak" cerita prajirit tersebut


semakin tegang... dan rasa nya jantungnya sudah tak bisa lahi untuk berdetak normal. prasaan takut dan sedih yang menggrogoti hatinya hampir sulit ia hadapi. ada saru orang yang belum ia tanyakan kepada prajurit itu. satu lagi orang yang ia sayangi yang ia tinggalkan disini, dan besok ia akan naik pangkat.


" bagai mans dengan letnan rey.." tanya aryan pada prajurit tersebut.


" letnan rey selamat capten, tapi..." sang prajurit menjeda kalimatnya... dan..


******


sampe sini dulu ya gaisss...


mohon like n coment nya ya...


apakah adiba selamat ataukah dia akan meninggal...

__ADS_1


apa yang terjadi dengan rey...? simak di episod selanjutnya.


__ADS_2