mengejar cinta sang Letnan

mengejar cinta sang Letnan
46. hasil tes DNA


__ADS_3

Disebuah restoran ada seorang gadis yang sedang tersenyum ceria memainkan handphonenya sembari senyum senyum sendiri karena merasa sangat bahagia.


dia adalah dokter Nana, sidokter cantik dan baik hati sedang menunggu kedatangan seseorang yang sangat ia sukai.. siapa lagi kalau bukan seorang capten Aryan yang tampan dan rupawan yang dapat memikat gadis manapun yang ia ingini, tetapi sayangnya hatinya masih tertutup untuk dimasukin oleh seorang dokter cantik seperti nana. karena hatinya masih terisi jelas oleh seorang gadis cantik dan juga berani bahkan pahlawan negara siapa lagi kalau bukan letnan adiba, meski keberadaanya sudah tak ada tetapi tetap dapan membuat hati seoranga aryan tak dapat disentuh.


membayangakan itu saja sebenarnya membuat dokter cantik itu merasa terluka, tetapi dokter nana sangat menyadari posisinya dan berharap suatu saat capten Aryan akan mulai membuka hatinya sedikit demi sedikit untuk dirinya itu yang diyakini oleh dokter Nana dan tak ada kata menyerah baginya, mengingat wanita yang menjadi sainganya sudah tidak ada dan dia masih mempunyai banyak kesempatan untuk memasuki hati seorang kapten Aryan. dokter Nana pun tenggelam dalam lamunannya sendiri.


baru 15 menit berlalu. dan orang yang ditunggu oleh dokter cantik itu pun muncul, capten Aryan berjalan mendekat kearah meja yang dokter Nana duduki tentu saja tanpa diketahui oleh gadis tersebut karena dia sedang asik dengan dunianya sendiri. aryan berjalan mendekat, hari ini ia menepati janji untuk makan siang bersama setelah beberapa kali gagal terlaksana akibat capten Aryan yang begitu sibuk dilingkunganya, begitupun juga hari ini ia bertemu dengan dokter Nana tanpa mengganti seragamnya dan langsung menemuinya begitu saja setelah melaksanakan tugasnya karena ia berfikir hanya untuk menemani makan seorang gadis yang sudah dianggapnya sebagai adiknya sendiri.


" hai... " sapa capten Aryan


dokter Nana yang terkejut karena kehadiran seorang Aryan yang tiba tiba membuat degup jantung dokter Nana bertalu.. sepontan dia melirik kearah pria yang baru menyapanya.. dokter nana terbengong dan tak ia sadari kalau raut wajahnya terlihat sangat lucu.


" hallooo... Nana..." sapa Aryan kembali sambil melambaikan tanganya dihadapan gadis itu.


dokter Nana yang tersadar dalam lamunannya pun mulai menetralkan mimik wajahnya dan membalas sapa capten Aryan.


"ahh.. ha.. haay..." ucap nana terbata


" maaf ya telat, tadi ada kerjaan dikit .." Aryan meminta maaf karena terlambat


" hehe.. tidak apa apa kak... saya juga belum lama sampe disini." jawab dokter Nana masih dengan suasana gugup


" ooo... sdah pesan makan belum... ?" tanya Aryan


"eemm.. belum kak, sengaja nunggu kakak biar bareng aja pesenya. biar gak mgerepotin pelayanya. " jawab dokter Nana


setelah memanggil pelayan dan memilih menu makan mereka, Aryan dan Nana terlarut dalam obrolan yang ringan ringan saja seperti berbagi cerita aktifitas yang dikerjakan oleh masing masing dan makananpun datang.

__ADS_1


hati dokter Nana sangat berbunga bunga.. meski Aryan tak menganggap apapun tentan pertemuan mereka sekarang, tetapi bagi Nana ini sangatlah penting mengingat ia sedang bersama dengan seseorang yang sangat ia sukai dan kagumi.


makan siang berjalan dengan baik, tetapi ada yang merenggut rasa bahagianya saat ini. karena disela perbincangan seru antara dirinya dan Aryan , terdengan suara dering handphone yang ternyata itu adalah milik capten Aryan.


menghentikan tawa yang baru saja ia rasakan. ia pun meminta izin Nana untuk mengangkat telepon karena nama yang tertera di handphonenya adalah nama jend. Arman.


2kemungkinan yang sedang terlintas di fikiranya yaitu kabar atau perintah. ia pun mengangkat telpon tersebut tanpa mengalihkan badan dari Nana, karena ia merasa bukan rahasia atau memang Aryan mempercayai dokter Nana.


"assakamualaikum.. Yan.." sapa Nrman


" walaikumsalam.. siap ndan.. ada yang bisa saya bantu?" jawab Aryan


disebrang sana seorang Arman sedang menangis haru karena hasil tes dna Shila.


Arman masih tetap dengan tangis bahagianya, tetapi lain dengan yang ditangkap Aryan.. ia mengira terjadi sesuatu yang membuat pimpinan sekaligus calon kakak iparnya itu menangis.


" Adiba...." ucap Arman terbata


deg... jantung Aryan kembali berdegup kencang mendengar bahwa nama sang kekasih yang baru saja disebutkan oleh Arman


" ke.. kenapa dengan Zahrah...?" tanya Aryan kelu


dokter Nana.. yang tadi mengkerutkan wajah menebak ekspresi kapten Aryan kini ikut berdebar ketika seuntai nama yang di sebutkan oleh seorang Aryan, ya... dokter Nana sudah mengetahui cerita tentang Adiba ketika ia menolong seorang Aryan dari keterpurukannya dahulu.


kembali kepercakapan Aryan dan Arman..


" ada apa dengan Zahra bang..?" tanya Aryan masih dengan perasaan cemas, karena Aryan tak kunjung menjawab pertanyaanya sedari tadi

__ADS_1


" dia..." Arman masih menjeda ucapanya untuk menetralkan tangisnya.. " gadis itu... dia adalah adikku... dia benar benar Adiba.. prinses kecilku yang hilang...


gadis itu adalah Adiba... " jelas arman


dan itu membuat seorang Aryan mematung dengan debaran jantung yang tak karuan lagi bunyinya.. serasa bsk disiram air es.. badanya semua kaku.. tak dapat menggerakkan seluruh badannya.. ia masih belum dapat mengendalikan dirinya ke posisi mormal karena kabar ini adalah kabar yang selama ini sangat dinantinya.


" be.. benarkah...?" tanya Aryan lagi...


" ya... karena hasilnya barusaja keluar... saya langsung menghubungimu karena saya rasa kamu sama resahnya denganku akan gadis tersebut. dia gadis kecilku Aryan... dia adikku..." jelas Arman panjang lebar dengan hati yang menggebu.


" datanglah... kalau ingin melihat jelas hasilnya.." ucap Arman kemudian menutup teleponnya


betapa bahagianya Aryan mendengar penjelasan dari Arman. sesaat ia melupakan ia sedang berada dikeramaian.. ia bersorak bahagia dan sujud syukur dengan kabar yang baru saja ia dapatkan.


dokter Nana semakin aneh melihat tingkah seseorang yang berada dihadapanya, benarkah ini seorang capten Aryan. Nana ikut tersenyum bahagia melihat seseorang yang sangat ia sukai bahagia hanya dengan mendengar kabar dari telepon saja, walaupun hatinya sedikit terluka karena dengan kabar bahagia ini mungkin saja akan membuat impianya untuk memiliki seorang Aryan kandas begitu saja. setetes cairan bening terjaruh di pipi mulus dokter Nana, ia pun segera menghapusnya dan memperlihatkan muka bahagianya kepada Aryan.


ketika Aryan ingin berlari keluar restoran itu, tanganya dicegat oleh dokter Nana


" kak.. mau kemana?.. kakak melupakanku begitu saja?" ucap Nana dengan wajah sedik dibuat kesal


"ooppsss... maaf kan saya Nana.., " ucap Aryan


" apa yang membuat kakak sangat bahagia? sampai sampai saya yang cantik ini bisa terlupan begitu saja" ucap Nana pura pura ngambek dan tidak tahu padahal ia sudah mengerti.


" Zahra... Na, ternyata dia benar Zahra.. dan bang Arman sudah mendapatkan buktinya.., dia .masih hidup Na... dia..." ucap Aryan terbata menangis bahagia dan memeluk dokter Nana


" benarkah... "

__ADS_1


"kalau begitu ayo kita segera rumah sakit" ucap Nana dan menyeret Aryan dan merekapun pergi kerumah sakit setelah membayar bil yang mereka makan..


__ADS_2