
pagi diruang kesehatan, seseorang terbaring lemah karena luka tembak kemarin. dengan perlahan ia membuka matanya, dan melihat tempat yang berbeda dari yang terakhir ia lihat.
seorang perawat mendekatinya dan berkata.
" selamat pagi pak, anda sudah sadar..?"
" aahh.. suster saya ada dimana? apa saya ada didunia lain?? " pria itu berkata pada suster tersebut dengan nada aneh.
" anda diruang kesehatan pak, kemarin bapak tertembak, dan sekarang disinilah anda berada" jawab suster itu
pria itu mengingat kembali saat terakhir sebelum ia berada disini.
*flash back*
rudi melihat seseorang yang membawa senjata, mengarahkan tembakanya kearah adiba yang sedang marah.
bebarengan dengan tembakan itu ia berlari sekuat tenaga menghambur ke adiba dan bruk..!!
mereka berdua terjatuh kelantai dan tembakan itu mengenai sisi atas bahunya. dan karena syok rudi pun pingsan.
*flash back off"
aku mengingatnya, "ahh..." rudi meringis karena luka tembaknya berdenyut saat ia menggerakkan sedikit tubuhnya karena lelah, ingin berganti posisi.
" suster bagaimana keadaan tentara wanita itu, ?" rudi bertanya pada suster itu
" ooohh.. letnan adiba??" tanya suster itu kembali bertanya pada rudi
" dia tidak apa apa,, sekarang ada diruanganya mungkin. sebentar lagi juga kesini, katanya mau meninjau para korban sandera kemarin sembari menunggu keluarga korban yang menjemput" jelas suster
rudi membatin dan bersyukur tak terjadi apapun pada adiba,
" syukurlah dia tidak apa apa,
hmmm.. ternyata namanya adiba"
asik dalam lamunan sehingga rudi tak menyadari adanya kunjungan dari tentara yang merupakan adiba dan prajurit lainya untuk memastikan keadaan para korban baik baik saja.
" selamat pagi.." sapa seseorang dari luar bilik yang ternyata aryan membuka sapaan pada sang korban
" pagi,, pak." jawab rudi
" bagaimana keadaanya sekarang? apakah anda baik baik saja.?" aryan kembali bertanya
__ADS_1
" alhamdulillah sudah enakan kok, dan terimakasih telah menyelamatkan kami semua dari penyanderaan itu"
" oohh... tidak masalah itu memang sudah tugas kami" aryan menjawab sambil tersenyum
rudi menoleh kebelakang rombongan para tentara yang datang, terlihat sosok tentara wanita yang diselamatkannya kemarin, timbul debaran jantung yang tak beraturan. dan kedua pasang mata itu bertemu, ia melihat senyum adiba yang mengarah padanya, adiba berjalan mengarah ke rudi dan,
" terimakasih.. karena sudah menyelamatkanku dari tembakan itu" ucap tulus adiba
rudi yang mendengar itu merasa sangat bahagia, jantungnya yang berdebar tak karuan membuatnya salah tingkah. ia menjawab ucapan adiba dengan sedikit gugup.
" ti,, tidak masalah... kita memang harus saling tolong menolong" jawab rudi
adiba kembali tersenyum dan menjabat tangan rudi.
" perkenalkan saya adiba, sekali lagi terimakasih karena telah menolongku"
" ru.. rudi, saya rudi... terimakasih juga karena sudah menyelamatkan saya dan murid murid saya.
sejak saat itu,saat pertama kali rudi melihatnya diruang sandera yang membuat rudi sangat mengagumi wanita itu, seorang prajurit wanita yang berani mempertaruhkan diri demi mrlindungi orang lain.
setelah berbincang sedikit pasukan itu meninggalkan ruangan kesehatan, dan meninggalkan rudi sendiri agar bisa beristirahat.
"letnan adiba... sepertinya aku mulai menyukaimu" gumamnya dalam hati rudi di brangkar ruang kesehatan markas komando kotaB.
****
setelah tugas tugas para prajurit itu di dibagikan semua membubarkan diri, dan tinggallah adiba dan aryan.
" capten... sepertinya aku tidak melihat letnan rey.." adiba bertanya pada aryan
" hmmm.. ia aku juga belum melihatnya sejak kita pulang dari tempat penyanderaan itu" jawab aryan
" kau sahabatnya, kenapa tidak tahu ada dimana dia??" adiba kembali bertanya
" kau kekasihku, sejak kapan memanggilku seperti itu, dan bertanya tentang sahabatku" sewot aryan
" hhhmmmm... sepertinya ada nada cemburu ini, rey itu bawahanku, wakilku, bagaimana mungkin aku tidak tahu keberadaanya. dan kau,,, sudah sejak dari dulu aku sangat mencintai dan menyayangimu, tidak mungkin aku menyukai orang lain" adiba menjawab kesewotan aryan sambil berjalan mendekat kearah aryan.
adiba mendekat, semakin mendekat ke hadapan aryan dan sekarang tepat berdiri dihadapan aryan. adiba mengangkat kedua tanganya mengarah ke pipi aryan dan berkata
" apakah ada yang bisa mengganti posisimu dari dalam hatiku?" dengan senyuman menggoda adiba mendekatkan dirinya dan memandang intim sang pujaan hati.
aryan yang terkejut akan aksi sang kekasih reflek merasakan panas disekujur tubuhnya, semua pikiranya kosong bak orang yang terkena hipnotis, ia terdiam mendengar rayuan adiba, tetapi seketika ia tersadar dan tersenyum licik,
__ADS_1
" aaahhh... beginikah kalau seorang zahrah sedang merayuku?? seorang letnan yang dingin dan ditakuti ternyata seorang penggoda" aryan mendekatkan wajahnya ketelinga adiba
seketika wajah adiba merona merah, niat hati ingin menggoda aryan malah kembali ia yang tergoda,
" hmmm... apa aku tidak cocok untuk jadi penggoda untukmu?" kembali adiba melancarkan aksinya
" mmmmm.... mungkin saja... tetapi aku menyukainya, dan itu hanya tertuju untukku bukan untuk pria lain" jawab aryan mesrah yang membuat adiba semakin ingin mendekatkan dirinya kepada aryan.
aryan sangat menikmati kemesraan mereka, dan " cuup" kecupan mesrah yang dilayangkan aryan ke kening adiba membuatnya menunduk dan tersenyum malu. aryan yang melihat itu semakin gemas dan ingin terus menggoda adiba sampai suara ketukan pintu terdengar.
tok tok tok
aryan dan adiba terkejut dan kembali duduk menjaga jaraknya.
" masuk" aryan membuka suara
" maaf capten mengganggu" dan itu adalah rey
" ahh rey... dari mana saja kamu, masuklah kami baru saja membahasmu yang tak terlihat dari kemari"
rey yang mendengar itu mengangkat kepalanya, seketika ada bunga dihatinya memimikirkan ternyata sang atasanya masih mengingatnya dan mencarinya, ia menoleh ke adiba yang rona wajahnya masih belum bisa hilang karena rayuan aryan tadi.
rey menyangka kalau adiba menghawatirkanya dan itu membuatnya senang dan tidak lagi emosi,
" ternyata dia menghawatirkanku" rey membatin dalam hati dan tersenyum kearah adiba
" o ya... sudah waktunya kita melepas murid murid itu, orang tuanya sudah berkumpul" kata rey
" ya... ayo kita kesana" jawab aryan dan menoleh kepada adiba
" ayo letnan.. kita lepas para murid itu kepada orang tuanya"
para murid itu pun bertemu lagi dengan orang tuanya dan mereka pulang kerumahnya masing masing. dan guru guru yang selamat juga sudah dijemput keluarganya tak terkecuali rudi yang dijemput oleh keluarganya.
rudi dengan keadaan yang sudah lebih baik berjalan mendekat kearah adiba dan berkata
" terimakasih telah menyelamatkan kami semua let, semoga kita bisa bertemu lagi"
" iya,, saya juga berterimakasih atas kebaikan anda juga. ya... sampai bertemu lagi" ucap adiba
dan didalam hati tudi, ia berharap akan bertemu lagi dengan wanita ini dan semoga bukan dalam keadaan seperti ini.
setelah berpamitan dengan yang lain rudi pulang dengan keluarganya. mereka pergi dari markas dengan menggunakan mobil yang dibawa oleh keluarga rudi.
__ADS_1
*******