
pak anton dan randi pun berjalan mendekati sang gadis yang dibicarakan itu, randi pun memeriksanya dan benar saja, gadis itu masih bernafas. mereka pun membawanya kembali ke rumah mereka.
beruntungnya mereka karena rumah pak anton terdiri dari dua tingkat, jadi merek masih dapat menempati rumahnya meski dengan keadaan yang sangat memperihatikan karena seluruh bagian rumahnya yang berada dilantai dasar tergenang lumpur, mereka pun berjalan dengan hati hati menaiki satu persatu anak tangga yang agak licin, randi yang menggendong gadis itu pun tak merasa keberatan, karena randi memiliki tubuh yang sedikit berisi dan bertubuh kekar, jadi saat menggendong gadis tersebut ia tidaklah merasa berat.
mereka pun tiba disalah satu kamar kosong yang biasa dibuat bu ira sebagai ruang tamu, untuk tamu atau saudaranya yang menginap di kediaman mereka. randi membaringkan gadis tersebut di atas tempat tidur dan berkata pada ibunya.
" bu lebih baik tubuhnya dibersihkan dulu, setelah itu baru ku obati, badanya sangat dingin aku takut ia akan terkena demam tinggi" ucap randi pada ibunya
" baiklah... sebaiknya kamu masuk kekamarmu dulu," ucap bu ira, dan randi pun berlalu keluar kamar itu menuju kamarnya.
ibu ira membersihkan tubuh gadis itu, dibukanya sayu persatu pakaian yang melekat pada gadis itu, baju yang basah dan dilumuri oleh lumpur. bu ira agak kesulitan membersihkan tubuh gadis, dengan telaten ia membersihkan seluruh tubuh gadis itu hingga bersih, memang memakan bsnyak waktu mengingat ia sendiri yang membrrsihkan tubuh gadis itu hingga memakaikannya pakaian.
setelah bersih, bu ira terkagum menatap kearah gadis itu. " cantiik.." puji bu ira.
kemudian ia mengalihkan pandanganya kearah kepala gadis itu terlihat memar dan luka serta sekujut tubuh gadis itu terlihat memar.
prasaan iba menyelimuti melihat gadis itu terkulai tak berdaya, tetapi lega karena kesempatan hidup masih juga diberikan untuknya.
tok tok tok
suara ketukan pintu itu membuyarkan lamunan bu ira, ia pun menjawab seruan itu.
" masuklah..." perintah bu ira
terlihat anak lelakinya yang telah bersiap dengan peralatan medisnya untk memeriksa keadaan gadis itu.
" sudah bu.." tanya randi
" iy nak... cepat lah obati dia, kasihan..." ucap ibu ira
" iya bu.." jawab randi
__ADS_1
" ibu keluar sebentar ingin melihat pembersihan rumah kita sekalian membawa pakaian kotor ini.
"hmmmm " randi hanya menjawab dengan deheman. ibu ira pun berlalu keluar kamar.
randipun memulai memeriksa keadaan gadis itu, ia tersenyum merasakan kalau keadaan gadis itu baik baik saja.. hanya saja kepalanya sedikit memar dan luka robek sedikit yang membuat kepala itu harus mendapatkan jahitan sedikit.
setelah merasa perawatannya telah usai, randi kembali memandang wajah sang gadis.." cantiik..." kata yang keluar dari bibirnya.
" kau sangat beruntung gadis.. tuhan masih mengizinkanmu untuk melihat dunia.." gumam randi didalam hati sambil tersenyum
* flash back off
" siapa aku..." ucap gadis itu kebingungan karena tidak mengetahui siapa dirinya.
randi dan ayah pun telah sampai dikamar gadis itu dan melihat, kebingungan dari gadis itu,
" kau sudah siuman nak.." tanya pak anton
" siapa aku..." tanya gadis itu
ketiganya pun saling berpandangan bingung akan pertanyaan yang dilontarkan oleh sigadis tersebut.
randi yang sudah jatuh hati semenjak merawat gadis itupun berfikir, mungkin ini kesempaan baginya untuk memiliki gadis yang disukainya itu, maklum saja selama ini ia tidak pernah memikirkan tentang wanita karena difikiranya hanya mengejar karir dan impianya yaitu menjadi dokter ahli bedah yang handal, dan sudah terbukti bahwa diusianya yang baru 28th sudah mendapatkan gelar itu dan memimpin sebuah rumah sakit besar yang ada di kota B ini.
karena sang ayah adalah seorang pengusaha.
ternyata sang ibu juga berfikiran yang sama bahwa ia ingin menjadikan gadis ini sebagai calon menantunya alias anaknya karena memang sejak lama bu ira menginginkan anak gadis. dan tuhan memberikanya lewat gadis yang ditemukan olehnya ini. terlepas dari ingatanya nanti akan kembali. ia ingin merasakan mempunyai anak gadis.
sang ibu mulai memulai duluan untuk menjawab pertanyaan sigadis.
" kau... kau adalah shila, tunangan randi anakku, " jawaban ibu ira membuat pak anton dan randi terkejut, tetapi randi senang ternyata keinginannya untuk memiliki gadis ini dimengerti oleh sang ibu.
__ADS_1
" benarkah... ? tapi kenapa aku busa tidak ingat apapun?juga... kenapa aku bisa cidera seperti ini.?" pertanyaan demi pertanyaan dilontarkan gadis itu membuat bu ira gelagepan, randi yang mengerti akan ibunya itu pun menganbil alih pembicaraan dan berkata
" shila.. akan lebih baik kamu istirahat dulu, karena kamu baru saja siuman dari sakitmu, perbanyaklah istirahat. amnesia mu hanya sementara, lambat laun ingatanmu pasti akan kembali dan kau bisa mengingat kami lagi."( dan saatbingatanmu itu kembali mungkin kau tidakkan pernah mengenalku, karena aku memang tidak ada dimemorimu) gumambrandi dalam hati.
" ia nak sebaiknya kau beristirahat dulu agar tubuhmu cepat pulih." tambah ibu ira
" aaahh.. baiklah... kalau begitu" jawab gadis tersebut sambil memikirkan sesuatu yang dia sendiri juga tidak tau apa yang sedang ia fikirkan.
" kamu keluar dulu ya... kalau ada apa apa kamu bisa memanggilku.." kemabli bu ira berucap
" iya bu... terimakasih..." jawab gadis itu sambil tersenyum lembut.
pak anton, bu ira meninggalkan kamar gadis itu yang mereka sebut bernama shila. randipun ikut meninggalkan kamar tersebut dan membiarkan shila untuk beristirahat.
diruang keluarga ketiganya larut dengan fikiranya masing masing. sang ayah yang kembali dengan aktigitasnya membaca koran, randi dan ibu yang hanyut dalam lamunanya sendiri.
" randi... " panggil ibu ira
" ya bu..." jawab randi
" apa kau keberatan dengan apa yang ibu katakan tadi dihadapan gadis itu?" tanya ibu ira
" mmmm... sebenarnya tidak.. karena semenjak aku mengurusnya, aku merasakan sesuatu yang tak bisa dijelaskan. sepertinya aku mulai menyukainya bu, tetapi aku masih ragu, seandainya ia tahu aku nanti kalau aku bukan siapa siapanya, mungkin dia akan meninggalkanku" jawab randi dilema, tetapi ia merasa senang karena sang ibu juga mendukungnya.
" kalau itu, kau tidak usah memikirkanya randi, ibu sudah terlanjur menyayanginya, dan ibu tak ingin kehilangan dia, semoga saja ia akan tetap menjadi seperti ini karena ibu tidak ingn berpisah denganya nak." ucap bu ira lirih
" semoga saja bu..." ucap randi
" bagaimana yah...? apakah ayah setuju dengan yang ibu katakan?" tanya bu ira kepada pak anton
" ayah mendukung apapun yang ibu lakukan selagi itu baik untuk randi dan ibu. ayah juga suka dengan shila, sepernya ia gadis yang baik dan ceria." jawab sang ayah
__ADS_1
semuanya tersenyum lega karena mempunyai satu hati yaitu menyukai gadis yang mereka temukan dan ingin menjadikan gadis salah satu bagian dari keluarga antonius.