mengejar cinta sang Letnan

mengejar cinta sang Letnan
4.mungkinkah...?(II)


__ADS_3

aryan telah kembali ke negaranya kemarin, sekarang ia sedang menikmati liburnya selagi menunggu seminggu kemudia untuk penerimaan penghargaan untuknya. Sekarang ia sedang berada diperjalanan dengan menggunakan mobil kesayanganya untuk bertemu sahabatnya, terdengar suara dering telepon dan diangkat oleh aryan.


" hallo... "


" hey... sob... kamu uda dimana,,, aku sdah sampe ne..." ucap rey sahabat aryan


" bentar lagi aku sampe bro... tunggu bentar"


" ok.." tutup rey


ditempat yang lain... adiba mengajak sang ibu jalan jalan ke mall... karena sudah lama ia tidak belanja bersama ibunya. ia ingin menghabiskan waktunya seharian bersama sang ibu.


" ayo kita cari baju buat ibu.. aku ingin membelikan ibu, sepertinya sudah lama aku tidak membelikan ibu apapun " ucap adiba sambil tersenyum


" iya sayang, apapun yang mau kau belikan ibu akan menerimanya dengan senang hati" jawab ibu sambil tersenyum


mereka pun berjalan menyusuri blok blok toko yang menjual baju. mencari barang yang ingin dibeli. sudah banya toko yang mereka susuri dan ahirnya ketemu juga dengan pakaian yang dirasa adiba sangat cocok untuk sang ibu..


" bu.. sepertinya baju ini cocok buat ibu.." ucap adiba


" aahh... ya.. sepertinya bagus... warnanya ibu suka.." kata ibu sambil memegang baju gamis berwarna tosca yang di tunjuk adiba


" yup... aku tau karena ibu sangat menyukai warna ini. waaah... ada juga yang cocok buat ayah bu... sepertinya ini juga bisa dipadukan dengan baju yang aku plih, nih hehe..." kembali adiba mengatakan pendapatnya


"eemmm... ya... sepertinya begitu..." jawab sang ibu tersenyum sambil memegang baju yang ditunjuk adiba untuk ayahnya


sibuk memilih pakaian yang ada ditoko itu, tetiba terdengar suara orang yang berteriak meminta tolong..


" tolong... tolong..." ucap wanita itu sambil berlari mengejar orang yang membawa bayi


" tolong... tolong anak saya... anak saya dicuri... "


wanita itu berkata sambil terisak dan tak sengaja tersungkur di lantai sangkin kelelahan mengejar sipenculik bayi.

__ADS_1


adiba yang mendengar jeritan minta tolong pun bergerak ke arah yang ia dengar, sebelum melangkah ke arah wanita itu adiba berkata pada ibunya


" bu... wanita itu butuh pertolongan, aku harus kesana dan membantunya.. "


" iya.. nak lakukanlah... tapi kau harus hati-hati, jangan sampai terluka, ya..?? pinta sang ibu


" baik bu... ibu tunggu aku disini ya...!" perintah adiba


adibapun berlari menuju wanita yang menjerit minta tolong tadi.


" kenapa mbak... apa yang terjadi..?"


adiba bertanya sambil menenangkan wanita itu


" anak saya diculik mbak, (sambil menangis) tolong anak saya dia masih kecil, masih berusia 6 bulan" jelas wanita itu


tak lama adik perempuan wanita itupun datang dan memeluk kakaknya yang sedang menangis.


ada yang mengambilnya saat kakak lengah na. nana arista adalah nama adik wanita itu.


" mbak yang tenang ya... kita akan cari bersama , " hibur adiba pada wanita itu.


adiba pun tak mgulur waktu ia langsung mencari orang yang menculik bayi itu dengan bermodalkan ciri ciri yang diberikan oleh ibu bayi itu.


adiba yang terus mencari orang tersebut pun mendapatkanya.. berjarak sekitar 7 meter dari pandanganya ia menambah kecepatan larinya untuk mendapatkan sipenculik sampai tak terasa mereka tiba di luar mall tepatnya dipinggiran parkiran luar area yang terbilang sepi. karena disitu masih bnyak bangunan ruko ruko yang baru dibangun, membuat area itu sepi pengunjung.


" berhenti...!" perintah adiba


pencuri yang merasa tempat itu telah aman untuk mnghajar wanita yang mengejarnya pun berhenti dan berbalik arah sambil menggendong bayi


"wah... wah... ada wanita cantik.. " ucap sipencuri


"kenapa kau repot repot mengejarku cantik,, apa kau ingin menggodaku..?" ucap pencuri sambil meremehkan

__ADS_1


" kembalikan bayi itu, maka aku akan mgampunimu.. " kembali adiba berucap


" tidak bisa cantik, bayi ini adalah milikku. aku tidak bisa memberikan dia padamu, kau menyerah saja sebelum wajah cantikmu rusak karena tinjuku" kata pencuri masih dengan senyum meremehkan


" baiklah... kalau kamu tidak mau menyerahkan bayi itu, aku akan mengambilnya sendiri dari tanganmu." sambil berjalan menuju sipenculik


sang penculik maju dan ingin melecehka adiba, belum sempat tanganya menyentuh pipi adiba, kaki adiba terlebih dulu hinggap di perut sipenculik yang membuat pencuri itu mundur kebelakang. sang bayi pun terlepas dari sipencuri dan langsung ditangkap oleh adiba,bukanya menangis sang bayi malah tertawa bahagia karena merasa dibuai.


adiba yang melihat wajah bayi kecil itu pun tersenyum dan berkata" sebentar ya sayang... kita bereskan dulu si brengsek ini


dengan satu tangan yang menggendong dan tangan satunya menghajar sipenculik, ternyata tak membuat adiba kewalahan.. ia tetap bisa menghadapi lawanya itu sampai babak belur.


karena masih belum menyerah sipenculik bersiul sebanyak 3 kali untuk memanggil komplotanya demi meminta bantuan, tak butuh waktu lama para preman bertubuh tambun datang menghampiri mereka berdua.


adiba terkepung.. entah bisa atau tidak ia menghadapi para preman yang berjumlah sekitar 15 orang pria seram yang berotot dan bertato itu.


" bisakah aku lepas dari para preman ini.." gumam adiba


" wuuuiiiihhh... ada wanita cantik.." ucap salah satu dari preman itu


" hey... kau.. kenapa hanya melawan satu wanita bisa babak belur begitu, apa kau tidak malu.." ucap pria yang lainya, terlihat sangat seram dan mungkin itu bosnya


"apa kalian akan melawanku yang sendiri ini" ucap adiba sambil berakting memelas


" cantik... kami tidak akan mencelakaimu jika kau patuh pada kami dan mnyerahksn dirimu dan bayi itu" ucap bos preman itu


" tapi melihat anak buahku yang babak belur olehmu, aku tidak bisa meremehka kemampuanmu. " sambung bos tersebut


" mau tak mau aku harus menghadapi mereka semua karena daerah ini cukup sepi. tidak akan ada yang akan membantu ku. aku harus berjuang sendiri demi bayi ini. " ucap adiba dalam hati.


tak usah menunggu lama, pertarungan adiba dan para preman itu pun mulai dan adiba sedikit kewalahan karena sedang menggendong bayi mungil tersebut. dengan sekuat tenaga dan keahlianya dalam bela diri, adiba terus melawan dan menghindari serangan preman itu.


tanpa ia sadari, salah satu dari preman itu memukul ad

__ADS_1


__ADS_2