
Tak terasa hari pun menjelang malam. ibu membangunkan adiba yang sedang terlelap.
" adiba.. apakah kauasih tertidur nak..?
sayang.. bangunlah hari sudah menjelang malam. mandi dan bergegaslah ayo kita makan bersama.."
adiba yang mendengar samar suara ibu punbperlahan membuka matanya.
"aahh... ternyata aku ketiduran sampan sesore ini.."
iapun berlalu menuju kamar mandi untuk membersijkan diri.
dimeja makan... sdah ada ayah ibu dan kak arman, tak lama adiba pun datang...
" waaah... bu wangi sekali aroma masakanya, perutku sudah berbunyi mknta diisi.. "
"iya sayang... ibu sengaja masak makanan kesukaanmu, karena ibu tahu kamu pasti merjndukan masakan ibumu ini." jawab ibu
" terima kasih ibu... ibu memang yang terbaik" ucap adiba sambil merangkul ibuny
" sudah sudah.. ayo kita mkan dulu nanti lagi dilanjutkan ngobrolnya..." selah sang ayah
merekapun menikmati makan mlam denfan khidmad.
setelah selesai makan ayah dan arman meninggalkan meja mkan kini tinggalah adiba dan ibuny yg membersihkan meja dan mencuci piring kotor bekas makan tadi.
"ibu senang nak... ahirnya ibu masih bisa bertemu denganmu, memelukmu dan bahkan bisa melihat senyummu. " ucap ibu lirih mengeluarkan isi fikiran yang di pendamnya
"Bu... doa ibu dan ayahlah yang membuatku menjadi seperti ini kuat dan mandiri. Tak ada yang perlu ibu cemaskan karena anak gadismu ini sangat tangguh dan tidak mudah dikalahkan.. itu semua jg tidak lepas doamu bu.." jawab adiba melepaskan piring yang sedang ia cuci dan merangkul sang ibu
" kamu tau kan.... dr dulu ibu tidak suka dengan jalan yang kamu pilih ini, terlalu bahaya adiba.. banyak resiko yang harus kau hadapi apalagi dengan tugasmu yang berat itu.
" ibu takutbkehilanga mu nak..." lanjut ibu dengan isak tangisnya
" bu... aku menjadi seperti iji juga berkat restu besar ibu looh.. walaupun bersamaan dengan tekatku yang kuat ingin menjadi seorang prajurit. sudahi kecemasan ibu, lepaskan keraguan itu.. doa dan restumu insyaallah akan selalu jadi semangat dan penyelamatku" jelas adiba pada sang ibu
__ADS_1
tetiba armanpun datang dan bertany pada adiba dan jbu
" ada apa ini kok sedih- sedib gitu... ? tanya arman sedikit penasaran meski sudah mendengar jelas percakapan kedua ibu dan ank itu
tidak apa apa nak... ibu hanya melampiaskan rindu pada adiba " kata ibu sambil mengalihlan perhatian
****
adiba ayah ibu dan sang kakak arman berkumpuk di ruang tamu duduk bersantai dan menikmati film komedy yang ada di layar tv.
semenjak adiba berdinas ke daerah jauh mereka sekeluarga jarang berkumpul bersama.
arman yang sibuk bekerja dan adiba yang sibuk dengan kerjaan yg dinas keluar. sekarang adalah quality time buat keluarga adiba karena ada hal juga yang harus adiba sampaikan krpada keluarganya, yaitu kbrangkatanya ke kota M yang harus berdinas disana sementara selama 2 bulan.
"ayah,,ibu,, kak arman ada yang ingin aku sampaikan.. adiba membuka suara
" ayah dan ibu juga ada yang ingin dibicarakan denganmu nak.. " jawab sang ayah
adiba: " Ooohh... apa yang akan ayah dan ibu bicarakan padaku? "
ayah: " begini nak.. (sambil agak ragu) eemmm... ini tentang dirimu anakku,, putri kecilku...
ayah: " iya nak... usiamu sdah 26 tahun.. sudah seharusnya kau memikirkan tentang hidupmu juga.. bukan hanya tugasmu yang menjadi prioritas hidupmu, kau juga butuh pasangan yang bisa menjaga, menemani juga berbagi suka dan dukamu nak..
"ayah rasa... sudah waktunya bagimu untuk melangkah ke jenjang berikutnya untuk melengkapi hidupmu... " tambah sang ayah
adiba: " ayah... aku tahu itu,, tapi q belum ingin menikah.. aku masih belum berkeinginan kejenjang itu, tugasku masih banyak dan aku belum menepukan seseorang yang pas untuk diriku terutama hatiku ayah.."
ibu: " nak... harus sampai kapan kamu hidup sendiri..? kau itu wanita.. dan sudah dewasa.. apa lagi yang kau fikirkan.. ibu sudah bosan mendengar cemooh orang yang trus menggunjingmu nak...
adiba: " ibu.... kenapa ibu mau mendengar omongan orang... aku kan tidak melakukan apapun yang salah..
ibu: " iya... bahkan kau juga biaa dibilang pahlawan.. karena itu bnyak ibu ibu yang mencemoohmu tidak tertarik dengan laki laki karena kau lebih menakutkan dari para lelaki itu dan banyak yang takut berhadapan denganmu apalagi hidup berdua denganmu( sambil terisak sedih)
adiba: " buuu... jangan dengarkan omongan orang yang iri terhadap putri kecil ibu ini.. aku belum siap membuka hati buat siapapun hatiku hanya tertuju pada tugas tugas yang harus aku selesaikan
__ADS_1
ibu: " apa.... (menggantung kalimat)
" kau masih memikirkan dia...?
sontak adiba terkejut dan berdebar akan pertanyaan yang dilontarkan oleh sang ibu
" adiba jawab ibu.. apa kau masih menanti dia??"
adiba masih terdiam. tak ada jawaban yang bisa adiba keluarkan karena mungkin benar yang ibu katakan kalau ia memang masih menanti pria kecil yang telah lama mengisi hatinya hingga saat ini
ayah: " adiba... putri kecil ayah.. aku dan ibumu berencana ingin menjodohkanmu dengan anak sahabat ayah .. karena kau tak punya pilihan lain kecuali menerima perjodohan ini"
adiba: tapi ayah.. kenapa aku harus dijodohkan..
adiba langsung menuju kakaknya..
" kak.. apakah kakak juga setuju dengan keputusan ayah..? " tanya adiba dengan raut sedih
arman: " ya... karena sebelum menyetujuinya aku sudah menggali informasi tentang dia, dan menurutku dia cocok untukmu. dan mungkin kalian akan bisa bersama karena dia sempurna buatmu...
merasa tak ada lagi pembelaan dari kakak dan ibunya. hanya diam yang bisa adiba lakukan sambil berkelana didalam hatinya memikirkan lelaki masa kecilnya yang belum juga datang menemuinya, bahkan mencarinya pun belum pernah stelah 16tahun mereka berpisah..
kenangan itu menari nari difikiranya, seolah tak rela harus menerima kehendak ayahnya yang ingkn mrnjodohkan dirinya dengan anak teman ayahnya. sedikit terbesit di fikiran adiba kalau lelaki kecilnya tidak lagi mengingat dirinya, dan kemunhkinan bahwa hanya adibalah yang menanti kedatangan lelaki masa kecilnya,dan tidak sebaliknya..
" anakku putri kecilku... ayah tau apa yang sedang kau fikirkan... ayah akan memberimu waktu tetapi tidak bisa lama... karena mau tak mau kau harus melakukan pernikahan ini karena hanya ini yang ayah inginkan, karena melepasmu dengannya sangat meringankan beban tanggung jawab ayah nak. semua ini sudah ayah pikirkan sejak lama... " jelas sang ayah
adiba: " ayah... beri aku waktu 3 nbulan terhitung dari keberangkatan sampai tugas sementara ku di kota M selesai. saat aku pulang aku akan memberi kputusan yang ayah inginkan tetapi... setelah aku menyerah dan tidak menemukan orang yang tepat untuk diriku. aku akan dengan senang hati menerima permintaan ayah"
" saat ini aku ingin beristirahat ayah, seminggu kemudian setelah aku menerima penghargaan itu aku harus bersiap menjalankan tugasku berikutnya. aku inhin menghabiskan waktu liburku bersama kalian .. "
" baiklah... ayah kabulkan... ingat dengan janjimu yah..." ucap ayah
" arman kau menjadi saksi atas ucapan adikmu.."
" iya... ayah.. tiba wantunya nanti aku sendiri yang akan menagih janji itu kepada adik kecilku ini.. " jawab sang kakak sambil berjalan menuju sang adik
__ADS_1
" semoga kau menyetujuinya nak... " imbuh sanv ibu
semuanya tersenyum, setelah perdebatan sengit yangdilakukan orang tua dan anaknya..