mengejar cinta sang Letnan

mengejar cinta sang Letnan
15. ungkapan cinta


__ADS_3

rencana penyerbuan ke markas gpk sudah siap untuk dijalankan. capten aryan dan letnan adiba kini telah berada tak jauh dari sasaran mereka.


satu persatu pasukan mulai menyusuri lokasi dan mengepung semua area itu. siap itulah laporan yang diterima capten aryan, menandakan bahwa semuanya sudah dalam posisi yang benar sesuai dengan intruksi saat breefing tadi.


dengan aba aba yang diberikan oleh capten aryan, kini semua pasukan menyerbu tempat persembunyian gpk itu, dan melumpuhkan semua pemberontak itu. ada yang dalam keadaan terluka dan banyak juga dalam keadaan yang tidak bernyawa, karena terjadi baku tembak dengan para prajurit. tak terkecuali ketua GPK yang tertangkap dalam keadaan terluka karena tidak mengindahkan perkataan capten aryan untuk menyerah dan berdamai. ternyata ia tetap dengan kegigihanya memberontak dan dihadiai 2 tembakan oleh letnan adiba.


kini,kondisi kota B telah stabil. kembali seperti sediakala. tidak ada lagi kata- kata berpisah untuk kota B menjadi negara B, sedangkan yang menghasutnya juga sudah diketahui identitasnya dan sekarang menjadi buronan internasional.


pagi itu rey membuka kedua bola matanya dengan perlahan. ia melihat sisi sisi mencoba mengenali dimana keberadaanya sekarang, dan... disinilah dia, diruang kesehatan markas kotaB.


karena lukanya infeksi dan kehabisan darah. maka disinilah ia berada, masih denga sayup sayup matanya mengedarkan pandangan mengelilingi sudut susud ruang yang bercat putih itu. dan ia dapati seseorang yang tengah tertidur disamping brangkar tempat ia berbaring. seorang laki laki yang sangat ia kenali dan sayangi karena sudah ia anggap saudaranya sendiri yaitu capten arya.


rey tersenyum melihat kearah sahabatnya itu, ia bahagia ahirnya masih dapat bertemu dengan sahabatnya alias selamat dari penyanderaan yang dilakukan oleh para pemberontak itu.


hanyut dalam lamunan, tak terdengar ada langkah kaki yang memasuki ruang perawatan itu, siapa lagi kalo bukan gadis cantik pujaannya yang juga atasanya itu. ia kwmbali ke posisi semula dan pura pura tertidur.


adiba masuk kedalam ruang itu besertakan sarapan pagi yang akan ia berikan kepada aryan. saat masuk adiba berjalan lamban tanpa membjnyikan suara takut akan istirahat rey tergangu oleh kebisingan suara sepatunya. dan pemandangan yang ia lihat sangat membuatnya tambah mengagjmi pujaan hatinya.


ia melihat aryan yang sedang tertidur pilas dambil duduk disamping sahabatnya. membuat adiba mengerti satu hal betapa dekatnya aryan dan rey. senyum manis pun ia keluarkan.


saat ia ingin menyentuh kepala aryan, rey pura pura bangun dari tidurnya dan..


" oohh.. letnan.." ucap rey


" hhmm.. sudah bangun?? bagaimana keadaamu saat ini. ?" tanya adiba


" sedikit lebih baik let." jawab rey


" let... terimakasih..." ucap rey tulus

__ADS_1


" sama sama, kita kan satu tim, semuanya adalah keluarga. lihat dia.." adiba mengarahkan matanya menunjuk aryan yang sedang terlelap itu, dan melanjutkan kata katanya


" dialah yang bergegas mencarimu setelah melumpuhka ketua gpk itu, karena mendengar kamu cedera" cerita adiba


" iya... dia memang sahabat terbaikku, karena kami sudah seperti saudara"


tiba tiba aryan bangun, dan..


" tuuh.. da bangun dia" ucap adiba sambil tersenyum


" apa...?" tanya aryan bingun


adiba dan rey tertawa melihat aryan yang kebingungan itu.


" Ini sarapanmu, sebaiknya kamu makan, karena dari kemarin kamu belum makan" ucap adiba sambil tersenyum


" terimakasih" jawab aryan


adiba pergi meninggalkan kedua lelaki itu.


keamanan kota B kini sudah dalam kondisi aman, pasukan garuda akan dipulangkan karena sudah dalam penyelesaian misi. dan disinilah dua sejoli yang tengah dimabuk asmara ini menghabiskan waktunya berdua, sebelum jarak akan membuat mereka kembali berpisah.


aryan dan adiba kembali melanjutkan kencan berdua seharian, mereka berdua mengitari pantai lagi dan bukan pantai yang sama. sebuah pulau kecil yang berada tak di kota B itu. perjalanan kesana menggunakan speetboat dan menghabiskan waktu 1jam perjalana.


adiba sangat menikmati keindahan yang diberika oleh sekeliling pulau itu. pulau tersebut masih tergolong sunyi, karena hanya ada beberapa orang yang menghuni tempat tersebut dan sebuah penginapan bagi siapa saja yang ingin menginap.


dipulau ini, sangat nyaman dan dapat memanjakan mata saat memandang hamparan air laut biru yang luas dan tak berujung, ditambah dengan pemandangan daratannya yang memang sepertinya untuk merefres otak yang setres.


aryan dan adiba sampai dipulau itu dan memasuki penginapan untuk menaruh barang barang mereka sebelum mereka menjelajah pulau itu dan bersenang senang mungkin menghabiskan waktu mereka berdua. sekarang disinilah mereka berada di pinggir pantai sambil bergandengan tangan menyusuri pingiran pantai untuk meluapkan rasa mereka satu sama lain.

__ADS_1


" zahrah... " panggil arya


" hhmmm" jawab adiba


" apa rencanamu kedepan?" tanya aryan


" maksudnya..?" tanya adiba bingung dengan pertanyaan aryan


" maksudku... rencanamu kedepan, yah.. kau sudah dewasa sudah dalam tahap akan memilih pendamping hidupmu, dan tentunya mengarunhi hidup berdua bersamaborangvyang kau cinta.


tidak mungkin kan kamu terus terusan sendiri"


mendengar pertanyaan yang aryan berikan membuat adiba bungkam dan sedikit ragu, sekilas ia teringat akan permintaan sang ayah untuk menjodohkan dia dengan pri yang tdak ia kenal meski sang ayah mengenali calonya tersebut.


masih dalam keadaan diam.. adiba menundukkan wajahnya menatap pasir pasir yang ada dipantai itu. " kenapa ini bisa terjadi padaku, disaat orang tuaku ingin menjodohkanku, orang yang aku cintai malah datang. apa yang harus aku katakan kepada ayah dan ibuku?"


aryan melihat adiba sedang melamun, entah apa yang sedang adiba fikirkan saat ini, apakah ia ragu akan ketulusan aryan atau ia sudah memiliki pria lain yang menggantikan aryan selama aryan tak ada.


keduanya larut dengan pemikiranya masing masing, sejurus mata mereka saling perpandangan dan kembali menundukkan kepala masing masing dan lsrut dalam keheningan lagi.


" zahrah...?"


" aku mencintaimu, sangat sangat mencintaimu sejak dari dulu hingga saat ini. bahkan bertambah besar! aku sangat takut kehilanganmu!! dan aku tak mau lagi.. berpisah denganmu" arya kembali membuka suara


"iya.. aku juga sangan mencintaimu dari dulu hingga saat ini" jawab adiba sambil menangis, ia bingung mendengar pernyataan aryan apakah harus menceritakan soal itu atau tetap membiarkanya. toh juga adiba belum menjawab iya atau menolak perjofohan tersebut.


" 1 bulan lagi... aku akan datanv kerumahmu untuk melamarmu, zahrah.." ucap aryan


adiba mengangkat kepalanya melihat aryan, ia semakin gugup, karena 1 bulan lagi juga dia akan pulang dan memberikan jawaban itu kepada oranv tuanya.

__ADS_1


hanya memeluk... itu yang dilakukan adiba. anggap saja tangisan bahagia yang ia rasakan karena ahirnya aryan menjadj kekasihnya. aryan pun membalas pelukan adiba dengan mesra dan hangat. mereka saling merasakan debaran jantung yang tak karuan. entah itu sangkin terlalu cinta atau nafsu menyelubung ke sanubari aryan mendaratkan yang awalnya sebuah kecupan mendarat di kening adiba, kemudian turun kesamping pipi kiri dan kanan dan sekarang bermuara di bibir. ua melumat bibir adiba dengan lembut hingga keduanya terlarut dalam keindahan cinta mereka sendiri.


__ADS_2