
Asrama Gallaudet University Washington DC
Savrinadeya pulang dengan diantar oleh Bayu karena Antonio harus kembali ke Turin setelah Alexis menelponnya. Yang membuat Savrinadeya terkejut adalah Antonio memiliki apartemen di dekat kampus gadis itu dengan alibi bisa santai yang membuat Bayu melengos akibat kemodusan sepupu Leia itu.
"Kamu tuh sadar nggak sih Deya, kalau si mafia karatan itu naksir kamu?" omel Bayu.
Savrinadeya hanya mengangguk sambil tersenyum.
"Terus kenapa kamu terima dia sih? Maksud mas, kenapa mau pergi sama dia?"
Kan Bang Antonio masih saudara, mas. Memangnya kenapa?
"Ya benar sih masih saudara tapi modusnya nggak kira-kira!" ucap Bayu sambil memajukan bibirnya.
Kan lumayan Deya dapat traktiran? cengir Savrinadeya.
"Mas Bayu kasih tahu ya, kalau si Tomat datang lagi, kamu porotin barang-barang branded! Pasti dibeliin ! Percaya sama mas!"
Savrinadeya tertawa mendengar ucapan julid kakaknya yang berbadan besar. Bayu sama dengan Luke yang kaku di pekerjaan tapi receh dengan keluarganya terutama dengan saudara perempuannya.
Mas Bayu macam Ogan Abi.
"Mau gimana Deya, Ogan Abi kan opaku" kekeh Bayu. Generasi keenam mengenal para tetua dari banyak rekaman video yang diarsip oleh Joshua Akandra lalu dilanjutkan oleh Josephine Bianchi serta Bryan Smith dan sekarang Benji, Luke dan Shinichi yang mengurus semua arsip hingga generasi keenam.
Setiap kumpul lebaran, semua orang pasti menonton rekaman video di setiap generasi jadi mereka tidak melupakan bahwasanya jika generasi mereka memang rusuh, unfaedah, tukang menistakan dan durjana tanpa akhlak karena memang keluarga mereka memang seperti itu.
"Kamu langsung mau frontal ke temanmu itu?" tanya Bayu saat mereka tiba di gedung asrama Savrinadeya.
Tidak sekarang mas. Aku mau ajak bicara dulu biar dia tidak mengelak.
"Memangnya kamu pakai kamera apa sih Deya? Jangan bilang itu produk baru Tante Moon dan kamu yang memakainya?"
Savrinadeya mengangguk. Tante Moon memang ingin tahu kamera buatannya yang bisa berkamuflase seperti bunglon itu berfungsi atau tidak.
"Ya ampun! Serius sudah langsung di test drive?"
Mas Bayu tahu?
"Tahulah! Kan saat mendesain dan merancang komponennya mas Bayu datang saat meeting. Memangnya Tante Moon kasih berapa?"
Savrinadeya mengangkat tangannya.
"Lima kamera? Whoah Deya, pantas kamu bilang sudah ada banyak bukti."
Savrinadeya mengangguk sambil tersenyum. Keduanya kini tiba di depan kamar gadis itu.
"Mas Bayu pulang dulu ya. Besok kalau sudah selesai konferensi nya, mas Bayu ajak makan malam. Oke?"
Oke. Asyik ditraktir lagi.
__ADS_1
Bayu tersenyum lalu memeluk dan mencium pelipis Savrinadeya. "Hati-hati. Temanmu itu agak berbahaya, sangat khas cewek labil dan manja."
Savrinadeya menepuk bahu Bayu lembut. Don't worry.
Bayu mengusap kepala Savrinadeya lalu pergi meninggalkan adiknya. Gadis itu pun membuka pintu kamarnya yang menggunakan sistem sidik jari dan password.
Di dalam, dirinya tidak melihat Yunita dan Savrinadeya berjalan menuju MacBook nya. Gadis cantik itu membuka laptopnya lalu mengetikkan sesuatu.
Wajah Savrinadeya berubah menjadi tersenyum licik melihat apa yang hendak di bobol oleh Yunita. Kamu itu benar-benar mengincar bang Tomat ya? Sampai segitunya mencoba hack MacBook aku?
Savrinadeya mengirimkan pesan ke seseorang yang kemudian membalasnya.
📩 Unknown : Anda yakin nona?
📩 Savrinadeya : Bagaimana? Kamu keberatan nggak bang?
📩 Unknown : Anda tidak langsung pindah dari kamar saja?
📩 Savrinadeya : Belum waktunya. Aku masih ingin bermain-main dengan cewek tidak sopan itu.
📩 Unknown : Nona benar-benar mirip nona Leia dan Blaze.
📩 Savrinadeya : Gimana ya. Mereka role model aku...
📩 Unknown : 😁😁😁
Sudah pulang kamu Yun?
Yunita mengangguk dengan wajah cemberut.
Ini aku bawakan makanan. Ditraktir bang Antonio.
Yunita tampak berubah wajahnya. Ditraktir bang Antonio? Bukannya tadi kamu pergi dengan pria lain ya?
Savrinadeya tersenyum. Iya tadi sama mas Bayu, kakak aku, tapi tadi ketemu dengan bang Antonio terus kita ditraktir. Putri Rama McCloud itu sengaja membuat cerita yang berbeda demi mengetahui reaksi teman sekamarnya.
Yunita tampak berbinar melihat makanan yang diberikan Savrinadeya. Gadis itu lalu mengambil piring sendok garpu dan mulai membuka kotak makanan itu.
Aku kasih saran, mending dipanaskan dulu di microwave deh biar enak.
Yunita mengangguk. Kamu benar Deya. Enak dipanaskan dulu.
***
Savrinadeya sedang membuat tugas sambil melakukan panggilan video dengan Zinnia karena bidang psikologi yang diambil sama dengan kakaknya.
Yunita mencuri-curi pandang bagaimana gadis cantik berambut hitam di layar MacBook Savrinadeya tampak sabar mengajari tentang skema perkembangan anak berkebutuhan khusus.
Deya memiliki banyak keluarga yang good looking. Heran, kenapa dia bisa seberuntung itu lahir di keluarga kaya? Yunita tampak tidak suka dengan keberuntungan Savrinadeya.
__ADS_1
Tak heran jika di kamar asrama itu, Yunita selalu ingin lebih dari Deya termasuk makeup, baju, sepatu dan barang-barang lainnya harus lebih branded dari teman sekamarnya.
Tunggu! Kalau pria berbadan besar tadi adalah kakak Deya, berarti dia juga kaya dong? Kira-kira kaya mana? Antonio atau siapa nama pria tadi, Bayu? Yunita tampak berpikir. Kalau lebih kaya Bayu, kenapa nggak dia saja.
Savrinadeya usai membuat tugasnya lalu mematikan MacBook nya dan bersiap untuk istirahat. Gadis itu sedang membersihkan wajahnya ketika Yunita memanggilnya.
Apa Yunita?
Yunita menatap Savrinadeya dengan wajah polos. Kakakmu tadi namanya siapa?
"Mas Bayu."
Sudah punya pacar? Sudah menikah?
Savrinadeya tampak berpikir untuk menutupi rasa terkejutnya karena tahu Yunita pasti menimbang nimbang jika tidak dapat Antonio, Bayu yang akan diincarnya.
Daripada nanti kena Omelan mas Bayu, mending aku cut duluan. - batin Savrinadeya.
Mas Bayu sudah menikah jawab Savrinadeya akhirnya. Tapi sama pekerjaannya - batin gadis itu sambil tersenyum samar untuk menutupi kejahilannya.
Yah sayang banget! Ganteng nggak?!
Savrinadeya tersenyum manis. Nggak, mukanya biasa saja, banyak bekas jerawat.
Yunita terkejut. Serius?! Savrinadeya mengangguk. Kok nggak perawatan?
"Biar istrinya ayem."
Oh karena jelek jadi biar aman dari pelakor ya?
"Begitulah" jawab Savrinadeya. Mas Bayu, maafkan Deya ya bilang dikau jelek dan jerawatan - batinnya sambil tertawa dalam hati.
Bang Antonio sudah pulang ke Turin ?
Savrinadeya menaikkan sebelah alisnya. Kok tahu bang Antonio tinggal di Turin?!
Yunita mendecih. Kamu tuh gimana? Aku tahu lah bang Antonio termasuk perusahaan anggurnya. Sayang kamu tidak mau memberikan nomor kontaknya tapi tidak apa Deya, aku sudah mendapatkan alamat emailnya. Masih banyak jalan ke Roma untuk bisa berkomunikasi dengan Bang Antonio.
Savrinadeya hanya diam saja. Jadi begitu aku bilang mas Bayu sudah menikah dan jelek, kamu langsung berubah, kembali ke bang Antonio. Teman macam kamu tidak bisa aku ajak masuk ke circle keluarga karena pasti sepupu aku akan tidak nyaman.
***
Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
__ADS_1