
Asrama Gallaudet University Washington DC
Savrinadeya mendatangi kamarnya yang akan ditinggalkan dan melihat wajah tidak bersahabat dari Yunita.
Tiba-tiba tangan Yunita menarik lengan Savrinadeya membuat gadis itu sedikit terhuyung.
Begini cara kamu? Pergi meninggalkan aku? Really? Kenapa?
Savrinadeya menatap dingin ke Yunita. Karena kamu tidak sopan. Membuka MacBook aku, mengutak-atik iPad dan handphone aku. Aku tidak bisa tinggal dengan orang yang tidak menghargai privacy orang lain.
Yunita sedikit terkejut. Mana buktinya?
Savrinadeya mengambil ponselnya dan memperlihatkan beberapa rekaman CCTV yang menunjukkan Yunita membuka MacBook milik Savrinadeya, mengambil ponselnya saat Deya tidur, bahkan membuka-buka beberapa buku tulis di meja untuk mencari tahu.
Yunita tampak tidak percaya kalau Savrinadeya memiliki rekaman dirinya mengutak Atik barang milik gadis itu.
Itulah alasan aku pindah kamar asrama. Aku tidak bisa bersama dengan orang yang tidak punya etika dan tata Krama. Savrinadeya memasukkan ponselnya lagi.
Yunita menatap tajam. Kamu akan membayar semuanya, Deya!
Savrinadeya hanya tersenyum manis. Aku tahu semua perbuatan kamu di Kuala Lumpur dan Tokyo. Dan kamu beruntung kedua orang tua kamu selalu permisif dengan semua perbuatan kamu. Deya mendekati wajah Yunita. Kamu tidak akan bisa memanipulasi pikiran aku, karena kamu bukanlah siapa-siapa dan bukan lawanku. Kamu hanya anak yang terlalu dimanja dengan tendensi sociopath dan bipolar.
Tangan Yunita terangkat di udara hendak menampar Savrinadeya tapi suara Rama membuat tangan itu berhenti. Tampak ayah Savrinadeya dan Devan itu berdiri di depan pintu kamar kedua gadis itu.
"Saya tidak terima anak saya hendak kamu tampar! Saya akan tuntut kamu!" bentak Rama membuat Yunita gemetar.
Deya yang lebih dulu mulai! Bukan saya! rengek Yunita dengan wajah memelas dramatis.
__ADS_1
"Saya tidak perduli! Deya, apa kamu hendak menuntut cewek ini?" Rama menatap ke putrinya.
Savrinadeya menggelengkan kepalanya. Dia hampir menampar tapi belum kejadian jadi aku tidak perlu menuntutnya kan.
Rama melihat putrinya dengan tidak percaya sedangkan Yunita semakin mendongakkan wajahnya merasa lolos dari hukum lagi.
"Are sure Deya?" tanya Rama.
"Very sure, Daddy." Savrinadeya menepuk tangan Rama dan mengajak ayahnya keluar dari kamar.
"Daddy harap kamu tahu apa yang kamu lakukan" bisik Rama ke putrinya.
"Tenang Daddy." Savrinadeya memeluk tangan kekar ayahnya.
"Kamu memang mirip dengan Oma buyut dan mommymu. Lembut tapi pemberani." Rama mencium pelipis putrinya sayang.
Suatu saat, aku akan merebut Rama McCloud setelah Antonio Bianchi aku buat bertekuk lutut!
***
Kamar Linda dan Savrinadeya Asrama Gallaudet University Washington DC
Linda dan Savrinadeya kini berada di dalam kamar mereka sembari berdiskusi tugas mereka. Savrinadeya tidak ingin rencananya berantakan jadi dirinya juga tidak membicarakan apapun
Are you okay Deya?
Savrinadeya mengangguk. I'm much better.
__ADS_1
Linda menepuk tangan Deya. I'm so glad kamu keluar dari kamar itu. Aku tidak bisa membayangkan kalau kamu kenapa-kenapa.
Savrinadeya tersenyum. Tenang saja. Aku tidak apa-apa. Yuk kita buat tugasnya bareng.
***
Kamar Yunita
Di dalam kamarnya, Yunita berjalan mondar-mandir mengingat ucapan Savrinadeya tentang perbuatannya di Kuala Lumpur dan Tokyo. Bagaimana dia bisa tahu? Padahal catatan itu sudah disegel pihak pengadilan? Papa dan Opa sudah membayar mahal.
Yunita berusaha mencari tahu bagaimana Savrinadeya bisa tahu kelakuannya. Siapakah yang berani berkhianat?! Pengacaranya? Tidak mungkin! Pengacaranya berasal dari biro hukum terbaik.
Gadis itu mulai membuka Laptop nya dan mulai membuka beberapa folder yang berisikan semua berkas-berkas dirinya di pengadilan. Dirinya pun menghubungi pengacaranya mengenai orang yang berusaha mengakses semua catatan kriminal nya.
Pengacaranya sendiri melalui panggilan video pun menyatakan bahwa semua berkas aman dan tidak yang bisa mengakses semuanya.
Pokoknya jangan sampai ada yang tahu kalau aku mampu meloloskan diri dari jeratan hukum.
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa
Maaf pendek, besok dilanjutkan kembali
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
__ADS_1
Tararengkyu ❤️🙂❤️