Mengejar Cinta Savrinadeya dan Raveena

Mengejar Cinta Savrinadeya dan Raveena
Melamar


__ADS_3

Kediaman Rama dan Astuti McCloud, New York


Rama dan Astuti menatap bingung pria yang datang secara mendadak dengan percaya diri itu. Pria berwajah mirip dengan opa Elangnya itu hanya bisa menghela nafas panjang karena tahu tujuan utama keponakan Joey dan Luca Bianchi datang ke penthousenya adalah Savrinadeya.


"Oom Rama, Tante Astuti" sapa Antonio sopan.


"Tomat" balas Rama cuek yang membuat Astuti tertawa kecil.


Antonio mengacuhkan panggilan itu dan menganggap nya sebagai panggilan kesayangan. "Oom Rama dan Tante Astuti, tentu tahu kan saya datang kemari, untuk melamar Savrinadeya secara setengah resmi sebab kalau resmi, saya akan membawa pasukan Bianchi kemari. Jadi sebelum pasukan rusuh ikut, saya ingin berbicara enam mata dengan Oom dan Tante."


"Jadi? Kamu hendak melamar Savrinadeya ke kami secara pribadi sebelum kamu membawa pasukan huru hara begitu?"


"Alhamdulillah Oom Rama paham" cengir Antonio membuat Rama ingin mengeplak kepala pria itu dengan sandal rumahnya.


"Sayang, panggil Deya kemari, bersama Devan sekalian" pinta Rama lembut ke Astuti.


Baik mas. Astuti pun berdiri sambil memegang bahu suaminya dan berjalan untuk memanggil kedua anaknya. Devan sendiri sudah kuliah di New York University mengambil jurusan teknik mesin untuk meneruskan bisnis McC Custom milik keluarganya.


Savrinadeya dan Devan menatap Antonio dengan ekspresi berbeda. Yang satu tampak rindu dan sayang, satunya tampak sebal dan tidak suka.


"Halo Deya" sapa Antonio mesra. "Halo Devan" dengan nada dingin.


"Bang Tomat bin mie keriting" balas Devan cuek membuat Rama tersenyum smirk sedangkan Savrinadeya mendelik kesal ke adiknya yang ikut-ikutan Shinichi tukang kasih nama aneh-aneh.


"Duduk kalian berdua" perintah Rama ke keduanya sedangkan Astuti duduk di sebelah suaminya. "Deya, To..mat eh Antonio datang kemari untuk melamar kamu secara pribadi ke Daddy dan Mommy. Acara resminya nanti sambil membawa pasukan huru hara katanya."


Devan menepuk jidatnya. Bakalan kacau kalau pasukan huru hara datang! .

__ADS_1


Antonio tersenyum menatap ke arah Savrinadeya yang pagi itu mengenakan gaun bewarna hijau Jamrud. Pria itu langsung menghampiri gadis pujaannya dan melakukan on bended knee di depannya


"Savrinadeya Aisyahzaara McCloud, aku tahu usia kita jauh..."


"Buanget!" celetuk Devan judes yang langsung mendapatkan lirikan tajam Antonio.


"Tapi aku Antonio Bianchi akan selalu menyayangi, menghormati dan mencintaimu. Will you marry me?" Antonio mengeluarkan sebuah kotak dan membukanya. Disana terdapat cincin berlian yang indah membuat wajah Savrinadeya memerah dan matanya berkaca-kaca.


"Abang...serius?"


Antonio langsung auto melongo. "Ya Allah Deya, serius pakai banget!"


Rama dan Astuti hanya menggelengkan kepalanya melihat acara lamaran Membagongkan sedangkan Devan tertawa terbahak-bahak melihat calon kakak iparnya kena prank kakak perempuannya.


"Yes Abang" senyum Savrinadeya yang tidak tega melihat wajah shock Antonio. "I will Marry you."


Antonio tampak bahagia lalu mengambil cincin itu dan dipasangkan ke jari manis Savrinadeya. Setelahnya Antonio mencium punggung tangan gadis itu meskipun ingin mencicipi bibir yang menyatakan mau menikah dengannya.


***


Kediaman Pandu Dewanata dan Reana O'Grady, New York


Alexis mengusap keningnya saat melihat tatapan tajam Pandu Dewanata dan Radeva Dewanata, saudara kembar Raveena. Kedua pria kesayangan Raveena itu tampak tidak suka dengan kedatangan Alexis yang mendadak.


"Alexis Accardi..." ucap Pandu dengan suara dingin.


"Yes Mr Dewanata..."

__ADS_1


"Apakah Veena keluar dari FBI atas bujukan kamu?" Mata coklat Pandu menatap tajam mata biru Alexis.


"No Sir. Saya... Well, mungkin saya ada andil disana..."


"Kamu pasti ada andil, Al" potong Radeva yang sengaja meletakkan Glock diatas meja tamu.


"Iya memang saya waktu itu bilang sama Veena, kalau dia menjadi anak buah Pedro Pascal, saya bisa resign dari Perusahaan Bianchi dan mencari kerja di Maryland. Tapi hasil pengangkatan bayangan, Veena tidak akan ditempatkan di BAU melainkan akan dikirim ke seluruh dunia berkat kemampuan berbahasa asingnya. Saya tidak bisa berhubungan seperti ini, secinta-cintanya saya dengan Raveena tapi saya juga harus realistis. Mau dibawa kemana hubungan kami? Lima tahun pacaran bukan waktu yang sebentar..." Alexis mengeluarkan semua uneg-unegnya.


"Lalu kamu menyuruh Veena resign?" tanya Pandu yang sejujurnya juga tidak setuju jika putrinya dikirim ke luar negeri dengan banyak kasus dan resiko tinggi.


"Saya tidak meminta Veena resign Sir. Saya hanya meminta Veena berpikir secara matang apakah ini yang dia inginkan atau bersama dengan saya." Alexis menatap lurus ke Pandu.


"Dan Veena memilih kamu?" tebak Pandu.


Alexis mengangguk.


"Dan sekarang kamu datang untuk melamar Veena?"


"Yes Mr Dewanata" jawab Alexis tegas.


Pandu hanya menatap datar ke Alexis.


***


yuhuuuu Up Malam Yaaaa


Thank you for reading and support author

__ADS_1


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2