Mengejar Cinta Savrinadeya dan Raveena

Mengejar Cinta Savrinadeya dan Raveena
Memang Kamu Saja Yang Bisa?


__ADS_3

Mansion Bianchi Turin Italia


Alexis menatap wajah cantik itu bingung lalu memegang keningnya. "Kamu tidak sedang flu kan? Biasanya kalau panas suka ngi... Aaadduuuuhhhh!"


Raveena mencubit perut berotot Alexis dengan gemas. "Aku nggak sakit Cumiiii! Ayo kamu ke New York, lamar aku!"


"Haaaaahhh? Tunggu, tunggu ..." Alexis menurunkan Raveena dari pangkuannya. "Apa maksudmu lamar kamu ke New York? Bukannya kamu di Quantico?! Kenapa kamu bisa disini?"


"Aku resign dari FBI" jawab Raveena tenang.


Alexis melongo. "Jangan bercanda, Veena. Bukankah kamu ingin menjadi agen FBI?"


"Serius, Alexis! Aku sudah berhenti dari FBI. Bang Pedro tahu, pak Pandu dan Bu Reana tahu, Deva tahu."


"Alasannya?"


"Kamu lah alasannya..." Raveena mengalungkan tangannya di leher Alexis. Gadis itu agak berjinjit saat mencium bibir pria blasteran Inggris Italia itu.


"Kenapa?" bisik Alexis sambil memeluk pinggang ramping Raveena.


"Karena aku mencintaimu, bodoh! Aku tidak mau kehilangan kamu..."


Alexis langsung membopong Raveena dan mendudukkan Diatas meja kerjanya. "Katakan sekali lagi..."


"Aku mencintaimu pak tua" cengir Raveena.


"Nakal kamu bilang aku pak tua" senyum Alexis sambil memeluk gadisnya. "Aku sangat senang dengan keputusan kamu, baby."


"Dah, sekarang kamu lamar aku, habis itu kita nikah terus buat baby!" cengir Raveena.


"Hah?"


"Memangnya aku tidak ingin punya anak lucu macam keponakan - keponakan aku?" sungut Raveena sambil manyun.


"Aku suka bagian buat baby..." Alexis mencium panas bibir Raveena yang memegang wajah pria itu.


Keduanya saling berpagu*Tan bahkan tangan Alexis sudah kemana-mana hingga sebuah suara...


"EHEM! NIKAH DULU! "

__ADS_1


Alexis dan Raveena menghentikan acara ciumannya lalu menoleh ke arah suara itu. Tampak Antonio bersandar di pinggir pintu.


"Ampun deh kalian itu! Alexis, besok kamu terbang ke New York! Aku tidak mau tiba-tiba Radeva dan Oom Pandu datang kemari langsung terjadi pertumpahan darah!" omel Antonio.


"Eh? Besok?" tanya Alexis bingung.


"Besok! Atau kamu aku tendang pantatnya sampai ke New York? Apa kamu tidak mikir, Alexis? Bisa berpengaruh ke hubungan aku dan Deya! Ampun deh kalian itu!" bentak Antonio kesal.


"Baik Signor..." jawab Alexis.


"Bilang saja bang Tomat iri tidak ada Deya yang dicium. Benar kan?" goda Raveena sambil membenarkan pakaiannya yang sempat ditarik oleh Alexis.


Wajah Antonio berubah menjadi dingin. "Memang kamu adiknya Leia dan Luke! Tidak punya perasaan!"


Raveena terbahak senang sedangkan Alexis hanya bisa terdiam tidak mau menambahkan kekacauan hati bossnya.


***


Kamar Antonio Bianchi Malam harinya ...


"Deya... Abang iri dengan Alexis dan Raveena..." rengek Antonio ke gadisnya yang akan menginjak 20 tahun.


Iri kenapa bang? tanya Savrinadeya melalui panggilan video saat berada di tempat kerjanya. Savrinadeya sudah menyelesaikan pendidikannya di Gallaudet University dan sekarang bekerja di rumah sakit New York bersama dengan Blaze dan Samuel.


Lho? Mbak Veena serius mundur dari FBI? Beneran bang?


"Serius. Veena ada disini bertemu dengan Alexis dan ajak nikah asisten aku. Sekali lagi Deya, sekali lagi aku dilangkahi Alexis. Kenapa aku selalu kalah Deyaaa... Dimana dosaku?" keluh Antonio membuat Savrinadeya cekikikan.


Melihat gadisnya tertawa geli, Antonio pun manyun. "Kamu kok tega sih sama bujang lapuk ganteng ini?"


Habis, Abang lucu dan menggemaskan macam Biana.


"Deya, aku lebih lucu dan menggemaskan lho..." goda Antonio penuh ambigu.


Savrinadeya menggelengkan kepalanya. Abang, kenapa Abang nggak sekalian saja ke New York. Daddy kan sengaja mengulur Abang buat ngerjain Abang, padahal aslinya Daddy belum siap melihat aku dibawa pergi Abang.


Mata coklat Antonio melotot sempurna. "Oom Ramaaaaa!!!!"


Savrinadeya terbahak.

__ADS_1


"Besok Abang akan ke New York barenga asisten durjana itu! Deya sayangku, kita menikah dimana? Atau dobel wedding saja biar tidak saling kiri maupun kanan?" wajah Antonio tampak sumringah.


Iri bang bukan Kiri.


"Suka-suka lah!" balas Antonio judes.


Deya tunggu ya bang.


"Of course lah! Nunggu empat tahun ini! Sampai punya Abang karatan !" celetuk Antonio membuat wajah ayu itu memerah.


"Bang Tonio!" hardik Savrinadeya gemas.


***


Bandara Turin Keesokan Harinya...


Alexis dan Raveena terkejut ketika tahu Antonio ikut dengan mereka ke New York. Wajah kepala keluarga Bianchi Turin itu tampak tidak ada seram-seramnya, malah tampak bahagia dan menyebar senyum.


"Bang Tomat mau jadi walinya Alexis buat ke Daddy?" tanya Raveena bingung.


"Nggak."


"Lha terus ngapain?" tanya Raveena sambil masuk ke dalam pesawat yang akan membawa mereka ke New York.


"Sama dengan asisten durjana aku" jawab Antonio kalem.


"Hah?" Alexis dan Raveena melongo.


"Aku akan melamar Savrinadeya. Memang cuma kamu saja yang boleh melamar, Al?" senyum smirk Antonio sambil mencari tempat duduknya di kelas bisnis meninggalkan Alexis dan Raveena yang terbengong-bengong.


"Al, bang Tonio habis kejedot pintu apa ya?" gumam Raveena sambil menarik lengan Alexis.


"Sepertinya dia salah makan jamur..." balas Alexis.


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa


Thank you for reading and support author

__ADS_1


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2