Mengejar Cinta Savrinadeya dan Raveena

Mengejar Cinta Savrinadeya dan Raveena
Masih Proses Sebelum Double Wedding


__ADS_3

Kamar Penthouse Tempat Raveena dan Savrinadeya Menginap...


"Pakdhe? Seriously!" kekeh Nadira ke Sakura.


"Lha perbedaan usia Deya dan bang Tomat berapa tahun coba? Belasan! Kan berarti pakdhe tho?" jawab Sakura cuek yang membuat para sepupu perempuannya melengos sebal.


"Dasar adiknya Shinchan!" gerutu Leia.


Elane yang ikut diajak oleh Eagle ke New York untuk datang acara pernikahan dua sepupunya, hanya bisa menatap bingung dengan kerusuhan para wanita - wanita cantik disana.


"Mbak Elane, katanya pintar bikin pastry?" tanya seorang gadis berambut dan bermata coklat itu serius.


"I..iya. Maaf, aku belum hapal..."


"Raine Blair salah satu putri Emir dari istana Al Azzam Dubai. Panggil saja Raine" senyum gadis cantik itu sambil mengulurkan tangannya. "Kalau ini sepupu aku di Dubai tapi dari istana Al Jordan, namanya Kalila."


Seorang gadis cantik sama-sama berambut coklat panjang dan bermata Hazel tersenyum kearah Elane. "Kalila Al Jordan. Panggil saja Lila."


Elane pun bersalaman dengan putri Enzo Al Jordan dan Georgina.


"Beneran mbak Elane jago bikin pastry, Raine?" tanya Kalila.


"Iya. Mas Eagle, Sakura dan Garvita cerita" jawab Raine.


"Nggak jago, cuma bisa" jawab Elane merendah.


"Kalau mas Eagle sudah memuji, berarti memang jago. Soalnya kakak aku yang satu itu, paling pelit pujian kalau soal culinary dan otomotif " senyum Raine.


Elane tertegun karena Garvita dan Sakura mengatakan hal yang sama. Tidak mungkin adik-adiknya Eagle bohong kan mereka dekat dengan kakaknya.


***


"Deya..." panggil Nadira.


Ada apa mbak? Savrinadeya yang sedang membersihkan wajahnya menatap kakak cantiknya.


"Sudah siap menjadi istri bang Tomat? Mbak tahu kalian selisih usianya kan jauh tapi melihat kalian pacaran lima tahun terakhir ini dan tampak semakin Membagongkan di pihak bang Tomat, mbak harap kalian tetap akur dan langgeng" senyum Nadira.


Savrinadeya tersenyum. Terima kasih mbak Dira. Aku tahu aku lebih muda dari Jules waktu menikah tapi Insyaallah kami diberikan kelanggengan. Kan mbak Dira tahu sendiri bang Antonio semakin lucu.


"Iya lho. Mbak Dira dan Mas Pedro makin merasa kalau si pengusaha anggur itu makin kesini kenapa semakin Membagongkan..." gumam Nadira.


"Dira, Biana memukul Hyde!" panggil Blaze yang sibuk memisahkan Rania yang ribut dengan Vicenzo.


"Astaghfirullah! Anakku brutal banget sih! Nurun siapa coba!" omel Nadira sambil menghampiri tempat para batita berada.


Savrinadeya tertawa geli mendengar Omelan Nadira. Mbak Dira apa lupa kalau Tante Aruna itu bar-bar. - batin Savrinadeya.


"Deya..." panggil Gemintang.


"Mbak Mintang" senyum Savrinadeya.


"Sudah siap jadi istri?"


Savrinadeya mengangguk. Insyaallah siap mbak. Mbak Mintang sendiri bagaimana?!

__ADS_1


"Apanya yang mbak Mintang bagaimana?"


Serius jalan bareng dengan saudara kembar bang Krisna?


Gemintang tersenyum. "Masih penjajakan, Deya. Mbak Mintang juga tidak tahu bisa jalan bareng dengan Arjun. Tapi selama ini mbak merasa nyaman dan Arjun berbeda dengan kembarannya, kenapa tidak dijalani."


Yang penting mbak Mintang bahagia. Jika memang bang Raj jodoh yang tertukar, mau bilang apa.


"Selama ini mbak merasa nyaman dan tidak ada rasa benci, jadi it's okay kan?"


Savrinadeya memeluk Gemintang. Baginya kakaknya yang satu ini memang mengalami problematika tersendiri.


"Thanks Deya" bisik Gemintang terharu.


***


"Jadi Sari putus dari Krisna Rao?" tanya Garvita ke Jayde saat keduanya bertemu di lobby. Garvita memang hendak mengambil kunci kamarnya yang tertinggal di resepsionis.


"Iya. Rupanya Krisna memilih untuk tidak mau melihat Mintang jika masih memilih bersama dengan Sari. Dan aku rasa itu keputusan yang bijaksana, salah satu harus mengalah dan mundur." Jayde menatap Garvita serius.


"Pantas Sari tidak ikut..."


"Sari memilih terbang ke Finlandia setelah ada tawaran kerja disana sedangkan Krisna, setahu aku tetap bekerja di perusahaan finance di Manchester."


Garvita tampak lega. "Setidaknya harus memiliki kewarasan berpikir dan hati yang jembar bahwa tidak semua harus sesuai dengan keinginan."


"Sari sudah diajak bicara banyak oleh mommy karena bagaimanapun, mommyku yang paling dekat dengannya dan seperti ibunya sendiri" senyum Jayde.


Garvita memeluk Jayde. "I'm so glad Tante Natasha bisa membuat Sari paham dan melek."


Garvita menatap sepupunya. "Iya. Alhamdulillah."


***


Area Swimming Pool


Bayu, Gasendra, Trio Kampret tampak menatap Raj Rao yang datang karena diajak Gemintang. Tentu saja semua orang terkejut dengan keputusan Gemintang membawa mantan iparnya.


"Apa benar kamu Raj Rao, bukan Krisna Rao?" tanya Shinichi dengan wajah jutek.


"Benar, saya Arjun Raj Rao. Ini tandanya kalau saya bukan saudara kembar saya." Raj menunjukkan codet di alis kanannya.


Valentino dan Arkananta memeriksa bekas luka itu yang tampak sudah puluhan tahun sedangkan seingat Bayu dan Gasendra, Krisna tidak memiliki bekas luka apapun.


"Jadi kamu sekarang bersama Mintang?" tanya Bayu.


"Masih menikmati masa penjajakan karena kami mantan ipar dan situasinya menjadi awkward..."


"Tentu saja!" seru trio kampret kompak membuat Bayu dan Gasendra menoleh.


"Trio kampret benar. Situasi ini sangat awkward..." gumam Bayu. "Apakah kamu dan Mintang paham situasinya?"


"Ya Bayu, kami paham situasinya dan usai ini kami hendak menemui Mr Sky dan Mr Lexington karena kami hendak menjelaskan semuanya."


"Bagaimana dengan Krisna dan Sari?" tanya Gasendra bingung.

__ADS_1


"Mereka sudah putus!"


Keenam orang itu menoleh ke arah dua orang pria berwajah dingin yang datang menghampiri mereka di area kolam renang.


Bayu melongo melihat Jayde Neville Abisatya dan Sadawira Yustiono datang. "Jayde? Wira?"


"Halo mas Bayu. Hai Sendra, Arka, Valentino, Shinichi. Halo Raj Rao. Perkenalkan aku Jayde Abisatya dan ini Sadawira Yustiono biasa dipanggil Wira." Jayde mengulurkan tangannya ke Raj yang disambut pria berdarah India itu. Wira pun melakukan hal yang sama usai menyapa para sepupunya.


"Apa maksudmu Krisna dan Sari putus?" tanya Gasendra bingung ke arah dua pria yang baru datang itu.


"Well, akhirnya ada yang berpikir waras lah intinya" senyum Jayde.


***


Raveena sedang berjalan keluar dari kamarnya dan hendak menuju restauran untuk makan siang apalagi ayah, oom dan tunangannya sudah memberikan kebebasan pada semua anggota keluarga yang menginap disana untuk memesan makanan.


Gadis itu bertemu dengan Kalila yang tadi keluar terlebih dahulu karena dipanggil sang ibu. Tetapi di depan lift, tampak Kalila ribut dengan pengawalnya yang bernama Alexander.


"Kan aku sudah bilang, tidak usah ditungguin! Bingung kan sekarang kamu kuncinya kamu tinggal di dalam kamar!" omel putri Enzo Al Jordan itu.


"Harusnya kan nona yang membawanya, bukan saya!"


"Yang nginap di kamar itu siapa? Kamu kan?" Kalila menatap mata hijau Alexander judes.


"Ini apa-apaan sih malah berantem di depan lift?" omel Raveena kesal.


"Dia bikin perkara!" bentak Kalila galak. "Yang salah dia, aku yang disalahkan!"


"Haduuuhhh, Lila, jangan galak-galak!"


"Tuh dengar Lila, jangan galak-galak" seringai Alexander. "Addduuuhhh!" Pria berdarah Arab itu menegang kakinya yang ditendang Kalila.


"Oh astagaaa... Kalian lebih parah dari aku dan Alexis!" Raveena memegang pelipisnya.


***



Sadawira Yustiono



Jayde Neville Abisatya


Cerita Kalila dan Alexander akan muncul di Novel mereka, My Undecover Prince


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️

__ADS_1


__ADS_2